What Is Love (Chapter 1)


CAST:
Putri (OC)
Oh Sehun (Exo)
Li Hana (OC)
Genre:
Romance

“Ma! Mama pasti bercanda kan?!” Tanya seorang gadis yang saat ini tengah sarapan bersama sang Mama di ruang makan. Mamanya sendiri kini menatap dalam mata anak gadis satu-satunya itu.
“Mama sama sekali tidak sedang bercanda Putri, ini memang sudah diputuskan sejak lama. Kamu bakalan Mama tunangkan dengan anak sahabat Mama.”
Putri sama sekali tidak tau harus berkata apa. Semua ini benar-benar diluar dugaannya. Gadis itu sama sekali tidak pernah menyangka akan mendengar hal seperti ini di pagi hari. Semalam sebelum tidur Mamanya memang sudah memberitahu akan mengatakan sesuatu padanya esok hari tapi ia sama sekali tidak pernah menyangka kalau yang akan dibicarakan oleh sang Mama adalah hal seperti ini. Bahwa dirinya akan ditunangkan dengan seseorang.
Marah? Kemudian menolak?! Yah! Mungkin bagi gadis-gadis lain di jaman sekarang ini hal itulah yang pertama kali mereka lakukan saat mendengar bahwa mereka dijodohkan layaknya Siti Nurbaya. Namun seseorang seperti Putri tidak mungkin bisa melakukannya. Bukan karna takut, melainkan karna ia terlalu menyayangi Mamanya.
Melihat kesedihan yang dialami oleh Mamanya semenjak sang Papa meninggal sudah cukup bagi Putri, ia sama sekali tidak ingin menambah kesedihan itu dengan membantah ataupun menolak keinginan yang nantinya mungkin akan membuat Mamanya kembali sedh. Ia tidak ingin hal itu sampai terjadi.
“Tapi Ma..apa Mama yakin? Sekarang ini kan Putri masih kuliah, lagipula Putri juga sama sekali belum kenal dengan cowok itu.” Ujar Putri mencoba mencari alasan
“Loh?! Bukannya kamu udah kenal ama dia?!” Ucapan Mamanya barusan membuat Putri sedikit terkejut lalu menatap kearah Mamanya heran.
“Namanya Oh Sehun. Anak tante Jihyun sahabat Mama. Bukannya kamu dan Sehun dulu sudah pernah kenal satu sama lain waktu kita sekeluarga liburan ke Korea? Malah kelihatannya kamu lumayan akrab kok dengan dia.”
Putri tidak langsung berkomentar, gadis itu masih berusaha mengingat sesuatu. Sehun? Sepertinya nama itu memang terdengar tidak asing di telinganya. Tapi bayangan seperti apa orangnya saat itu, ia sama sekali belum bisa mengingat apa-apa.
“Jujur..walaupun Mama bilang kalau Putri cukup akrab dengan cowok itu, Putri gak begitu yakin. Soalnya kami berdua kan udah lama gak ketemu Ma..apalagi Putri dan dia juga pasti sama-sama gak saling suka. Walau emang gak sampe benci sih..”
Sang Mama kini menatapnya dalam lalu tersenyum.”Sayang, terkadang rasa suka ataupun cinta datang secara tiba-tiba tanpa kamu sadari. Dan disaat kamu berusaha untuk menghindari perasaan itu, saat itulah cinta akan semakin melekat di hati kamu.”
Putri berpikir sejenak, berusaha mencerna apa maksud dari perkataan Mamanya barusan namun alih-alih saat masih berusaha berpikir, matanya mendadak terarah pada jam dinding yang ternyata sudah menunjukkan pukul 08.10.
“HAH?! Udah jam 8?!” Putri yang terkejut sontak bangkit dari tempatnya dan mengambil tas kemudian berniat pergi sampai Mamanya sempat berniat menahannya.
“Eh..tunggu, Mama belum sempat ngasih tau sesuatu lagi sama kamu.” Kata Mamanya
“Duh..Ma! Ngasih tau nya nanti kalau Putri pulang aja yah. Soalnya Putri dah telat nih. Putri berangkat dulu ya! Dah Mama!!” Seru Putri bergegas meninggalkan ruang makan setelah sebelumnya sempat mencium pipi sang Mama. Mamanya sendiri hanya dapat menatap punggung anak gadisnya yang kini menghilang dari balik pintu.
♥~:♥~:♥ 
 
Hari sudah beranjak malam saat Putri akhirnya tiba dirumah. Gadis itu baru saja berjalan masuk kedalam rumah sampai langkahnya terhenti saat melihat Mama nya bersama dengan seorang pemuda yang kini tengah duduk di sofa ruang tamu dengan posisi membelakanginya.
“Nah! Akhirnya kamu pulang juga sayang..” Seru Mama nya seraya tersenyum kearah Putri yang masih tidak beranjak dari tempatnya. Detik berikutnya pemuda membalikkan tubuhnya dan saat itulah Putri bisa melihat wajahnya dengan jelas. Pemuda itu lalu tersenyum kearahnya membuat Putri sempat mematung ditempatnya saat pemuda itu menunjukkan eye smile nya.
“Putri..kamu ngapain terus berdiri disitu?! Sini!” Panggilan Mamanya berhasil menyadarkan Putri dari lamunannya hingga akhirnya mengangguk lalu berjalan menghampiri mereka. “Kamu kemana aja? Kok pulangnya malem?” Tanya Mamanya saat Putri duduk di sebelahnya
“Tadi abis ngerjain tugas bareng di rumah temen. Maaf ya ma, gak bilang dulu” Sesal Putri
Mamanya sendiri hanya tersenyum kemudian meraih tangan anaknya itu. “Gak apa-apa sayang..yang penting kamu udah ngasih tau alasannya.” Kata sang Mama menenangkan. “Oh iya, tadi kenalin dulu! Dia ini anak tante Jihyun yang Mama ceritain tadi pagi..”
Putri menatap terkejut kearah pemuda dihadapannya saat ini.  
Anak tante Jihyun? Itu berarti dia ini..?
Annyeong haseyo!! Ah..maaf seharusnya saya tidak..” Kata pemuda itu yang awalnya tanpa sengaja menggunakan bahasa Korea kemudian menyadarinya hingga akhirnya cepat-cepat menggantinya dengan bahasa Indonesia.
“Tidak apa-apa! Sehun boleh kok menggunakan bahasa Korea kalau merasa itu lebih nyaman. Lagipula Tante dan Putri bisa mengerti apa yang kau katakan.” Kata Nyonya Nara yang tidak lain adalah nama dari Mamanya Putri.
Putri sendiri berusaha mengangguk pelan, mengiyakan apa yang baru saja dikatakan oleh Mamanya. Mama Putri sebenarnya adalah wanita asli Korea yang kemudian bertemu dengan Ayahnya yang berkebangsaan Indonesia. Mereka sekeluarga sempat tinggal beberapa tahun di Korea sampai mengkuti sang Ayah yang akhirnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Meski begitu, Mamanya sama sekali tidak pernah melupakan ataupun kehilangan bahasa Koreanya. Bahkan sang Mama sering mengucapkannya dalam kehidupan sehari-hari membuat Putri akhirnya ikut terbiasa dan lumayan fasih dalam berbahasa Korea.
“Benarkah?! Jeongmal gamsahamnida” Kata pemuda itu seraya tersenyum kearah Nyonya Nara yang juga melakukan hal yang sama. Putri sendiri masih mengamati pemuda dihadapannya saat ini. Kulit putih mulus dan eye smile yang dimiliki pemuda itu membuatnya harus mengakui bahwa pemuda itu memang tampan.
“Kau ini pasti Putri.” Kata Sehun tiba-tiba membuat Putri mengangguk pelan. “Senang melihatmu lagi.” Putri menatap Sehun datar, sepertinya ia memang pernah bertemu dengan pemuda itu sebelumnya. Namun dalam jangka waktu yang lama.
“Malam ini Sehun akan menginap disini, supaya besok kita bisa berangkat bersama-sama ke Bandara.” Ucapan Nyonya Nara barusan sontak membuat Putri terkejut sekaligus heran
“Hah?! Bandara? Mau ngapain, Ma?” Tanya Putri pada Mamanya yang terlihat baru saja mengingat sesuatu.
“Ah iya! Mama lupa ngasih tau ke kamu kalau besok kita bakalan berangkat ke Seoul.”
Putri menatap Mamanya tidak percaya. Berharap agar ia salah dengar dengan ucapan Mamanya barusan. Namun saat menyadari bahwa Mamanya sama sekali tidak bercanda, Putri pun akhirnya menghela nafas berat. “Kenapa tiba-tiba kayak gini sih, Ma?”
“Tadi pagi sebenarnya Mama ingin memberitahukan ini sama kamu, tapi kamu sendiri kan yang bilang kalau ngebahasnya nanti tunggu kamu pulang aja.” Terang Mamanya.
Putri sendiri hanya dapat menghembuskan nafasnya pelan, ia ingat tadi pagi Mamanya memang ingin memberitahu sesuatu namun karna terburu-buru ia mengatakan agar memberitahukan hal itu saat dirinya pulang kuliah. Namun ia sama sekali tidak tau kalau hal yang akan dibahas itu adalah hal seperti ini.
“Maafin Mama ya sayang, sebenarnya ini semua permintaan Tante Jihyun. Selain karna ingin bertemu kita, Mama juga ngerasa kalau dengan berada disana selama seminggu setidaknya bisa membuat kamu dan Sehun bisa lebih saling mengenal satu sama lain. Itu akan lebih baik, sebelum nantinya kalian resmi ditunangkan.”
Mendengarkan penjelasan Mamanya barusan membuat Putri tidak mampu berkata apa-apa lagi. Kini ia hanya dapat menerimanya dengan pasrah, apapun yang diinginkan oleh Mamanya.
Sekilas matanya tanpa sengaja bertemu dengan Sehun yang kini tersenyum kecil kearahnya. Namun senyuman itu sepertinya sedikit berbeda. Senyuman itu bukanlah sebuah senyum bahagia.
 ♥~:♥~:♥

Seoul, South Korea
Mereka bertiga akhirnya tiba di Seoul. Tempat yang sudah bertahun-tahun tidak pernah lagi dikunjungi oleh Nyonya Nara dan Putri. Tempat yang memiliki kenangan indah bagi mereka berdua bersama sang Ayah, terutama bagi Nyonya Nara. Ketiganya kini sedang berada dalam perjalanan menuju ke kediaman keluarga Oh. Nyonya Jihyun yang merupakan Ibunya Sehun sengaja mengirimkan seseorang untuk menjemput mereka dengan mobil di Bandara.
Sekitar hampir satu jam perjalanan mobil pun tiba di depan sebuah rumah yang cukup besar dan juga luas. Nyonya Nara dan Putri pun akhirnya berjalan mengikuti Sehun yang berjalan masuk kedalam rumah lebih dulu. Namun baru saja kedua orang itu melangkah masuk kedalam, Nyonya Nara mendadak menghentikan langkahnya saat melihat seorang wanita tengah baya berdiri tidak jauh dari sana sambil memandang kearahnya membuatnya seolah tidak mampu berkata apa-apa. Wanita itu pun perlahan berjalan menghampirinya dan saat ia berada tepat di depan Nyonya Nara, ia pun tersenyum pelan.
“Sudah lama sekali..Nara~ya” Kata wanita itu singkat. Nyonya Nara sendiri tidak langsung menjawab dan hanya menatap wanita itu datar. Detik berikutnya ia tertawa pelan dan langsung memeluk wanita dihadapannya.
“Aku merindukanmu! Jihyun~ah..” Ucap Nyonya Nara setengah terisak. Ia memang sangat merindukan sahabatnya itu. Itu karna ia dan Jihyun sudah bersahabat sejak masih kecil, jadi ikatan mereka berdua sudah sangat kuat.
Na do. Kau ini..masih cengeng seperti dulu. Dasar!” Canda Nyonya Jihyun tertawa sambil mempererat pelukannya pada Nara. Sehun dan Putri sendiri hanya dapat tersenyum melihat tingkah ibu mereka.
Setelah puas melampiaskan rasa rindu masing-masing, keduanya pun akhirnya melepaskan pelukannya. Kini mata Jihyun terarah pada Putri yang sejak tadi mengamati mereka berdua.
“Kau ini jangan-jangan...Putri?!” Ucap Jihyun terbata
Putri yang mendengarnya langsung tersenyum. “Nde..annyeong haseyo! Nama saya Putri.” Jawabnya sedikit canggung.
Jinjja?!Ahjumma tidak menyangka sekarang kau sudah sebesar ini. Kau semakin cantik sekarang.” Pujian Nyonya Jihyun membuat rasa canggung dalam diri Putri sedikit berkurang, meskipun mungkin itu hanya sebuah kata-kata untuk menghiburnya. Ia tetap berterima kasih.
Gamsahamnida, Ahjumma..” Ucap Putri seraya tersenyum kemudian menunduk pelan
“Nah! Kalian semua pasti lelah kan?! Sekarang istirahatlah..aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian diatas. Bibi Han, tolong antar mereka.” Perintah Nyonya Jihyun pada pengurus rumah yang sejak tadi sudah berada disebelahnya.
“Saya mengerti. Mari silahkan..” Kata Bibi itu seraya mengambil koper yang dibawa oleh Nyonya Nara.
“Tunggu sebentar..” Ucap Nyonya Nara tiba-tiba membuat yang lain menatapnya. “Aku masih ingin cerita disini dengan Jihyun, Putri..kamu istirahat duluan aja ya sayang. Gak apa-apa kan?!” Tanyanya pada Putri yang akhirnya tersenyum lalu mengangguk
“Iya Ma..Putri ngerti kok.” Setelah mendengar itu Bibi Han pun akhirnya juga berniat mengambil koper milik Putri sampai gadis itu tiba-tiba menahannya. “Tidak usah, Ahjumma. Biar saya sendiri yang membawanya. Ahjumma pasti juga lelah..sudah bekerja seharian.”
“Tapi kan..” Bibi Han masih berniat melakukannya sampai Putri kembali menahannya
“Tidak apa-apa, Ahjumma! Cukup beritahu saya dimana kamarnya..” Ujarnya membuat yang lain menatap kearahnya. Kali ini mau tidak mau Bibi Han pun akhirnya menyerah, dan berniat mengantar Putri sampai Sehun tiba-tiba saja mengambil koper Nyonya Nara dari tangannya.
Kali ini giliran Putri dan yang lain yang menatap heran kearah Sehun. Membuat pemuda itu tertawa kecil. “Ayolah..jangan menatapku seperti itu. Kalau dia saja yang seorang wanita bisa melakukan itu, masa aku yang seorang pria harus diam saja melihat Bibi Han mengangkat koper menaiki tangga.” Jelasnya membuat yang lain tersenyum
Ahjumma, biar aku saja yang mengantarnya..” Kata Sehun singkat lalu mulai berjalan menaiki tangga diikuti Putri dibelakangnya. Nyonya Jihyun sendiri malah tersenyum kecil menyaksikan semua itu.
“Anak itu..benar-benar pintar berakting rupanya.” Gumamnya pelan namun dapat terdengar oleh Nara yang berada disampingnya.
“Hm?! Apa maksudmu?” Tanya Nara heran. Jihyun menatap datar kearah Nara sebentar.
“Ada yang harus kukatakan padamu.”
♥~:♥~:♥ 
 
Sehun dan Putri akhirnya tiba di kamar. Setelah menaruh koper di samping lemari hal yang pertama kali dilakukan oleh Putri tidak lain adalah berjalan keluar menuju balkon yang terdapat dibalik pintu kaca disamping kamar tersebut.
“Wah..benar-benar sejuk..” Ucapnya saat menghirup udara seraya menutup mata. Ini pertama kalinya Putri merasakan udara sejuk di sore hari seperti ini. Ia sadar, sulit bisa menemukan hal seperti ini di Indonesia. Bukan tidak ada, hanya saja cukup sulit untuk ditemukan.
“Aku heran, kau ini bisa-bisanya tetap tersenyum dalam keadaan seperti ini.” Kata Sehun tiba-tiba sudah berada disamping Putri membuat gadis itu sedikit terkejut hingga membuka mata.
“Memangnya kenapa?” Tanyanya tidak mengerti.
“Kau sudah tau kan, kalau kita berdua akan ditunangkan?!”
Putri mengangguk santai. “Aku tau..lalu apa masalahnya?” Pertanyaan Putri sempat membuat Sehun melongo tak percaya lalu akhirnya menggeleng.
Aniyo! Sepertinya hanya aku yang bermasalah disini.” Kata Sehun menyerah
“Sebenarnya apa maksudmu?! Jangan bicara setengah-setengah!” Tanya Putri namun tedengar sedikit membentak membuat emosi Sehun mendadak mencuat keluar.
Ya!! Kenapa kau jadi tiba-tiba marah seperti itu?!” Balas Sehun tak terima. Ia lalu menghela nafas keras. “Wah jinjja..aku benar-benar tidak mengerti kenapa aku harus ditunangkan dengan gadis sepertimu.”
Putri yang merasa kesal dengan perkataan Sehun barusan juga tak mau kalah.
”Kau bilang apa?! Ya!! Kau pikir aku senang apa ditunangkan dengan pria bermuka dua sepertimu?! Menyebalkan!!” Putri benar-benar tidak menyangka kalau Sehun ternyata seseorang yang memiliki sifat seperti ini. Padahal sebelumnya ia berpikir kalau pemuda itu adalah seseorang yang baik dan tenang. Tapi ternyata dugaannya salah, wajahnya saja yang tampan tapi sikap pemuda itu berbeda 180 derajat dari bayangannya.
Mwo?! Kau ini benar-benar..lalu kenapa kau tidak menolaknya?! Kau sendiri sebenarnya tidak menyetujuinya dan terus berpura-pura tersenyum didepan semua orang. Seolah-olah semuanya baik-baik saja.”
Putri sama sekali tidak mampu membalas apa yang baru saja dikatakan oleh Sehun. Semua yang dikatakan oleh pemuda itu memang benar. Selama ini ia hanya dapat mengikuti apapun permintaan Mamanya tanpa mempertimbangkannya lebih dulu.
“Itu karna aku menyayanginya. Aku sangat menyayangi Eommaku.”
Jawaban yang singkat memang, namun itu sukses membuat Sehun tertegun di tempatnya. Pemuda itu sama sekali tidak menyangka kalau alasan yang akan diutarakan Putri adalah hal seperti ini. Sesuatu yang juga menjadi alasan utamanya dalam menerima perjodohan ini.
Sehun menatap dalam kearah gadis dihadapannya cukup lama, detik berikutnya ia membalikkan tubuh dan berjalan keluar kamar. Tadinya ia berniat meminta kepada gadis itu agar mau menolak perjodohan ini, namun setelah mendengar pernyataannya barusan Sehun smaa sekali tidak tau harus bagaimana lagi. Entah apa yang akan terjadi setelah hari ini, ia hanya dapat berharap itu adalah sesuatu yang baik. Semuanya baru saja dimulai.
♥~:♥~:♥ 
 
Pagi ini Nyonya Jihyun dan Nara, serta Sehun dan Putri sedang sarapan bersama di ruang makan. Suasana di ruang makan mungkin akan sunyi sepi kalau saja tidak ada Jihyun dan Nara yang mengobrol di tempat itu. Sesekali keduanya menceritakan masa-masa lucu saat mereka masih sekolah membuat Sehun dan Putri ikut tertawa mendengarnya. Walau terkadang Nyonya Jihyun mendapati Sehun dan Putri yang saling menatap kesal.
“Oh iya, berhubung kau dan Putri sudah lama tidak kesini. Hari ini aku dan Sehun akan membawa kalian berkeliling kota Seoul dan melihat-lihat tempat wisata disini.” Kata Jihyun membuat semua mata terarah padanya.
“Kalau aku sebenarnya masih ingat seluruh daerah sini. Aku kan lahir di tempat ini, jadi mana mungkin aku bisa melupakannya. Tapi sepertinya itu ide yang bagus buat kamu sayang” Ujarnya seraya memandang kearah Putri. “Selain karna kamu udah lama gak datang kesini, kamu kan juga belum sempat melihat banyak hal di Seoul.”
Putri sendiri tersenyum seraya mengangguk pelan, tanda bahwa ia setuju dengan rencana dari Nyonya Jihyun.
“Baiklah. Kalau begitu setelah makan kalian bersiap-siaplah. Ah! Dan juga, siapkan beberapa baju ganti. Karna setelah berjalan-jalan kita akan langsung berangkat ke Jeju.” Kali ini baik Putri maupun Sehun sontak menatap kearah Jihyun terkejut
Eomma..” Ucap Sehun seraya menatap tajam kearah Mamanya.
Waeyo?! Eomma kan hanya ingin membawa mereka ke salah satu tempat indah disini. Lagipula Eomma yakin kalau Putri juga pasti ingin mengunjungi tempat itu. Benarkan?!” Tanyanya tiba-tiba pada Putri. Gadis itu terlihat berpikir sejenak, lalu akhirnya mengangguk perlahan membuat Sehun langsung mendengus pelan.
Nyonya Jihyun kini menatap kearah Sehun yang masih mencoba menyelesaikan sarapannya. Ia memang sengaja memilih Jeju sebagai salah satu tempat yang akan mereka kunjungi, karna hanya ditempat itulah satu-satunya tempat yang baik untuk menjalankan rencananya dan Nara. walau sebenarnya ia sadar mungkin saja sesuatu yang dipikirkannya akan muncul disana.
♥~:♥~:♥ 
 
Seperti kata Nyonya Jihyun sebelumnya mereka benaar-benar berkeliling kota Seoul, dan tempat yang pertama kali mereka datangi saat ini adalah Lotte World. Sebuah tempat rekreasi indoor maupun outdoor yang sangat terkenal di Seoul. Cukup lama mereka berjalan-jalan mengelilingi tempat tersebut, sampai akhirnya Jihyun dan Nara menemukan sebuah pusat perbelanjaan lalu kemudian berjalan masuk kedalam diikuti Sehun dan Putri dibelakangnya.
Sekitar 20 menit lebih mereka berempat berada didalam sana, namun sepertinya hanya kedua ibu mereka yang merasakan kesenangan selama berada ditempat itu. Putri sendiri sebenarnya sudah mulai merasa lelah sekaligus bosan, namun ia tetap bertahan karna merasa tidak enak jika harus mengatakan yang sesungguhnya.
Sehun yang sebelumnya bersandar di dinding toko mendadak berjalan kearah Putri.
Aah!! Aku benar-benar bisa gila jika terus berada di tempat ini.” Kata Sehun frustasi karna sejak tadi yang ia lihat hanyalah sepatu,tas dan barang-barang milik perempuan saja. Ia lalu berjalan melewati Putri dan berniat keluar toko sampai langkahnya mendadak terhenti.
“Mau ikut tidak?” Tanyanya tiba-tiba membuat Putri berbalik memandangnya.
“Kau bertanya padaku..?”
“Bukan! Pada boneka disebelahmu. Kau pikir siapa lagi yang berada disitu selain dirimu?!” Ketus Sehun
Merasa kesal dengan sikap pemuda itu, ia pun langsung menolaknya. “Dwaesso! Aku senang kok berada disini.” Balas Putri tak kalah kemudian kembali membalikkan tubuhnya. Tepat saat ia melakukan itu wajah Putri langsung berubah terkejut. Ternyata apa yang dikatakan oleh Sehun tadi benar, tidak ada orang lain disana. Nyonya Jihyun dan Mamanya sendiri sudah tidak berada di tempat sebelumnya ia melihat mereka. Putri berjalan-jalan mencari ke beberapa sudut toko tapi tetap tidak bisa menemukan kedua wanita itu. Merasa tidak ada jalan lain, ia pun akhirnya memutuskan untuk mencari Sehun dengan memberanikan diri keluar dari toko. Dan lagi-lagi untuk kedua kalinya Putri harus terkejut saat dirinya keluar dari toko. Diluar sana ternyata begitu banyak orang yang berlalu-lalang, dan pastinya akan sulit menemukan sosok Sehun di tempat ini.
Bingung sekaligus takut kini mulai menghampiri Putri. Gadis itu sudah berjalan kesana kemari namun tidak bisa menemukan Sehun dimanapun. Tangan Putri kini mulai gemetar dan dingin, ia memang paling tidak suka berada diantara keramaian jika sendirian. Karna kebingungan Putri pun tanpa sengaja menabrak beberapa orang yang sedang berjalan didekatnya dan akhirnya cepat-cepat menunduk meminta maaf.

Bagaimana ini!?! Aku...takut.


#To Be Cont.

0 comments:

Posting Komentar