<Yuri Pov>
Aku selesai menunjukkan kemampuanku. Dan
kini giliran Eunhyuk. Aku mencoba memberikannya semangat. Tapi sepertinya ada
yang aneh dengannya. Oh ya Aku baru sadar kalau daritadi belum melihat sosok
Seoun. Apa karna itu Eunhyuk aneh? Karna Seoun tidak datang. Tapi kenapa ya dia
tidak datang. Aku mencoba menghubungi Hpnya sampai kudengar suara seseorang
dari seberang sana yg kuyakin bukan Seoun.
“Yebeoseyo! Chogii..Seoun~ssi?”Tanyaku
memastikan.
“Nugu?Aah..mianhae, Aku membawa Hp ini karna
pemiliknya mengalami Kecelakaan.”Ujar suara disana yg spontan membuatku
terkejut.
“MWO?!?Kecelakaan?! Sekarang dia
dimana?”Tanyaku panic. Orang itupun memberitahukan RS tempat Seoun dirawat. Aku
ingin memberitahu Eunhyuk tapi saat ini dia berada di tengah panggung dan Aku
tidak mungkin masuk kesana. Aku pun bergegas menuju ke RS.
Aku melihat No.Kamarnya. Aku hampir masuk
kedalam sebelum seorang Ahjussi memanggilku.
“Chogii..Apa kau chingunya?Ini..Aku
menemukan ini dalam tas nona itu,hanya saja tasnya sudah rusak terinjak
kendaraan”Ucap Ahjussi itu memberikan Hp dan sebuah Buku.
“Oh Ne,Gwencana. Gomawo~yo Ahjussi”Ucapku.Ia
pun pergi meninggalkanku.
Kulihat seorang yeoja terbaring di tempat
tidur.Matanya tertutup dan tangan kanannya di Gips. Aku mendekatinya dan
mengenggam pergelangannya. Ia membuka matanya perlahan.
“Yuri~ah!Mianhae..Aku tidak bisa melihat
penampilanmu..”Ucapnya Lemah.
“Kenapa bisa seperti ini Seoun~ah…”Aku
sungguh tidak menyangka akan jadi begini.
“Gwencana~Aku baik-baik aja kok” Ia mencoba
tersenyum. Walau Aku tau saat ini ia pasti masih merasa kesakitan di tubuhnya.
Aku benar2 tak bisa menahan airmataku. Aku tidak bisa melakukan apa2 untuknya.
Saat ini Aku hanya mampu menangis dihadapannya.
Tiba2 Hpku bordering. Kulihat nama Eunhyuk
di layarnya. Aku ingin mengangkatnya sebelum Seoun menarik tanganku. “Jangan
beritahu padanya kalau Aku sedang berada disini?”
“Waeyo Seoun~ah? Dia harus tau keadaanmu
sekarang!!Kalau tidak dia akan Membencimu karna…”Desakku yg dipotong olehnya.
“Gwencana..Asalkan dia tidak khawatir, Aku
sudah merasa tenang. Walau setelah ini mungkin dia tak ingin bertemu lagi
denganku. Jadi ku mohon jangan memberitahunya..”Pintanya.
“Keundae Seoun~ah…”Kulihat ia menatapku
seolah memohon dengan sangat agar Aku tidak melakukannya. Aku tidak tega
mellihatnya seperti itu.
“Yebeoseyo?Mwo?!Jinjjaro?!Ah Aku..Aku Cuma
keluar beli minum kok. Ah ne..sebentar lagi Aku kesana. Ne, Annyeong..”Ucapku
menutup telpon. Aku berbalik kearah Seoun.
“Eunhyuk, dia bilang dia berhasil
memenangkan Juara I...”Ujarku.
“Jeongmalyo?!!Wah..Chukhae!!Dari awal Aku
sudah yakin dia akan menang. Oh y,bagaimana denganmu Yuri~ah?”Ia terlihat
begitu gembira saat mendengarnya.
“Bagiku itu tak penting. Sekarang masalahnya
Eunhyuk menyuruhku kesana. Tapi bagaimana denganmu?”Tanyaku khawatir.
“Pergilah..Aku akan baik2 saja. Lagipula
sebentar lagi Aku akan menelpon Ahjumma di rumah untuk menjemputku
pulang.Kkaja..dia pasti menunggumu”Pintanya tersenyum.
“Seoun~ah, apa Ahjussi tau soal ini”Tanyaku
saat berada dipintu.Ia menggeleng. Tanpa ditanyapun Aku tau jawabannya. Orang
seperti apa dia ini? Bersedia menahan sakit dan menderita asal orang yg
disayanginya bahagia.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Paginya Aku melihat Hyuk masuk ke
kelas.Namun kali ini sendirian. Ia pun duduk disampingku.
“Chukhae Hyukjae~ah!Aku dengar kau menang
dance semalam..”Seru seorang teman kelas kami sambil mengulurkan tangannya.
“Ne..Gomawo~yo!!”Balas Eunhyuk menjabat
tangannya. Siswa itupun pergi.
“Aneh,tumben hari ini Seoun tidak
membangunkanku..Tapi tidak apa, lagipula Aku membencinya saat ini.Aku benci
orang yg tidak bisa menepati janjinya..”Ujarnya ketus.
“MWORAGO?!Ya Eunhyuk~ah!!Bagaimana mungkin
kau bisa bicara seperti itu?”Umpatku.
“Waeyo?!Bukankah itu benar? Kenyataannya dia
adalah Pembohong.”
“Neo!!Apa kau tau?Saat ini Seoun sedang
terbaring lemah dirumahnya. Itu karna kemarin dia begitu semangat ingin melihat
penampilanmu. Sampai2 tidak memperhatikan kendaraan saat menyebrang dan
akhirnya mengalami kecelakaan yg membuat tangan kanannya harus di Gips..Dan kau
tau?Dia sengaja melarangku agar tidak memberitahumu hanya karna tak ingin
membuatmu khawatir.Apa kau tau HAH?!”Aku tidak tahan lagi.Aku tidak peduli jika
setelah ini Seoun akan membenciku selamanya.Aku tak ingin Eunhyuk menganggapnya
Pembohong.
“MWORAGO?!!”Pekiknya.
“Kau akan tau semuanya didalam sini..”Kataku
memberinya sebuah buku. Sepertinya ia kenal buku itu. Ia pun membuka lalu
membacanya. Belum lama ia membacanya, tiba2 saja ia berlari meninggalkan kelas
tanpa memperdulikan Songsaenim yg baru masuk kelas.
<Eunhyuk Pov>
Yuri memebriku sebuah buku. Aku ingat buku
ini. Ini hadiah dariku untuk Seoun 4 tahun lalu. Tapi kenapa ada pada Yuri? Dan
apa maksudnya memberiku ini?. Aku tidak mengerti.
Kubuka buku itu dan mulai kubaca, mulanya
Aku bingung karna didalamnya hanya terdapat puisi2 yg ditulis Seoun. Namun Aku
terkejut saat membaca akhir dari salah satu tulisannya..
Yeongwonhi Saranghae...
“EUNHYUK~ah…”
Mwo??!Apa maksudnya ini??!!Jadi selama
ini Seoun…!??. Tanpa
pikir panjang Aku langsung berlari keluar kelas, mengacukan panggilan
Songsaenim. Yg ada dipikiranku saat ini hanyalah keadaan Seoun. Dia terluka
namun Aku malah menuduhnya yg tidak-tidak.
Aku sampai dirumah Seoun dan langsung menuju
kamarnya. Saat kubuka pintu,kulihat seorang yeoja yg kesulitan berusaha meraih
minuman dengan tangan kirinya dari ujung tempat tidur.
Sepertinya dia tidak menyadari kehadiranku.
<Eunhyuk Pov End>
Aku merasa haus, dan melihat air minum yang
disediakan Ahjumma pengurus rumah tadi. Aku pun berusaha untuk mengambilnya.
Tapi sayang, sulit sekali meraihnya hdengan tangan kiriku. Aku ingin menyerah
saja,sampai tiba-tiba seseorang mengambilkan dan memberikannya padaku. Betapa
terkejutnya Aku saat melihat orang itu. Dia adalah Eunhyuk.
“Hyuk~ah…Neo…”Ucapku terbata melihatnya kini
tepat didepanku.
“Waeyo?Apa kau pikir menyembunyikan semua
ini tidak membuatku khawatir Hah?!”Bentaknya.
“Mianhae Hyuk~ah..Aku Cuma tidak ingin
merusak kebahagiaanmu saat menerima penghargaan kemarin..jeongmal..Aku tidak
bermaksud..”Aku ingin melanjutkan perkataanku sebelum ia mengecup bibirku
secara tiba2. Aku benar2 terkejut dibuatnya.
Apa-apaan ini?Kenapa ia melakukan ini
padaku?!?!Apa maksudnya??.
“Yaaa!!Eunhyuk~aah!!Waeguraee??!!” Aku
mendorong tubuhnya hingga ciumannya terlepas dariku. Ia menatapku dalam
membuatku sedikit ragu melihatnya.
“Saranghaeyo…”Kata itu sukses membuat
jantungku berdetak lebih cepat dari yang kurasakan sejak tadi.
Mwoya
igeum?Apa dia mempermainkanku? Tapi untuk apa..?
“Naa…Jeongmal Saranghaeyo Lee Seoun!!!”Ulangnya.
Mwo?Jadi dia…?Sungguh menyukaiku..? Aku
benar2 tidak menyangka kejadiannya akan seperti ini. Jujur Aku sangat bahagia
mengetahui semua ini, namun Aku juga sedih..karna Aku harus menghentikannya.
Itu karna Kami adalah Saudara Sepupu. Dan perasaan ini seharusnya terlarang
bagi kami berdua.
“Mi..mianhae Hyuk~ah, keundae..kau harus
melupakan semua itu. Kau tidak seharusnya menyukaiku. Karna aa..Aku adalah
saudara sepupumu. Anak dari adik ibumu sendiri.Apa kau sadar itu? Sekarang
juga..Aku minta pergilah dari sini.” Aku menyuruhnya pergi sambil
membelakanginya. Aku benar2 tidak mampu melihatnya saat ini.
“Keurae.Aku akan pergi..tapi sebelumnya Aku
ingin Tanya satu hal padamu..”Ujarnya.
“Mwo..?”
“Neo...Apakah juga menyukaiku..?” Seketika
pertanyaannya membuatku jantungku serasa behenti berdetak. Aku terdiam. Aku
bingung harus menjawab apa padanya…
“Aa..a..aniiyo!!Aku sama sekali tidak
menyukaimu..”Jawabku terbata. Aku tidak bisa lagi menahan air yang daritadi
membendung dimataku. Kurasakan cairan hangat mengalir deras di pipiku menambah
rasa sakit di hatiku. Dadaku terasa sangat sesak. Aku seolah merasakan pukulan
yang keras didalam sini.
“Arraa..Aku pergi..”Ucapnya singkat. Mianhae
Hyuk~ah, Aku benar-benar tidak bisa melakukannya. Aku masih menangis saat tiba2
mendengar suara sesuatu yg ambruk dibelakangku.
Aku kaget saat melihat Hyuk yg sudah
terbaring di lantai. Aku benar2 panik dan tidak tau harus melakukan apa. Aku
berusaha membangunkannya namun tidak ada hasil.
::::::::::::::::::::::::::::::::::
Aku duduk disebelahnya yg kini terbaring
diatas tempat tidurku. Karna panik makanya Aku memanggil Lee Ahjumma. Ia
bersama dengan pengurus rumahku yg mengangkat Hyuk ke tempat tidur. Dokter yg
kami panggil bilang kalau Hyuk hanya kelelahan saja dan kekurangan tenaga. Aku
baru tau dari Lee Ahjumma kalau dari sepulang pertandingan kemarin hingga pagi
ini Hyuk belum pernah makan. Kenapa dia begitu bodoh? Aku bingung,karna sampai
sekarang Hyuk masih juga belum sadar.
“Seoun~ah, Ahjumma pergi mengambil minum
dulu yah..”Ucap Ahjumma yg kujawab dengan anggukan. Ia pun meninggalkan
kamarku. Aku terus menatap wajah Hyuk
“Mianhae Eunhuk~ah..Aku terpaksa melakukan
ini. Aku terpaksa berbohong kalau Aku tidak menyukaimu. Aku tidak mungkin
melakukannya.Karna kau adalah Saudaraku. Dan menyukaimu terlarang bagiku.
Na..ddo Saranghae..”Ujarku tertunduk disebelahnya.
“Babo~yaa!”Ucap Hyuk tiba2 membuatku kaget.
Aku benar2 tidak tau kalau dia sudah sadar.
“Mworago?”Tanyaku.
“Neo Babo~ya! Kau ini Lugu sekali..yang
terlarang itu jika kau menyukai saudara kandungmu. Sedangkan Aku hanya
Sepupumu. Bagaimana mungkin Aku tidak boleh menyukaimu?!..Lagipula..sebenarnya
dari tadi Aku sudah tau isi hatimu yg sebenarnya”Ujarnya tersenyum. Jinjjaro?Jadi
selama ini Aku telah salah mengartikannya.. ternyata Aku tidak salah
menyukainya.
“Keundae..darimana kau..”Tanyaku
memastikannya.
“Tentu saja Aku tau..”Katanya mengeluarkan
sebuah buku dari kantung jaketnya.
“Eeh..Chogii..”Aku melihat buku milikku yg
dari kemarin kucari2.
“Babo!!Untuk apa kau masih menyimpannya?Bukankah
sudah lama sekali?”Tanyanya bangkit dan duduk diatas tempat tidur.
“Mwo?Ini adalah benda milikku yang paling
berharga. Jadi..”Ups..Aku keceplosan.
“Hahahha..!! Aegyooo...”Tawanya lalu
mengacak rambutku lalu tiba2 perlahan mendekatkan wajahnya padaku. Omo?!Apa
mungkin dia ingin menciumku?Apa yg harus kulakukan? Ottokhae..??!Kenapa jadi
seperti ini..?Apa yg harus kulakukan?? Aku
bingung..Aku menunduk sedikit sambil menutup mataku. Lalu tiba-tiba..
“MWOYA?!!?”Seru sebuah suara dari pintu kamar
mengagetkan kami dan berhasil membuat Hyuk melepaskanku. Lee Ahjumma. Dia
melihatnya! Ottokhae??!?!
“Kalian..?”Ucapnya seakan tak percaya.
“Mianhae Ahjumma..Aku bisa jelaskan..”Aku
mencoba menjelaskannya..
“Bagus Sekalii!!”Serunya tersenyum.
“Eh…?”Tanyaku heran melihatnya. Sedang Hyuk
hanya tersenyum.
“Haha!Ahjumma senang sekali akhirnya kau yg
menjadi Yeojachingu nya Eunhyuk. Dengan begitu kau bisa seterusnya membangunkan
Hyuk tiap saat.Hahha..”Ujarnya senang. Aku hanya tersenyum mendengarnya.
Kupikir tadinya ia kan marah.
“Huft!Ya sudah, Ahjumma mau lanjutin masak
dulu..”Ujarnya beranjak pergi.
“Chamkanman Ahjumma..Aku ikut..”Seruku
menghentikan langkahnya.
“Mwo?!Shireo!Kau disini
saja..bersamaku..”Rengek Hyuk menahan tanganku. Ini pertama kalinya Aku
melihatnya manja seperti ini.
“Yaa Hyuk~ah!! Jangan menahannya
teruss..biarkan dia membantu Eomma”Ucap Ahjumma.
“Keundae Eomma…”Rengeknya lagi..
“Sudah…kau kan bisa menemuinya lagi setelah
memasak..”Tegas Ahjumma yg sukses membuat Hyuk melepaskan tanganku perlahan.
Aku hanya tersenyum melihat wajahnya yg cemberut. Aku pun pergi membantu
Ahjumma masak di dapur. Walau Cuma membantu dengan satu tangan untuk saat ini.
:::::::::::::::::::::::::::::::
Tak lama kemudian kami pun selesai
menyiapkan makan siang. Dirumah hanya ada Aku,Lee Ahjumma dan Hyuk juga
pengurus rumah. Sedang Lee Ahjussi masih di kantornya dan Appaku tentu saja
masih di jepang. Lee Ahjumma memintaku untuk memanggil Hyuk makan siang. Aku
pun menuju ke kamarku. Sesampainya disana kulihat Hyuk yg tertidur pulas. Dasar
Hyuk!. Kalau sudah begini pasti susah membangunkannya.
“Yaa!Hyuk~ah..Bangun!Makanan sudah
siap..”Ucapku mengguuncang tubuhnya menggunakan tangan kiriku. Wajahnya masih
saja tertutup selimut.
“Hyuk~aah!!!Kalau kau tidak bangun juga Aku
akan...”Ucapku. lalu tiba2 ia bangkit dan berusaha menarikku seperti yg biasa
ia lakukan tiap kali Aku membangunkannya. Namun kali ini Aku berhasil
menghindar.
“Hahha!!Kali ini Aku tidak akan tertipu lagi
Hyuk~ah!!”Seruku tersenyum meledeknya.
“Euum…Jeongmalyo..?”Ia menatapku. Aku tidak
mengerti maksudnya.
“Kkaja..Ahjumma sudah menunggu kita..”Aku
hampir beranjak sebelum ia menarikku dan..
CUP!!
Ia kembali mengecupku. Membuatku sedikit
terkejut.
Aku berusaha melepaskannya namun tangannya
malah menahanku.
Otthokkae?! Apa yang harus kulakukan?
Kenapa jadi begini..?
“Yaa!!Kalian ini bisa tidak melakukannya
lain kali saja..?! Eunhyuk~ah,Eomma sudah kelaparan menunggumu turun untuk
makan..”Seru Lee Ahjumma tiba2 membuat Hyuk spontan melepaskannya. Hufft!!Syukurlah…
“Nee Eomma..Arasseoyo~”Ujarnya kembali
cemberut. Aku Cuma bisa tersenyum tiap kali melihat ekspresinya ini.
Kami pun bergegas turun ke ruang makan. Aku
berjalan lebih dulu sampai kurasakan sebuah tangan kekar menggenggam tanganku.
Aku tau itu adalah tangan Hyuk.
“Neo…harus selalu bersamaku..Saranghaeyo~ My
Cousin..”Ucapnya tersenyum yang juga kubalas dengan senyumanku.
THE END


0 comments:
Posting Komentar