Saranghaeyo, Cousin (Chapter 4)



<Yuri Pov>
Aku selesai menunjukkan kemampuanku. Dan kini giliran Eunhyuk. Aku mencoba memberikannya semangat. Tapi sepertinya ada yang aneh dengannya. Oh ya Aku baru sadar kalau daritadi belum melihat sosok Seoun. Apa karna itu Eunhyuk aneh? Karna Seoun tidak datang. Tapi kenapa ya dia tidak datang. Aku mencoba menghubungi Hpnya sampai kudengar suara seseorang dari seberang sana yg kuyakin bukan Seoun.
“Yebeoseyo! Chogii..Seoun~ssi?”Tanyaku memastikan.
“Nugu?Aah..mianhae, Aku membawa Hp ini karna pemiliknya mengalami Kecelakaan.”Ujar suara disana yg spontan membuatku terkejut.
“MWO?!?Kecelakaan?! Sekarang dia dimana?”Tanyaku panic. Orang itupun memberitahukan RS tempat Seoun dirawat. Aku ingin memberitahu Eunhyuk tapi saat ini dia berada di tengah panggung dan Aku tidak mungkin masuk kesana. Aku pun bergegas menuju ke RS.
Aku melihat No.Kamarnya. Aku hampir masuk kedalam sebelum seorang Ahjussi memanggilku.
“Chogii..Apa kau chingunya?Ini..Aku menemukan ini dalam tas nona itu,hanya saja tasnya sudah rusak terinjak kendaraan”Ucap Ahjussi itu memberikan Hp dan sebuah Buku.
“Oh Ne,Gwencana. Gomawo~yo Ahjussi”Ucapku.Ia pun pergi meninggalkanku.
Kulihat seorang yeoja terbaring di tempat tidur.Matanya tertutup dan tangan kanannya di Gips. Aku mendekatinya dan mengenggam pergelangannya. Ia membuka matanya perlahan.
“Yuri~ah!Mianhae..Aku tidak bisa melihat penampilanmu..”Ucapnya Lemah.
“Kenapa bisa seperti ini Seoun~ah…”Aku sungguh tidak menyangka akan jadi begini.
“Gwencana~Aku baik-baik aja kok” Ia mencoba tersenyum. Walau Aku tau saat ini ia pasti masih merasa kesakitan di tubuhnya. Aku benar2 tak bisa menahan airmataku. Aku tidak bisa melakukan apa2 untuknya. Saat ini Aku hanya mampu menangis dihadapannya.
Tiba2 Hpku bordering. Kulihat nama Eunhyuk di layarnya. Aku ingin mengangkatnya sebelum Seoun menarik tanganku. “Jangan beritahu padanya kalau Aku sedang berada disini?”
“Waeyo Seoun~ah? Dia harus tau keadaanmu sekarang!!Kalau tidak dia akan Membencimu karna…”Desakku yg dipotong olehnya.
“Gwencana..Asalkan dia tidak khawatir, Aku sudah merasa tenang. Walau setelah ini mungkin dia tak ingin bertemu lagi denganku. Jadi ku mohon jangan memberitahunya..”Pintanya.
“Keundae Seoun~ah…”Kulihat ia menatapku seolah memohon dengan sangat agar Aku tidak melakukannya. Aku tidak tega mellihatnya seperti itu.
“Yebeoseyo?Mwo?!Jinjjaro?!Ah Aku..Aku Cuma keluar beli minum kok. Ah ne..sebentar lagi Aku kesana. Ne, Annyeong..”Ucapku menutup telpon. Aku berbalik kearah Seoun.
“Eunhyuk, dia bilang dia berhasil memenangkan Juara I...”Ujarku.
“Jeongmalyo?!!Wah..Chukhae!!Dari awal Aku sudah yakin dia akan menang. Oh y,bagaimana denganmu Yuri~ah?”Ia terlihat begitu gembira saat mendengarnya.
“Bagiku itu tak penting. Sekarang masalahnya Eunhyuk menyuruhku kesana. Tapi bagaimana denganmu?”Tanyaku khawatir.
“Pergilah..Aku akan baik2 saja. Lagipula sebentar lagi Aku akan menelpon Ahjumma di rumah untuk menjemputku pulang.Kkaja..dia pasti menunggumu”Pintanya tersenyum.
“Seoun~ah, apa Ahjussi tau soal ini”Tanyaku saat berada dipintu.Ia menggeleng. Tanpa ditanyapun Aku tau jawabannya. Orang seperti apa dia ini? Bersedia menahan sakit dan menderita asal orang yg disayanginya bahagia.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Paginya Aku melihat Hyuk masuk ke kelas.Namun kali ini sendirian. Ia pun duduk disampingku.
“Chukhae Hyukjae~ah!Aku dengar kau menang dance semalam..”Seru seorang teman kelas kami sambil mengulurkan tangannya.
“Ne..Gomawo~yo!!”Balas Eunhyuk menjabat tangannya. Siswa itupun pergi.
“Aneh,tumben hari ini Seoun tidak membangunkanku..Tapi tidak apa, lagipula Aku membencinya saat ini.Aku benci orang yg tidak bisa menepati janjinya..”Ujarnya ketus.
“MWORAGO?!Ya Eunhyuk~ah!!Bagaimana mungkin kau bisa bicara seperti itu?”Umpatku.
“Waeyo?!Bukankah itu benar? Kenyataannya dia adalah Pembohong.”
“Neo!!Apa kau tau?Saat ini Seoun sedang terbaring lemah dirumahnya. Itu karna kemarin dia begitu semangat ingin melihat penampilanmu. Sampai2 tidak memperhatikan kendaraan saat menyebrang dan akhirnya mengalami kecelakaan yg membuat tangan kanannya harus di Gips..Dan kau tau?Dia sengaja melarangku agar tidak memberitahumu hanya karna tak ingin membuatmu khawatir.Apa kau tau HAH?!”Aku tidak tahan lagi.Aku tidak peduli jika setelah ini Seoun akan membenciku selamanya.Aku tak ingin Eunhyuk menganggapnya Pembohong.
“MWORAGO?!!”Pekiknya.
“Kau akan tau semuanya didalam sini..”Kataku memberinya sebuah buku. Sepertinya ia kenal buku itu. Ia pun membuka lalu membacanya. Belum lama ia membacanya, tiba2 saja ia berlari meninggalkan kelas tanpa memperdulikan Songsaenim yg baru masuk kelas.

<Eunhyuk Pov>
Yuri memebriku sebuah buku. Aku ingat buku ini. Ini hadiah dariku untuk Seoun 4 tahun lalu. Tapi kenapa ada pada Yuri? Dan apa maksudnya memberiku ini?. Aku tidak mengerti.
Kubuka buku itu dan mulai kubaca, mulanya Aku bingung karna didalamnya hanya terdapat puisi2 yg ditulis Seoun. Namun Aku terkejut saat membaca akhir dari salah satu tulisannya..
Yeongwonhi Saranghae...
“EUNHYUK~ah…”

Mwo??!Apa maksudnya ini??!!Jadi selama ini Seoun…!??. Tanpa pikir panjang Aku langsung berlari keluar kelas, mengacukan panggilan Songsaenim. Yg ada dipikiranku saat ini hanyalah keadaan Seoun. Dia terluka namun Aku malah menuduhnya yg tidak-tidak.
Aku sampai dirumah Seoun dan langsung menuju kamarnya. Saat kubuka pintu,kulihat seorang yeoja yg kesulitan berusaha meraih minuman dengan tangan kirinya dari ujung tempat tidur.
Sepertinya dia tidak menyadari kehadiranku.
<Eunhyuk Pov End>

Aku merasa haus, dan melihat air minum yang disediakan Ahjumma pengurus rumah tadi. Aku pun berusaha untuk mengambilnya. Tapi sayang, sulit sekali meraihnya hdengan tangan kiriku. Aku ingin menyerah saja,sampai tiba-tiba seseorang mengambilkan dan memberikannya padaku. Betapa terkejutnya Aku saat melihat orang itu. Dia adalah Eunhyuk.
“Hyuk~ah…Neo…”Ucapku terbata melihatnya kini tepat didepanku.
“Waeyo?Apa kau pikir menyembunyikan semua ini tidak membuatku khawatir Hah?!”Bentaknya.
“Mianhae Hyuk~ah..Aku Cuma tidak ingin merusak kebahagiaanmu saat menerima penghargaan kemarin..jeongmal..Aku tidak bermaksud..”Aku ingin melanjutkan perkataanku sebelum ia mengecup bibirku secara tiba2. Aku benar2 terkejut dibuatnya.
Apa-apaan ini?Kenapa ia melakukan ini padaku?!?!Apa maksudnya??.
“Yaaa!!Eunhyuk~aah!!Waeguraee??!!” Aku mendorong tubuhnya hingga ciumannya terlepas dariku. Ia menatapku dalam membuatku sedikit ragu melihatnya.
Saranghaeyo…”Kata itu sukses membuat jantungku berdetak lebih cepat dari yang kurasakan sejak tadi.
Mwoya igeum?Apa dia mempermainkanku? Tapi untuk apa..?
“Naa…Jeongmal Saranghaeyo Lee Seoun!!!”Ulangnya.
Mwo?Jadi dia…?Sungguh menyukaiku..? Aku benar2 tidak menyangka kejadiannya akan seperti ini. Jujur Aku sangat bahagia mengetahui semua ini, namun Aku juga sedih..karna Aku harus menghentikannya. Itu karna Kami adalah Saudara Sepupu. Dan perasaan ini seharusnya terlarang bagi kami berdua.
“Mi..mianhae Hyuk~ah, keundae..kau harus melupakan semua itu. Kau tidak seharusnya menyukaiku. Karna aa..Aku adalah saudara sepupumu. Anak dari adik ibumu sendiri.Apa kau sadar itu? Sekarang juga..Aku minta pergilah dari sini.” Aku menyuruhnya pergi sambil membelakanginya. Aku benar2 tidak mampu melihatnya saat ini.
“Keurae.Aku akan pergi..tapi sebelumnya Aku ingin Tanya satu hal padamu..”Ujarnya.
“Mwo..?”
“Neo...Apakah juga menyukaiku..?” Seketika pertanyaannya membuatku jantungku serasa behenti berdetak. Aku terdiam. Aku bingung harus menjawab apa padanya…

“Aa..a..aniiyo!!Aku sama sekali tidak menyukaimu..”Jawabku terbata. Aku tidak bisa lagi menahan air yang daritadi membendung dimataku. Kurasakan cairan hangat mengalir deras di pipiku menambah rasa sakit di hatiku. Dadaku terasa sangat sesak. Aku seolah merasakan pukulan yang keras didalam sini.
“Arraa..Aku pergi..”Ucapnya singkat. Mianhae Hyuk~ah, Aku benar-benar tidak bisa melakukannya. Aku masih menangis saat tiba2 mendengar suara sesuatu yg ambruk dibelakangku.
Aku kaget saat melihat Hyuk yg sudah terbaring di lantai. Aku benar2 panik dan tidak tau harus melakukan apa. Aku berusaha membangunkannya namun tidak ada hasil.
::::::::::::::::::::::::::::::::::

Aku duduk disebelahnya yg kini terbaring diatas tempat tidurku. Karna panik makanya Aku memanggil Lee Ahjumma. Ia bersama dengan pengurus rumahku yg mengangkat Hyuk ke tempat tidur. Dokter yg kami panggil bilang kalau Hyuk hanya kelelahan saja dan kekurangan tenaga. Aku baru tau dari Lee Ahjumma kalau dari sepulang pertandingan kemarin hingga pagi ini Hyuk belum pernah makan. Kenapa dia begitu bodoh? Aku bingung,karna sampai sekarang Hyuk masih juga belum sadar.
“Seoun~ah, Ahjumma pergi mengambil minum dulu yah..”Ucap Ahjumma yg kujawab dengan anggukan. Ia pun meninggalkan kamarku. Aku terus menatap wajah Hyuk
“Mianhae Eunhuk~ah..Aku terpaksa melakukan ini. Aku terpaksa berbohong kalau Aku tidak menyukaimu. Aku tidak mungkin melakukannya.Karna kau adalah Saudaraku. Dan menyukaimu terlarang bagiku. Na..ddo Saranghae..”Ujarku tertunduk disebelahnya.
“Babo~yaa!”Ucap Hyuk tiba2 membuatku kaget. Aku benar2 tidak tau kalau dia sudah sadar.
“Mworago?”Tanyaku.
“Neo Babo~ya! Kau ini Lugu sekali..yang terlarang itu jika kau menyukai saudara kandungmu. Sedangkan Aku hanya Sepupumu. Bagaimana mungkin Aku tidak boleh menyukaimu?!..Lagipula..sebenarnya dari tadi Aku sudah tau isi hatimu yg sebenarnya”Ujarnya tersenyum. Jinjjaro?Jadi selama ini Aku telah salah mengartikannya.. ternyata Aku tidak salah menyukainya.
“Keundae..darimana kau..”Tanyaku memastikannya.
“Tentu saja Aku tau..”Katanya mengeluarkan sebuah buku dari kantung jaketnya.
“Eeh..Chogii..”Aku melihat buku milikku yg dari kemarin kucari2.
“Babo!!Untuk apa kau masih menyimpannya?Bukankah sudah lama sekali?”Tanyanya bangkit dan duduk diatas tempat tidur.
“Mwo?Ini adalah benda milikku yang paling berharga. Jadi..”Ups..Aku keceplosan.
“Hahahha..!! Aegyooo...”Tawanya lalu mengacak rambutku lalu tiba2 perlahan mendekatkan wajahnya padaku. Omo?!Apa mungkin dia ingin menciumku?Apa yg harus kulakukan? Ottokhae..??!Kenapa jadi seperti ini..?Apa yg harus kulakukan?? Aku bingung..Aku menunduk sedikit sambil menutup mataku. Lalu tiba-tiba..
“MWOYA?!!?”Seru sebuah suara dari pintu kamar mengagetkan kami dan berhasil membuat Hyuk melepaskanku. Lee Ahjumma. Dia melihatnya! Ottokhae??!?!
“Kalian..?”Ucapnya seakan tak percaya.
“Mianhae Ahjumma..Aku bisa jelaskan..”Aku mencoba menjelaskannya..
“Bagus Sekalii!!”Serunya tersenyum.
“Eh…?”Tanyaku heran melihatnya. Sedang Hyuk hanya tersenyum.
“Haha!Ahjumma senang sekali akhirnya kau yg menjadi Yeojachingu nya Eunhyuk. Dengan begitu kau bisa seterusnya membangunkan Hyuk tiap saat.Hahha..”Ujarnya senang. Aku hanya tersenyum mendengarnya. Kupikir tadinya ia kan marah.
“Huft!Ya sudah, Ahjumma mau lanjutin masak dulu..”Ujarnya beranjak pergi.
“Chamkanman Ahjumma..Aku ikut..”Seruku menghentikan langkahnya.
“Mwo?!Shireo!Kau disini saja..bersamaku..”Rengek Hyuk menahan tanganku. Ini pertama kalinya Aku melihatnya manja seperti ini.
“Yaa Hyuk~ah!! Jangan menahannya teruss..biarkan dia membantu Eomma”Ucap Ahjumma.
“Keundae Eomma…”Rengeknya lagi..
“Sudah…kau kan bisa menemuinya lagi setelah memasak..”Tegas Ahjumma yg sukses membuat Hyuk melepaskan tanganku perlahan. Aku hanya tersenyum melihat wajahnya yg cemberut. Aku pun pergi membantu Ahjumma masak di dapur. Walau Cuma membantu dengan satu tangan untuk saat ini.
:::::::::::::::::::::::::::::::

Tak lama kemudian kami pun selesai menyiapkan makan siang. Dirumah hanya ada Aku,Lee Ahjumma dan Hyuk juga pengurus rumah. Sedang Lee Ahjussi masih di kantornya dan Appaku tentu saja masih di jepang. Lee Ahjumma memintaku untuk memanggil Hyuk makan siang. Aku pun menuju ke kamarku. Sesampainya disana kulihat Hyuk yg tertidur pulas. Dasar Hyuk!. Kalau sudah begini pasti susah membangunkannya.
“Yaa!Hyuk~ah..Bangun!Makanan sudah siap..”Ucapku mengguuncang tubuhnya menggunakan tangan kiriku. Wajahnya masih saja tertutup selimut.
“Hyuk~aah!!!Kalau kau tidak bangun juga Aku akan...”Ucapku. lalu tiba2 ia bangkit dan berusaha menarikku seperti yg biasa ia lakukan tiap kali Aku membangunkannya. Namun kali ini Aku berhasil menghindar.
“Hahha!!Kali ini Aku tidak akan tertipu lagi Hyuk~ah!!”Seruku tersenyum meledeknya.
“Euum…Jeongmalyo..?”Ia menatapku. Aku tidak mengerti maksudnya.
“Kkaja..Ahjumma sudah menunggu kita..”Aku hampir beranjak sebelum ia menarikku dan..
CUP!! 

Ia kembali mengecupku. Membuatku sedikit terkejut.
Aku berusaha melepaskannya namun tangannya malah menahanku.
Otthokkae?! Apa yang harus kulakukan? Kenapa jadi begini..?
“Yaa!!Kalian ini bisa tidak melakukannya lain kali saja..?! Eunhyuk~ah,Eomma sudah kelaparan menunggumu turun untuk makan..”Seru Lee Ahjumma tiba2 membuat Hyuk spontan melepaskannya. Hufft!!Syukurlah…
“Nee Eomma..Arasseoyo~”Ujarnya kembali cemberut. Aku Cuma bisa tersenyum tiap kali melihat ekspresinya ini.
Kami pun bergegas turun ke ruang makan. Aku berjalan lebih dulu sampai kurasakan sebuah tangan kekar menggenggam tanganku. Aku tau itu adalah tangan Hyuk.
“Neo…harus selalu bersamaku..Saranghaeyo~ My Cousin..”Ucapnya tersenyum yang juga kubalas dengan senyumanku.

THE END

0 comments:

Posting Komentar