“Eunjae~ya..boleh aku menanyakan sesuatu padamu?!” Tanya Juniel tiba-tiba membuat Eunjae yang sedang memilih beberapa bahan makanan beralih menatapnya. Keduanya kini sedang berada dalam Mini market untuk berbelanja untuk makan malam nanti.
“Apa itu?” Eunjae balik bertanya.
“Mengenai Minhwan. Kenapa setiap menjelang sore hari dia selalu menghilang entah kemana. Memangnya..dia pergi kemana? Apa kau tau?”
“Ah~soal itu yah. Dia itu pergi bekerja.” Jawaban Eunjae membuat Juniel sedikit terkejut.
“Bekerja?! Bukankah pekerjaannya adalah menyembuhkan orang-orang sepertiku?” Pertanyaan Juniel kali ini membuat Eunjae tertawa kecil
“Eonni, kau ini benar-benar polos rupanya..” Katanya tersenyum namun Juniel malah menatapnya heran. “Apa yang dilakukannya saat ini padamu hanyalah sampingan dan hanya bersifat sementara untuknya. Seseorang tentu harus memiliki sebuah pekerjaan tetap.” Tuturnya
“Kalau begitu..dimana ia bekerja sekarang?”
Eunjae baru saja ingin menjawab sampai seseorang tanpa sengaja menabraknya.
“Oh~maafkan aku! Aku sungguh tidak sengaja..” Kata orang itu merasa bersalah
“Minhyuk oppa?!” Ucap Eunjae membuat namja bernama Minhyuk itu menatapnya terkejut.
“Minhyuk~si..” Kata Juniel juga
“Oh?! Juniel~si..” Minhyuk berbalik dan lagi-lagi terkejut dengan orang yang ditemuinya.
“Kalian..?!”
♥:♥:♥
“Ah~jadi begitu yah..kalian berdua adalah sepasang kekasih, dan sebentar lagi akan bertunangan?!! Wah~aku benar-benar tidak menyangka!” Terang Juniel saat mengetahui kebenarannya. Kedua orang tersebut hanya dapat tersenyum satu sama lain mendengarnya. Mereka sedang dalam perjalan pulang ke rumah Eunjae, dengan mengendarai mobil milik Minhyuk.
“Minhyuk oppa pernah mengatakan tentang teman klub nya yang tidak dapat bersentuhan dengan orang lain, tapi aku sama sekali tidak tau kalau orang itu ternyata adalah Juniel eonni. Wah~dunia ini ternyata benar-benar sempit yah!” Ujar Eunjae
“Oh iya! Waktu aku sudah kembali ke Klub, ketua mengatakan ada namja bernama Minhwan yang menggantikan posisiku sewaktu latihan. Saat itu aku sempat ragu kalau dia adalah Minhwan Hyung…tapi ternyata itu benar-benar dia. Aku sama sekali tidak tau kalau orang yang membantu penyembuhanmu saat ini adalah Minhwan hyung..” Tutur Minhyuk seraya terus menatap kedepan.
Seolah teringat akan sesuatu, Juniel menatap kedua orang yang duduk dihadapannya itu.
“Minhyuk~si..bisakah kau menolongku?”
♥:♥:♥
Hari sudah malam saat Juniel akhirnya tiba di tempat tujuannya. Ia baru saja turun dari mobil kemudian memandangi bangunan di depannya.
“Eonni..apa kau yakin tidak ingin ditemani?!” Tanya Eunjae dari dalam mobil
“Itu benar. Bukankah berbahaya jika kau seorang diri?” Minhyuk ikut menatapnya khawatir. Namun Juniel membalasnya dengan senyuman.
“Terima kasih karna sudah mengkhawatirkanku. Tapi kali ini aku yakin, bisa melakukannya sendirian. Kalian pulanglah duluan..” Kata Juniel berusaha meyakinkan keduanya. Walau masih terlihat khawatir, Eunjae dan Minhyuk pun akhirnya mengalah dan meninggalkan tempat itu.
Sebuah bangunan yang cukup besar berwarna putih dengan beberapa mobil yang terparkir di depannya. Cukup banyak pekerja yang berjalan keluar masuk disana. Tempat itu tidak lain adalah kantor pengiriman barang.
Juniel memandangi bangunan itu cukup lama. Sampai akhirnya seseorang yang ditunggu-tunggunya sejak tadi muncul juga. Nampak Minhwan yang berjalan keluar sambil membawa sebuah kotak kardus besar dan memasukkannya kedalam salah satu mobil. Melihat itu Juniel pun tersenyum lalu berjalan menghampirinya.
Minhwan cukup kesulitan mendorong kotak besar yang masih dalam posisi miring saat tiba-tiba sebuah tangan ikut mendorong kotak tersebut hingga akhirnya berhasil masuk dengan baik kedalam mobil.
Betapa terkejutnya Minhwan saat menyadari orang yang tadi membantunya ternyata tidak lain adalah Juniel. Gadis itu kini sedang tersenyum sambil menatapnya.
“Neo..apa yang kau lakukan disini?!”
♥:♥:♥
Minhwan dan Juniel kini sedang dalam perjalanan pulang. Keduanya cukup canggung saat berjalan di pinggiran kota Seoul yang mulai tampak sepi. Juniel yang hanya menggunakan dress tipis hanya dapat mengusap kedua lengannya agar tetap hangat. Tepat saat ia tengah melakukan itu, Minhwan tiba-tiba saja memakaikan jaket miliknya pada gadis itu membuat Juniel sedikit tersentak.
“Oh? Mianhae..aku..tidak menyentuhmu kan?” Tanya Minhwan khawatir, Juniel sendiri tersenyum kecil lalu menggeleng
“Aniya..aku baik-baik saja.” Jawabnya singkat.
Minhwan menghembuskan nafas lega. Padahal tadi ia benar-benar khawatir jikalau gadis itu lagi-lagi pingsan secara tiba-tiba. “Syukurlah..ah tunggu sebentar!” Ucap Minhwan lalu merogoh ranselnya kemudian memberikan sebuah minuman kaleng hangat pada Juniel. “Minumlah! Itu bisa membuatmu merasa lebih hangat..”
Juniel menatapnya cukup lama lalu akhirnya menerima minuman itu. “Gomawoyo, Minhwan~si..”
“Kau sudah melihatnya kan? Alasan aku selalu pergi sebelum sore dan kembali saat malam adalah karna aku bekerja sebagai seorang pengantar barang.” Tutur Minhwan sambil terus berjalan.
Juniel tertawa kecil. “Setidaknya itu lebih menyenangkan disbanding denganku yang tidak tau harus melakukan apa di rumahku. Bekerja mungkin membuatmu lelah, tapi kelelahan itu seakan terobati saat kau pulang dan bertemu dengan keluargamu dirumah. Mereka yang seolah menjadi penyemangat saat kau berangkat dan selesai mengerjakan sesuatu.”
Minhwan tidak menjawab dan masih memandang kedepan. “Kau tau..terkadang aku berpikir alangkah baiknya jika aku bisa bersama dengan orang tua dari orang lain yang mungkin bisa membuatku bahagia. Namun setiap kali aku selesai memikirkan hal itu bayangan ketika aku sedang tersenyum dan tertawa bersama Eomma seolah menyadarkanku bahwa aku memiliki seorang Ibu diluar sana yang kebahagiaan saat bersama dengannya tidak akan pernah dapat tergantikan oleh orang tua manapun. Meskipun aku terdengar sering mengeluh tentang semua ini, tapi aku sama sekali tidak pernah membencinya. Karna dia adalah Eomma-ku yang kusayangi, dan aku tau..dia juga menyayangiku.” Juniel meneguk minumannya sekali. Airmata lagi-lagi menetes membasahi pipinya. Cepat-cepat ia mengusap airmatanya tersebut. “Maafkan aku..”
Minhwan menatap gadis dihadapannya itu dalam. “Wah~airmata itu sepertinya akan lebih membantumu merasa hangat.” Candanya membuat Juniel tertawa kecil. “Yaa~lagipula kenapa kau datang kesana?! Apalagi seorang diri, bukankah itu berbahaya bagimu?!”
“Aku juga tidak tau. Aku...hanya ingin bertemu denganmu.”
Minhwan mendadak menghentikan langkahnya kemudian menatap tajam kearah Juniel. Keduanya saling memandang satu sama lain cukup lama sampai akhirnya Minhwan lebih dulu mengalihkan pandangannya.
“Aku ingin makan sesuatu..” Ucapnya lalu berjalan lebih dulu menuju salah satu toko kecil yang terdapat di pinggir jalan. Toko itu rupanya menjual jajanan kecil.
“Ini..cobalah!” Ucap Minhwan seraya memberikan sebuah kue beras pada Juniel.
“Uwaah~ini enak sekali..” Kata Juniel kagum. Ia memang baru kali ini makan jajanan seperti ini.
“Benar kan?! Jajanan disini memang dikenal dengan rasanya yang enak. Aku sering kesini setiap kali pulang kerja.” Kata Minhwan antusias tanpa sadar ada sedikit saus yang tertinggal disekitar bibirnya.
Juniel yang melihat itu tersenyum kecil kemudian mengeluarkan sapu tangan miliknya dan mencoba membersihkan saus itu dari bibir Minhwan. Seolah menyadari apa yang dilakukannya ia pun terpaku ditempatnya. Kali ini bukan hanya dirinya, tapi Minhwan juga ikut terkejut. Keduanya kembali saling bertatapan satu sama lain cukup lama sampai akhirnya teguran dari pemilik toko berhasil menyadarkan mereka.
“Minhwan~ah..apa dia kekasihmu?!” Goda sang Ahjumma pemilik toko
Minhwan sendiri menatapnya terkejut. “Apa?! Eh? Aa~aniiyo ahjumma! Dia sama sekali bukan…”
“Eiiyy~anak muda sekarang. Masih suka malu mengungkapkan hubungan mereka.” Sela pemilik toko. “Sudahlah jangan membantah lagi. Kalian berdua benar-benar terlihat serasi satu sama lain. Mengingatkanku pada masa mudaku dulu..” Tambahnya.
Minhwan dan Juniel sendiri tidak mengatakan apa-apa lagi. Keduanya hanya tersenyum mendengar hal itu.
♥:♥:♥
Keduanya baru saja tiba di depan rumah saat mendadak melihat Eunjae keluar dari rumah. Seperti ingin pergi ke suatu tempat.
“Eunjae~ya..kau mau pergi kemana?!” Tanya Minhwan heran
“Oh?! Kalian sudah pulang rupanya! Aku ingin ke Mini market sebentar untuk membeli bahan makanan untuk besok pagi.” Terang Eunjae
“Lagi? Bukannya tadi kita sudah membelinya?” Giliran Juniel yang bertanya
“Aku baru sadar ternyata masih ada beberapa bahan yang lupa untuk dibeli.” Sahut Eunjae lalu berniat pergi sampai Minhwan menahannya
“Yaa~sini biar aku yang membelinya.” Ujar Minhwan berniat mengambil daftar belanjaan namun segera ditahan oleh Eunjae
“Sudahlah. Biar aku saja yang pergi..Oppa pasti lelah karna baru pulang kerja. Kau istirahat saja..” Tolak Eunjae
“Tapi ini sudah hampir larut malam. Bahaya jika kau pergi sendirian!”
“Biar aku yang menemaninya.” Kata Juniel tiba-tiba membuat Minhwan maupun Eunjae menatap kearahnya.
“Tidak usah eonni, lagipula kau kan…”
“Gwencanayo. Lagipula akan lebih baik jika aku bersamamu daripada kau pergi sendirian, bukan?!” Tutur Juniel membuat Eunjae dan Minhwan berpikir sejenak. “Ayolah..aku akan baik-baik saja!” Kata Juniel lagi dan akhirnya membuat pertahanan kedua orang itu luluh juga.
“Arasseo..kalau begitu eonni bisa ikut denganku. Oppa, kami pergi dulu.” Seru Eunjae lalu berjalan meninggalkan tempat itu bersama Juniel.
“Eunjae~ya!” Seru Minhwan membuat Eunjae berbalik. “Hati-hati..” tambahnya membuat Eunjae tersenyum sesaat lalu kembali berjalan.
Minhwan memandang punggung kedua gadis itu yang semakin menjauh. Entah kenapa, ada sesuatu yang mengganjal hatinya saat ini. Dan perasaannya kurang enak akan hal ini.
♥:♥:♥
Malam sudah sangat sepi saat Eunjae dan Juniel akhirnya selesai berbelanja. Keduanya sedang dalam perjalanan pulang kerumah dan melewati sebuah gang kecil sampai tiba-tiba seseorang menabrak lengan Eunjae hingga membuat plastic berisi belanjaannya jatuh.
Eunjae menatap kesal belanjaannya yang kini berserakan di jalanan, kemudian membalikkan tubuhnya. Nampak 2 orang pria bertubuh besar yang berdiri dihadapannya. Kedua pria itu menatap aneh kearahnya dan Juniel.
“Oh?! Maafkan kami. Kami benar-benar tidak sengaja..” Kata salah satu pria tersebut.
“Iya benar. Kalau begitu bagaimana jika kalian ikut dengan kami, aku jamin kami akan membayar ganti ruginya.” Ucap pria yang satunya lagi mulai bergerak maju kearah Eunjae. Juniel sendiri berdiri dibelakang Eunjae. Kedua gadis itu tau ada yang tidak beres dengan mereka.
“Yaa~menyingkir dari hadapanku!!” Seru Eunjae terdengar mengancam namun kedua pria itu hanya tertawa mendengarnya.
“Oh~kenapa gadis ini galak sekali?! Hm? Tapi sepertinya gadis dibelakang sana lebih pendiam. Dan lebih cantik..bagaimana kalau kau saja yang ikut dengan kami gadis cantik.” Tutur pria itu lalu berniat mendekat kearah Juniel yang mulai tampak ketakutan.
Melihat itu Eunjae pun dengan cepat memukulkan plastic berisi belanjaannya yang satu lagi ke wajah pria itu. “Langkahi dulu mayatku baru kau boleh menyentuhnya!!” Ancam Eunjae.
Kedua pria itu tertawa satu sama lain. “Benarkah?! Kalau begitu ayo lakukan!” Ucapnya lalu berniat mendekati Juniel dan sekatika ditahan oleh Eunjae.
“Eonni, cepat pergi!!!” Serunya pada Juniel.
“Tidak mau..aku tidak mungkin meninggalkanmu sen..”
“CEPAT PERGI!! Dan beritahu pada Minhwan oppa!!” Teriak Eunjae lagi. Meskipun berat, Juniel pun akhirnya menuruti keinginannya dan berlari meninggalkan tempat itu.
“Gadis brengsek!! Rasakan ini!!” Sebuah tamparan kini mendarat di pipi kanan Eunjae membuat gadis itu jatuh tersungkur ditanah sedangkan pria yang satunya lagi berlari mengejar Juniel.
Eunjae yang terbaring di pinggiran jalan mendadak terkejut saat pria dihadapannya itu mencoba mencoba menarik baju miliknya.
“APA YANG AKAN KAU LAKUKAN?!!” Pekik Eunjae. Rasa takut kini memenuhi pikiran gadis itu. Pria dihadapannya itu tertawa kecil.
“Ini akibatnya kalau kau mencoba menolong orang lain.” Ucapnya lalu berusaha membuka kancing baju milik Eunjae.
“Apa yang kau lakukan?!! Hentikan!!! Lepaskan aku!!!” Pekik Eunjae seraya berusaha melawan, namun tenaganya sama sekali tidak sebanding dengan pria itu. Dan akhirnya pria itu pun berhasil merobek pakaiannya dengan paksa.
Pria itu mengecup bibir Eunjae secara liar membuatnya bungkam. Pria itu juga menindih kedua tangannya hingga ia tidak mampu bergerak sama sekali. Walau Eunjae terus berusaha melawan ia sama sekali tidak bisa menandinginya. Tenaganya benar-benar sudah habis. Saat itulah ia menyadari sesuatu, hingga akhirnya airmata mengalir membanjiri pipinya. Ia tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Bayangan seseorang mendadak terlintas dibenaknya.
Maafkan aku..Minhyuk oppa.
♥:♥:♥
Juniel masih berusaha memandang kearah tempat Eunjae berada sampai tiba-tiba mendapati pria yang tadi dilihatnya kini berlari kearahnya. Hal itu seketika membuatnya terkejut hingga akhirnya kembali berlari. Juniel terus berlari tanpa arah, yang ada dipikiran gadis itu saat ini hanyalah bagaimana ia bisa menghindar dari pria tersebut.
Namun karna ketakutan sekaligus pikirannya yang benar-benar kacau saat ini membuat konsentrasi gadis itu buyar. Hingga saat berniat ingin menyebrangi jalan, ia sama sekali tidak melihat ada truk pengantar barang yang melaju kencang kearahnya.
BRUKK!!!
Tubuh Juniel seketika terhempas dan jatuh terbaring di jalanan. Kepalanya yang sempat menghantam bagian depan truk kini mengeluarkan banyak darah. Pria yang tadi mengikutinya juga tampak begitu terkejut dan akhirnya memilih pergi dari sana.
Juniel menatap langit yang terlihat kelam namun masih memiliki cahaya bintang yang membuatnya terlihat indah. Ingin sekali rasanya menjadi salah satu dari bintang-bintang tersebut. Dada gadis itu terasa sesak saat ini, nafasnya pun sudah tidak beraturan. Mendadak bayangan saat ia bersama dengan Appa dan Eomma-nya muncul dibenaknya.
“Ap..appa..eomma...aa~aku sangat merindukan kalian.” Ucapnya susah payah. Samar-samar Juniel mendengar sebuah suara memanggilnya, namun saat itu pula semuanya menjadi gelap.
Suara itu kini tak terdengar lagi.
#To Be Cont.


0 comments:
Posting Komentar