“KUBILANG
PERGI!!” Bentak Sungmin membuat Wana tertegun sesaat
ditempatnya. Lalu detik kemudian ia pun berlari meninggalkan Sungmin.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Wana menatap kosong halaman didepannya. Sebelum ketempat ini Wana
sempat mendatangi ruangan khusus jurusan yang dimasuki Eunsu. Setelah bertanya
kesana kemari Wana akhirnya berhasil menemukan salah seorang yeoja yang dikenal
sebagai sahabat dekat Eunsu. Wana sengaja bertanya kepada yeoja itu alasan
mengapa Eunsu sampai marah kepada Sungmin, ia yakin yeoja itu tau semuanya.
Awalnya yeoja itu tidak ingin memberitahunya, namun karna Wana terus memohon
akhirnya yeoja itupun mau memberitahunya.
“Semalam seseorang mengatakan pada Eunsu bahwa ia melihat Sungmin
mencium seorang gadis dalam Klub. Ia juga bilang kalau malam itu Sungmin
sendiri yang mengatakan bahwa gadis itu adalah yeojachingu nya. Aku memang
tidak tau siapa gadis yang dimaksud itu. Keundae sepertinya Eunsu sudah
mengetahuinya.”
Wana benar-benar tidak tau kalau semuanya akan jadi seperti ini. Jadi
ternyata ialah alasan dari semua ini. Orang yang menjadi penyebab Sungmin dan
Eunsu berpisah. Walaupun matahari menampakkan sinarnya saat ini namun hawa
dingin masih tetap terasa. Sesuatu yang hangat tiba-tiba saja menetes di pipi
gadis itu.
“Iissh~Babo yeoja..!! Kenapa juga aku harus menangis hanya karna
dibentak olehnya?! Bukankah ia sudah sering melakukan ini padaku?!!” Ucap Wana
seraya menghapus airmatanya. Gadis itu berusaha menghentikan tangisannya namun
tidak berhasil. Airmatanya terus saja mengalir. Waeyo..? Kenapa harus kau yang aku sukai..?
Wana membiarkan aimatanya yang terus mengalir. Cuaca yang dingin kini
menambah pilu di hatinya.Aku harus melakukan sesuatu.
][][[][][][][][][][][][][][][][][
Hari yang lagi-lagi harus dilalui dengan keheningan. Bedanya kali ini
Wana tidak memiliki keberanian seperti kemarin untuk menegur Sungmin. Jadi ia
lebih memilih diam. Walaupun sejujurnya ia sedih dengan situasi seperti ini. Mungkinkah ini
berarti bahwa dirinya dan Sungmin tidak akan bicara satu sama lain lagi untuk
selamanya..?!.
“Aku sedang tidak ingin langsung pulang kerumah. Kita pergi ke Pantai
saja.” Ucap Sungmin tiba-tiba membuat Wana menoleh kearahnya.
“Eh?! Tapi kan..”
“Bisa tidak sekali ini saja kau mengikuti perkataanku tanpa harus
berdebat lebih dulu denganku..?!” Pertanyaan Sungmin kali ini lebih terdengar
seperti perintah di telinga Wana. Itu sebabnya dia tak ingin melanjutkan
kalimatnya lagi dan hanya mengendarai mobil menuju Pantai.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Hari sudah sore saat mereka berdua tiba di Pantai. Sesampainya disana
Sungmin pun turun lalu bersandar pada mobil. Angin laut yang terbilang cukup
dingin kini menerpa tubuh mereka.
“Mianhaeyo~..” Ucap Sungmin pelan. Wana hanya dapat menatap punggung
Sungmin yang kini membelakanginya. “Seharusnya aku tidak membentakmu seperti
itu kemarin..bukan salahmu jika Eunsu cemburu dan akhirnya memilih putus
dariku.”
Wana tidak berkata apa-apa. Ia hanya berniat mendengarkan perkataan
Sungmin. “Aku sadar..ucapanku kemarin terlalu kasar padamu. Itu sebabnya,
maafkan aku..” Kini Sungmin berbalik lalu menatap gadis dihadapannya itu.
Wana sendiri sedikit terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya.
Sungmin mau meminta maaf padanya. Ini sungguh diluar dugaan gadis itu.
“Ah~a..aniiyo..nan gwencana. Aku sendiri juga seharusnya minta maaf. Karna
aku..kau dan Eunsu jadi seperti ini..neomu mianhaeyo Sungmin~si..” Ujar Wana
pelan. Sungmin sendiri tidak langsung berkomentar. Selama beberapa saat tidak
ada sepatah katapun yang keluar dari keduanya. Suasana hening lagi-lagi
terjadi.
“Aiish~jinjja~Yaa!! kenapa suasananya malah jadi canggung begini..?!
Menyebalkan!!” Protes Sungmin tiba-tiba membuat Wana melongo seketika.
“Heh?! Semua ini kan karna kau! Kau sendiri yang memulainya!!” Balas
Wana. Selama beberapa saat keduanya saling menatap tajam lalu detik berikutnya
seulas senyum tersungging di bibir keduanya yang kemudian berubah menjadi tawa.
“Hhaha..Jinjja~!!” Kekeh Sungmin seolah belum percaya bahwa dirinya
sedang tertawa lepas seperti sekarang. Tawa Sungmin seketika reda saat matanya
terarah pada sosok Wana yang masih tertawa tanpa menyadari bahwa dirinya sedang
diperhatikan. Selama beberapa detik Sungmin memandangi Wana lalu kemudian
tertegun. Perasaan aneh yang timbul saat ia pulang dari Mall malam itu kini
kembali lagi. Tanpa ia sadari kini matanya terus saja memandangi Wana.
“Sungmin~si..waegurae?” Tanya Wana membuat Sungmin seolah tersadar dari
lamunannya. Sekilas ia tampak bingung, namun sesaat kemudian ia malah tertawa
membuat Wana memadangnya heran.
“Haa~jinjja~!!” Ucapnya seraya menggaruk pelan kepalanya yang tidak
gatal sama sekali. Ia menatap Wana sebentar kemudian tersenyum. “Gwencanayo~
Sudah hampir malam.kkaja kita pulang.” Sungmin lalu masuk kedalam mobil
meninggalkan Wana yang masih tampak bingung. Namun tetap mengikuti perkataan
pemuda itu. Didalam mobil Sungmin menutup matanya perlahan seraya tersenyum
kecil. Ia
menyadari sesuatu.
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Sungmin tengah tidur lelap sampai merasakan seseorang memanggil-manggil
namanya.
“Sungmin~si ireona..” Ucap Wana pelan. Gadis itu sudah berulang kali
memanggil Sungmin namun karna belum ada respon membuatnya jadi kesal. “YA~LEE
SUNGMIN!!!!!” Pekiknya membuat Sungmin spontan terbangun dari tidurnya karna
kaget.
“Oo~kkamjjagiya!!!” Seru Sungmin seraya mengelus dadanya.
“Neo..Jeongmal..~!!” Ia lalu menatap kesal kearah Wana.
“Hehe..mianhae~habisnya sudah kupanggil berkali-kali kau tidak
bangun-bangun juga. Kita sudah sampai.” Cengir Wana.
Sungmin tidak begitu memperhatikan keluhan gadis itu, matanya kini
sibuk menatap sekitar tempat mereka berada saat ini.
“Mwoya? Ini bukan dirumah.” Kata Sungmin yang akhirnya menyadari kalau
mobil mereka sedang terparkir di depan sebuah Cafe.
Wana tidak langsung menjawab, kini gadis itu malah keluar dari mobil
begitupula dengan Sungmin. “Keurae~ini memang bukan dirumah. Aku sengaja
membawamu kesini.” Sahut Wana seraya tersenyum.
“Mwo?! Ya~memangnya untuk apa kau...” Kalimat Sungmin seketika terhenti
saat matanya berhasil menemukan sosok seseorang. Yeoja yang begitu dikenalnya.
Eunsu. Yeoja itu sedang duduk sendirian di salah satu kursi dalam Cafe
tersebut. Sendirian. Kini Sungmin tau alasan mengapa ia dibawa kesini. Gadis
itu ternyata sengaja mengatur semua ini dan berharap ia dan Eunsu bisa kembali
bersama. “Dwaesso. Ayo pulang!” Ujarnya berniat masuk kedalam mobil sampai Wana
tiba-tiba saja menguncinya lebih dulu. “Neo..?!!”
“Apa hanya karna dia sudah memutuskanmu kau akhirnya menyerah begitu
saja?! Babo~ya?!” Sergah Wana.
Kini Sungmin menatap tajam kearah gadis itu.”Mworago?!”
“Lee Sungmin BABO!! Kau PENGECUT!!”Ulang Wana. Kali ini lebih keras,
membuat Sungmin seketika maju menghampirinya dengan tangan diatas sedang
terkepal. Wana yang berpikir bahwa Sungmin akan memukulnya, seketika menutup
matanya dan sedikit tertunduk. Namun beberapa detik kemudian ia sadar tidak ada
yang terjadi padanya.
Sungmin menatap tajam wajah Wana yang tepat berada dihadapannya.
“Kau..Menyukaiku?!”
#TO BE CONT


0 comments:
Posting Komentar