I'm Not a Slave Part 3


“Mw..mwoya?! Sungmin~si..apa yang akan kau lakukan?!” Wana berusaha terdengar biasa. Namun sejujurnya sangat ketakutan saat ini. Dia tidak pernah berpikir kalau Sungmin bisa menjadi menakutkan seperti ini. “ANDWAE!!” Pekik Wana akhirnya. Dia benar-benar tidak bisa bertahan lagi.
Sungmin kini menarik wajahnya kembali sembari tersenyum puas, karna telah berhasil menang dari gadis itu. Tanpa berkata apa-apa lagi ia lalu berjalan masuk kedalam Club meninggalkan Wana yang masih terpaku ditempatnya. Gadis itu masih shock dengan apa yang baru saja dialaminya. Satu hal yang disadarinya saat ini. Ia takkan bisa menang darinya.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Lampu yang berkelap-kelip serta suara musik keras memenuhi ruangan klub. Berisik sekali. Wana heran, entah apa yang membuat orang-orang bisa menyukai tempat seperti ini.
“Cih..! sekarang aku tau alasan mengapa aku ditugaskan untuk mengawasi orang itu.” Cibirnya seraya menatap kearah Sungmin yang duduk tidak jauh dari tempatnya saat ini. Pemuda itu sedang tertawa bersama beberapa temannya yang kebanyakan adalah para gadis.
Sungmin sedang asik bersenda gurau bersama temannya sampai mendadak matanya tertuju pada tempat Wana berada. Seorang namja yang tidak dikenalnya kini menghampiri gadis itu. Melihat pemandangan itu entah mengapa membuatnya sedikit khawatir.
“Hai nona cantik!” Seorang namja asing tiba-tiba saja menyapa Wana dan duduk disampingnya. Wana tidak langsung menjawab.
“Sendirian saja..?” Wana lagi-lagi tidak menjawab. “Kenapa diam saja..? Aah~kau sedang sakit yah?” Tidak ada jawaban dari gadis itu. Rasa takut kini menyelimutinya dan itu membuatnya tidak dapat melakukan apa-apa saat ini. Tubuh Wana mulai gemetar saat ia merasakan tangan pemuda itu yang sebelumnya menyentuh dahinya kini beralih dan mulai melingkar di pinggangnya. Gadis itu tidak dapat melawan. Saat ini ia benar-benar takut.
Wana tersadar saat seseorang tiba-tiba saja menarik tangannya hingga berdiri.
“Jangan sentuh dia.” Kata Sungmin singkat.
“Hha..memangnya kenapa? Apa urusannya denganmu?” Tanya namja itu.
Sungmin diam sejenak. “Gadis ini...adalah Yeojaku.” Jawaban Sungmin barusan membuat Wana menatap kearahnya. Apa dia gila?!
Namja itu sendiri malah tertawa mengejeknya. “Haha..memangnya kau pikir aku akan percaya begitu sa..” Kalimat namja itu seketika terhenti karna terkejut melihat Sungmin yang tiba-tiba saja mengecup bibir Wana.
Gadis itu sendiri tidak kalah terkejut dari yang lainnya. Baiklah!! Dia benar-benar sudah gila!!.Wana mencoba melepaskan diri tapi Sungmin malah mengenggam tangannya begitu kuat. Dan ia sadar takkan mampu menyaingi tenaga pemuda itu. Wana hanya dapat berharap Sungmin tidak bisa mendengar detakan jantungnya yang begitu cepat saat ini.
Setelah beberapa saat akhirnya Sungmin melepaskan ciumannya. Matanya bertemu dengan Wana. “Diam dan jangan komentar!”Bisiknya pada Wana.
“Aku rasa yang tadi itu sudah cukup untuk membuktikan semuanya. Atau mungkin aku perlu melakukan sesuatu yang lebih ekstrim agar kau percaya?!” Seketika Wana membelalakkan matanya. Jangan bilang dia masih bisa lebih gila dari ini.
Karna tidak ada respon dari namja itu, Sungmin pun tersenyum lalu membawa Wana keluar dari Klub.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
PLAKK!! Sebuah tamparan mendarat tepat di pipi kanan Sungmin.
“Yaa!! Miccesso?!! Akh~beraninya kau..?!” Sungmin meringis sambil memegang pipinya yang kini memerah.
“Micceo?! Kau bilang aku Gila? Kau itu yang GILA!! Seenaknya saja mencium orang sembarangan!!” Seru Wana tak kalah. Memang benar dia menyukai Sungmin, tapi itu bukan berarti dia akan menerima apapun yang akan dilakukan Sungmin padanya. Termasuk dalam hal ciuman ini.
“YA!! Kau pikir aku senang melakukan itu hah?! Cih! Kau pikir namja itu akan percaya kau adalah yeojaku kalau aku tidak melakukan itu?!.”
“Mwo..?!” Wana menatapnya bingung.
“Neo jinjja~kalau didepanku kau ini seperti seekor singa! Tapi saat bersamanya tadi kenapa kau malah ketakutan seperti itu hah?!” Umpat Sungmin tak terima. Wana tidak membalas, apa yang dikatakan Sungmin memang benar. Entah mengapa tadi ia benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa. Tidak ada alasan mengapa ia jadi seperti itu. Ia hanya takut. “Aiish~kau ini bukannya berterima kasih karna aku sudah menolongmu. Malah menamparku seperti ini. Dasar gadis aneh.” Wana baru saja ingin membalas sampai Sungmin lebih dulu menyelanya.”Mwoya?! Masih mau memarahiku? Masih mau menambah kesalahanmu? Apa kau tidak sadar kau baru saja menamparku. Majikanmu sendiri!!”
Ucapan Sungmin seketika membuat Wana tertegun. Gadis itu lalu membekap mulutnya sendiri. Ia benar-benar lupa akan hal ini. Ottokhae?!!
Sungmin menghela nafas.”Dwaesso. Kali ini kau kumaafkan, tapi hal ini tetap akan kujadikan sebagai alat untuk mengancammu. Kalau kau sampai berbuat ataupun berkata yang tidak-tidak lagi padaku. Maka aku tidak akan segan-segan memberitahukannya pada Abeoji lalu membuat Appamu ataupun kau dipecat dari pekerjaan kalian. Arra?!” Wana mengangguk pelan walau sejujurnya masih merasa kesal. “Kkaja~!!” Perintah Sungmin lalu masuk kedalam mobil begitupun dengan Wana.
Pandangan Sungmin menerawang kedepan. Lagi-lagi menghela nafas.“Haah~sepertinya besok aku akan mendapat masalah besar.” Gumamnya lalu perlahan menutup mata.
Meskipun kecil, tapi Wana bisa mendengar apa yang baru saja dikatakan pemuda itu. Jujur Wana tidak mengerti maksudnya. Bukankah yang jadi korban disini adalah dirinya? Tapi kenapa malah Sungmin yang akan mendapat masalah?! Apa maksudnya..?
][][[][][][][][][][][][][][][][][

Keesokan harinya, seperti biasa Sungmin dan Wana berangkat bersama ke Kampus. Hampir 2 jam lamanya mereka harus mengikuti mata kuliah ini yang akhirnya selesai juga.
Baru saja beberapa detik setelah mata kuliah selesai, Sungmin langsung berlari keluar ruangan. Wana yang melihat itu mau tidak mau terpaksa mengikuti Sungmin walau ia sendiri bingung kemana tujuan pemuda itu.
Setelah cukup lama mengejar,akhirnya langkah Wana terhenti. Ia menemukan Sungmin yang sedang bersama dengan seorang gadis yang tidak lain adalah Eunsu. Dari jauh Wana bisa melihat ada yang tidak beres dengan keduanya. Sepertinya mereka sedang..bertengkar.
Entah apa yang terjadi pada Wana, tubuhnya seolah tergerak sendiri untuk mendekati kedua orang itu. Dan tepat saat dirinya berada dibelakang Sungmin, Eunsu menatap kearahnya cukup lama kemudian kembali menatap Sungmin.
“Aku harus pergi.” Kata Eunsu lalu berjalan pergi meninggalkan tempat itu.
“Eunsu~ya..!!” Seru Sungmin namun ia sama sekali tidak berbalik dan terus berjalan. Walau baru beberapa hari mengenal Sungmin, tapi Wana tau ini tidak seperti Sungmin yang biasanya. Pemuda itu terlihat begitu cemas dan bingung saat ini.
“Sungmin~si..” Tegur Wana namun belum sempat ia melanjutkan kalimatnya, Sungmin sudah lebih dulu menyelanya.
“Eoseoga!”Ucap Sungmin tanpa memandang wajah Wana.
“Sungmin~si aku...”
KUBILANG PERGI!!

#TO BE CONT ^^v


0 comments:

Posting Komentar