“Mw..mwoya?!
Sungmin~si..apa yang akan kau lakukan?!” Wana berusaha terdengar biasa. Namun
sejujurnya sangat ketakutan saat ini. Dia tidak pernah berpikir kalau Sungmin
bisa menjadi menakutkan seperti ini. “ANDWAE!!” Pekik Wana akhirnya. Dia
benar-benar tidak bisa bertahan lagi.
Sungmin kini menarik wajahnya kembali sembari tersenyum puas, karna
telah berhasil menang dari gadis itu. Tanpa berkata apa-apa lagi ia lalu
berjalan masuk kedalam Club meninggalkan Wana yang masih terpaku ditempatnya.
Gadis itu masih shock dengan apa yang baru saja dialaminya. Satu hal yang
disadarinya saat ini. Ia
takkan bisa menang darinya.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Lampu yang
berkelap-kelip serta suara musik keras memenuhi ruangan klub. Berisik sekali.
Wana heran, entah apa yang membuat orang-orang bisa menyukai tempat seperti
ini.
“Cih..! sekarang aku tau alasan mengapa aku ditugaskan untuk mengawasi
orang itu.” Cibirnya seraya menatap kearah Sungmin yang duduk tidak jauh dari
tempatnya saat ini. Pemuda itu sedang tertawa bersama beberapa temannya yang
kebanyakan adalah para gadis.
Sungmin sedang asik bersenda gurau bersama temannya sampai mendadak
matanya tertuju pada tempat Wana berada. Seorang namja yang tidak dikenalnya
kini menghampiri gadis itu. Melihat pemandangan itu entah mengapa membuatnya
sedikit khawatir.
“Hai nona cantik!” Seorang namja asing tiba-tiba saja menyapa Wana dan
duduk disampingnya. Wana tidak langsung menjawab.
“Sendirian saja..?” Wana lagi-lagi tidak menjawab. “Kenapa diam saja..?
Aah~kau sedang sakit yah?” Tidak ada jawaban dari gadis itu. Rasa takut kini menyelimutinya
dan itu membuatnya tidak dapat melakukan apa-apa saat ini. Tubuh Wana mulai
gemetar saat ia merasakan tangan pemuda itu yang sebelumnya menyentuh dahinya
kini beralih dan mulai melingkar di pinggangnya. Gadis itu tidak dapat melawan.
Saat ini ia benar-benar takut.
Wana tersadar saat seseorang tiba-tiba saja menarik tangannya hingga
berdiri.
“Jangan sentuh dia.” Kata Sungmin singkat.
“Hha..memangnya kenapa? Apa urusannya denganmu?” Tanya namja itu.
Sungmin diam sejenak. “Gadis ini...adalah Yeojaku.” Jawaban Sungmin
barusan membuat Wana menatap kearahnya. Apa
dia gila?!
Namja itu sendiri malah tertawa mengejeknya. “Haha..memangnya kau pikir
aku akan percaya begitu sa..” Kalimat namja itu seketika terhenti karna
terkejut melihat Sungmin yang tiba-tiba saja mengecup bibir Wana.
Gadis itu sendiri tidak kalah terkejut dari yang lainnya. Baiklah!! Dia benar-benar
sudah gila!!.Wana mencoba melepaskan diri tapi
Sungmin malah mengenggam tangannya begitu kuat. Dan ia sadar takkan mampu
menyaingi tenaga pemuda itu. Wana hanya dapat berharap Sungmin tidak bisa
mendengar detakan jantungnya yang begitu cepat saat ini.
Setelah beberapa saat akhirnya Sungmin melepaskan ciumannya. Matanya
bertemu dengan Wana. “Diam dan jangan komentar!”Bisiknya pada Wana.
“Aku rasa yang tadi itu sudah cukup untuk membuktikan semuanya. Atau
mungkin aku perlu melakukan sesuatu yang lebih ekstrim agar kau percaya?!”
Seketika Wana membelalakkan matanya. Jangan
bilang dia masih bisa lebih gila dari ini.
Karna tidak ada respon dari namja itu, Sungmin pun tersenyum lalu
membawa Wana keluar dari Klub.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
PLAKK!! Sebuah tamparan mendarat tepat di pipi kanan
Sungmin.
“Yaa!! Miccesso?!! Akh~beraninya kau..?!” Sungmin meringis sambil
memegang pipinya yang kini memerah.
“Micceo?! Kau bilang aku Gila? Kau itu yang GILA!! Seenaknya saja
mencium orang sembarangan!!” Seru Wana tak kalah. Memang benar dia menyukai
Sungmin, tapi itu bukan berarti dia akan menerima apapun yang akan dilakukan
Sungmin padanya. Termasuk dalam hal ciuman ini.
“YA!! Kau pikir aku senang melakukan itu hah?! Cih! Kau pikir namja itu
akan percaya kau adalah yeojaku kalau aku tidak melakukan itu?!.”
“Mwo..?!” Wana menatapnya bingung.
“Neo jinjja~kalau didepanku kau ini seperti seekor singa! Tapi saat
bersamanya tadi kenapa kau malah ketakutan seperti itu hah?!” Umpat Sungmin tak
terima. Wana tidak membalas, apa yang dikatakan Sungmin memang benar. Entah
mengapa tadi ia benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa. Tidak ada alasan
mengapa ia jadi seperti itu. Ia hanya takut. “Aiish~kau ini bukannya berterima
kasih karna aku sudah menolongmu. Malah menamparku seperti ini. Dasar gadis
aneh.” Wana baru saja ingin membalas sampai Sungmin lebih dulu
menyelanya.”Mwoya?! Masih mau memarahiku? Masih mau menambah kesalahanmu? Apa
kau tidak sadar kau baru saja menamparku. Majikanmu sendiri!!”
Ucapan Sungmin seketika membuat Wana tertegun. Gadis itu lalu membekap
mulutnya sendiri. Ia benar-benar lupa akan hal ini. Ottokhae?!!
Sungmin menghela nafas.”Dwaesso. Kali ini kau kumaafkan, tapi hal ini
tetap akan kujadikan sebagai alat untuk mengancammu. Kalau kau sampai berbuat
ataupun berkata yang tidak-tidak lagi padaku. Maka aku tidak akan segan-segan
memberitahukannya pada Abeoji lalu membuat Appamu ataupun kau dipecat dari
pekerjaan kalian. Arra?!” Wana mengangguk pelan walau sejujurnya masih merasa
kesal. “Kkaja~!!” Perintah Sungmin lalu masuk kedalam mobil begitupun dengan
Wana.
Pandangan Sungmin menerawang kedepan. Lagi-lagi menghela
nafas.“Haah~sepertinya besok aku akan mendapat masalah besar.” Gumamnya lalu
perlahan menutup mata.
Meskipun kecil, tapi Wana bisa mendengar apa yang baru saja dikatakan
pemuda itu. Jujur Wana tidak mengerti maksudnya. Bukankah yang jadi korban disini adalah dirinya?
Tapi kenapa malah Sungmin yang akan mendapat masalah?! Apa maksudnya..?
][][[][][][][][][][][][][][][][][
Keesokan harinya, seperti biasa Sungmin dan Wana berangkat bersama ke
Kampus. Hampir 2 jam lamanya mereka harus mengikuti mata kuliah ini yang
akhirnya selesai juga.
Baru saja beberapa detik setelah mata kuliah selesai, Sungmin langsung
berlari keluar ruangan. Wana yang melihat itu mau tidak mau terpaksa mengikuti
Sungmin walau ia sendiri bingung kemana tujuan pemuda itu.
Setelah cukup lama mengejar,akhirnya langkah Wana terhenti. Ia
menemukan Sungmin yang sedang bersama dengan seorang gadis yang tidak lain
adalah Eunsu. Dari jauh Wana bisa melihat ada yang tidak beres dengan keduanya.
Sepertinya mereka sedang..bertengkar.
Entah apa yang terjadi pada Wana, tubuhnya seolah tergerak sendiri
untuk mendekati kedua orang itu. Dan tepat saat dirinya berada dibelakang
Sungmin, Eunsu menatap kearahnya cukup lama kemudian kembali menatap Sungmin.
“Aku harus pergi.” Kata Eunsu lalu berjalan pergi meninggalkan tempat
itu.
“Eunsu~ya..!!” Seru Sungmin namun ia sama sekali tidak berbalik dan
terus berjalan. Walau baru beberapa hari mengenal Sungmin, tapi Wana tau ini
tidak seperti Sungmin yang biasanya. Pemuda itu terlihat begitu cemas dan
bingung saat ini.
“Sungmin~si..” Tegur Wana namun belum sempat ia melanjutkan kalimatnya,
Sungmin sudah lebih dulu menyelanya.
“Eoseoga!”Ucap Sungmin tanpa memandang wajah Wana.
“Sungmin~si aku...”
“KUBILANG PERGI!!”
#TO BE CONT ^^v


0 comments:
Posting Komentar