I'm Not a Slave Part 1



Cast:
Shin Wana
Lee Sungmin (Super Junior)
Choi Eunsu

Seorang gadis sedang memasukkan beberapa baju kedalam tasnya yang telah ia siapkan sejak tadi.
“Appa..apa aku perlu melakukan semua ini?” Tanyanya pada seorang pria paruh baya dihadapannya yang juga sedang membantunya.
“Wana~ya..” Ucap Pria itu sambil memandang gadis bernama Shin Wana itu. “Kau tau kan ekonomi keluarga kita seperti apa. Appa dan Eomma sudah tidak mampu untuk melanjutkan kuliahmu lagi. Saat ini Tuan Lee sudah berbaik hati ingin menanggung semua biaya kuliahmu asal kau mau membantunya.”
“Tapi ini tidak masuk akal Appa. Masa aku harus menjadi pengawal anaknya yang sudah mahasiswa sepertiku?! Dan lagi, ia seorang namja.” Sergah Wana.
“Tuan Lee hanya ingin agar kau bisa selalu mengawasi dan memenuhi semua yang dibutuhkan oleh anaknya.” Jelas Appanya.
“Memangnya kenapa aku harus mengawasinya..?”Tanya Wana penasaran.
Pria itu menatap wajah anak gadis didepannya lalu tersenyum pelan.”Kau akan tau jika bertemu dengannya..”.
][][[][][][][][][][][][][][][][][

Wana sudah lelah karna namja didepannya saat ini. Entah apa yang dipikirkan olehnya sejak tadi ia hanya terus memperhatikan gadis itu dan belum mengatakan apa-apa. Membuat Wana lelah terus berdiri. Kalau saja, orang dihadapannya ini bukanlah anak majikannya maka sudah dipastikan ia akan mengumpatinya.mengumpat habis-habisan. Menyebalkan!!
“Hm..jadi kau? Budak itu?!” Ucap pemuda itu santai.
Merasa tidak suka dengan perkataan namja itu barusan membuat Wana tidak terima. “Mwo?! Budak?!! Yaa Lee Sungmin!! Kau pikir aku ini apa hah?! Apa di kepalamu tidak ada kata yang lebih bagus dan sopan daripada itu?!!” Umpatnya.
Namja bernama Sungmin itu sepertinya lumayan terkejut dengan perubahan sikap Wana yang tiba-tiba. “Hho~yaa!! Berani sekali kau marah-marah seperti itu padaku. Kau pikir kau sendiri itu siapa hah?! Aku ini majikanmu tau?!!”
Wana yang baru saja ingin kembali protes mendadak sadar dan menahannya. Omo~!! Aku lupa..cih~dasar namja menyebalkan! Ini semua kan gara-gara dia sendiri yang mulai!! Aargghh~!!!
“Hha~! Waeyo?! Baru ingat kah?! Baguslah kalau begitu. Dengan begini kau harus selalu berpikir lebih dulu sebelum bertindak sesuatu. Kalau tidak aku jamin Ayahmu yang akan menanggung semua itu.” Tutur Sungmin.
“Mwo?! Musun sorieyo?!” Tanya Wana tidak mengerti.
“Dasar babo, begitu saja tidak mengerti. Kalau kau sampai melakukan kesalahan-kesalahan lagi seperti tadi. Aku akan segera meminta Abeoji untuk langsung memecat Shin Ahjussi.” Kata Sungmin lalu tersenyum puas.
Wana yang mengetahui hal itu mendadak panik. Dia bilang apa? Memecat Appa? Andwae!! Dia tidak boleh melakukan itu. Ini satu-satunya pekerjaan yang dimiliki oleh Appa..dan juga satu-satunya harapan agar aku bisa melanjutkan kuliahku.
Wana tidak menjawab, satu-satunya hal yang dapat dilakukannya saat ini hanyalah diam dan tetap mengikuti apa yang dikatakan pemuda itu. Walaupun sejujurnya ia tidak ingin melakukan semua itu.
][][[][][][][][][][][][][][][][][

Hari ini adalah hari pertama Wana berangkat ke kampus bersama Sungmin. Sesampainya disana gadis itu benar-benar dibuat kagum karenanya. Sepanjang hidupnya ia sama sekali tidak menyangka kalau akan masuk Universitas Seoul yang terkenal ini. Ia pikir mungkin dirinya hanya mampu masuk universitas di daerahnya saja.
“Sungmin~si!!” Seru Wana saat Sungmin keluar dari mobil dan berniat masuk ke dalam kampus.
Sungmin pun menoleh.”Ah waeee~?!!”Sahutnya sedikit kesal.
“Eum..chogi~aku kan baru disini jadi aku tidak tau ruanganku berada dimana..”
“Haa~memangnya kau jurusan apa?” Sungmin mendengus pelan.
“Seni dan Hiburan.” Jawaban Wana membuat Sungmin sedikit terkejut. Lalu sebuah ide mendadak terlintas di benaknya.
Sungmin kini tersenyum kecil, membuat Wana memandangnya heran. “Kau mau tau dimana ruanganmu..?” Ucapnya.
“Keurom..~” Jawab Wana mantap.
“Hmm..ruanganmu berada di bagian paling belakang kampus ini. Setelah berjalan memutari gedung ini kau akan melihat sebuah gedung berwarna biru disana. Nah gedung warna biru itulah ruangan untuk Seni dan Hiburan.”
“Ah~begitu yah..gomawo~yo Sung..” Baru saja Wana ingin mengucapkan terima kasih Sungmin sudah lebih dulu berjalan meninggalkannya. Aiish~dasar namja menyebalkan. Padahal aku sudah mau berterima kasih. Tapi terserahlah..yang penting sekarang aku sudah tau dimana ruanganku.
::::::::::::::::::::::::::::::::::
Wana benar-benar sudah kehabisan tenaga saat dirinya sampai di depan ruangan yang dikatakan Sungmin. Bagaimana tidak?! Ruangan yang ditujunya ini berada paling belakang dan sangat jauh dari pintu masuk kampus. Ditambah lagi ia harus berjalan menaiki 3 anak tangga untuk sampai disini. Benar-benar melelahkan.
“Chogi..~apa kau mahasiswi baru disini? Sepertinya aku baru melihatmu..” Ucap seorang yeoja yang tiba-tiba menghampiri Wana.
Wana sendiri masih berusaha mengatur nafasnya.”Ah~ne..aku memang orang baru disini. Hari ini adalah hari pertamaku masuk disini..annyeong haseyo!”Sapanya. Yeoja didepannya hanya tersenyum memandangnya. “Haah~ternyata susah juga yah menemukan ruangan untuk jurusan Seni dan Hiburan ini..hehe” Ucap Wana yang masih mengatur nafasnya.
Yeoja didepannya kini menatap Wana heran.”Eh?! Seni dan Hiburan? Jadi kau pikir ini gedung untuk jurusan Seni dan Hiburan yah?!”.
“Nde..waeyo?!”Tanya Wana. Perasaannya kurang enak tentang ini.
“Anii~keundae..sepertinya kau sudah salah paham. Ini adalah gedung khusus untuk jurusan Sains. Kalau untuk Seni dan Hiburan yang berwarna merah disana.” Terang yeoja itu seraya menunjuk sebuah gedung yang ternyata berada sangat dekat dari pintu masuk tadi.
“Hah?! Mworago..?!!” Ucap Wana tak percaya. Mendadak ia teringat akan Sungmin. Dasar namja menyebalkan!! Aarrghh!!!
:::::::::::::::::::::::::::::::
Lagi dan lagi. Dengan susah payah akhirnya Wana berhasil tiba didepan ruangan yang kini ia yakini benar-benar ruangannya. Rasa lelah sekaligus kesal tidak perlu ditanyakan lagi, keduanya sudah menyatu saat ini. Tepat saat gadis itu berniat masuk kedalam ia terkejut. Sungmin sedang bercanda dengan salah seorang yeoja. Ternyata namja itu juga satu jurusan dengannya. Itu artinya sejak awal ia memang sudah berniat untuk mempermainkan Wana.
Wana yang melihatnya spontan berjalan kearah Sungmin dan menatap tajam pemuda itu.
“Bagaimana olahraganya? Menyenangkan kah?!” Ucap Sungmin sambil tersenyum kecil.
Wana yang mendengarnya benar-benar kesal. Jadi benar, dia sengaja melakukan itu. Argghh! Kalau saja bukan karna ayahnya, ia pasti sudah daritadi memukul wajah pemuda  dihadapannya ini. Tangannya mengepal kuat saat berada didepan Sungmin.“Neo..!! Jinjja~..Argh!!” Decaknya kesal lalu pergi meninggalkan Sungmin dan duduk di salah satu kursi kosong.
:::::::::::::::::::::::::::::::: 
Sore ini Sungmin tidak langsung pulang kerumah. Ia berniat pergi ke suatu tempat.
“Sungmin~si, ini waktunya kembali ke rumah. Tapi kenapa kita malah ke Mall sekarang?!” Tanya Wana bingung.
“Aah~Jinjja!! Tidak usah banyak tanya! Kau ini benar-benar terlalu cerewet untuk standar seorangSlave!!”
Merasa lagi-lagi asing dengan apa yang dikatakan Sungmin barusan membuat Wana kesal. “Yaa!! Lee Sungmin! Sudah kubilang kan jangan pernah memanggilku dengan sebutan seperti itu lagi.?!”
“Kenyataannya memang begitu kan?!” Cibir Sungmin membuat kekesalan Wana semakin menjadi hingga berniat membalas lagi namun lebih dulu dihentikan oleh Sungmin. “Ah Jinjja! Sekarang Mood ku jadi rusak hanya karna gadis sepertimu! Menyebalkan!!”
Wana berusaha meredam amarahnya dan menatap Sungmin tajam. Harus ia akui apa yang dikatakan Sungmin memang benar. Dia hanyalah seorang budak. Hanya saja, kata itu benar-benar terdengar aneh di telinganya. Seolah terdengar begitu rendah. Dan ia benci akan itu.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::
Wana berjalan mengikuti Sungmin yang berjalan masuk kedalam Mall, seolah mencari seseorang. Tak lama kemudian Sungmin pun berhenti didepan seseorang. Gadis.
“Oppa~kau terlambat lagi.”

#TO BE CONT

2 comments:

Anonim mengatakan...

ky'y seru nih.. baca part 1 udah bikin pnasaran.. d tngu next part'y y..

Unknown mengatakan...

Lnjutanny dah di Post ampe Ending kok^^
Cek ja di Label Fanfiction,,
Gomawo y dah baca :)

Posting Komentar