“Dia..tidak menolak seperti yang
kulakukan waktu itu. Dan juga Ini pertama kalinya aku melihat Youngmin tertawa
seperti itu..apa mungkin dia…?”. Sejumlah pemikiran
muncul dibenaknya,namun gadis itu terus berusaha untuk melawannya. Semoga saja
semua itu tidak benar. Semoga.
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Malam
ini semua orang sedang berkumpul di depan api unggun untuk menikmati indahnya
malam bersama-sama. Beberapa orang sempat menunjukkan keahliannya untuk
menghibur yang lain. Baik dengan menari maupun menceritakan kisah-kisah lucu
yang membuat semuanya tertawa. Benar-benar menyenangkan.
“Baiklah hiburan kali ini adalah menyanyi.
Ayo..apa dari kalian ada yang berniat untuk menyanyi disini..?!!” Seru salah
seorang siswa yang menjadi pemimpin acara. Namun tidak ada seorangpun yang
mengajukan dirinya. Tiba-tiba saja Youngmin mengangkat tangannya. Rara yang
berada disampingnya menatapnya datar.
“Yak Youngmin~si..apa kau ingin menyanyi?!”
Tanya siswa itu.
“Anii~” Semua orang kini menatapnya heran.
“Tapi aku ingin merekomendasikan seseorang, dia adalah..Kim Rara.” Kali ini
bukan hanya Rara yang terkejut tapi beberapa orang juga mengalami hal yang
sama. Termasuk Rizu dan Kwangmin yang duduk tidak jauh dari tempat mereka.
Rara yang baru saja berniat mengatakan sesuatu
pada Youngmin terpaksa tidak jadi, karna pemimpin acara sudah lebih dulu
menyuruhnya maju ke depan. Membuat gadis itu gugup setengah mati saat berniat
maju kedepan.
“Percayalah pada dirimu..aku tau kau bisa
melakukannya.” Rara berbalik sejenak kearah Youngmin. Entah mengapa perkataan
pemuda itu barusan membuat rasa gugupnya berkurang. Itu benar, kau pasti bisa melakukannya Kim Rara. Batinnya berusaha
meyakinkannya. Dan akhirnya ia pun maju dengan tenang.
Harus ia akui berada di tengah-tengah orang
sebanyak Ini tentu saja membuat gadis itu gugup. Saat matanya terarah pada
Youngmin, ia melihat pemuda itu mengangguk seraya tersenyum. Senyuman yang
kembali mengingatkannya pada kata-katanya barusan.Percayalah pada dirimu.
Seperti yang pernah dilakukannya. Gadis itu
mula-mula menutup matanya,setelah itu ia pun mulai menyanyikan sebuah lagu. Beberapa
pasang mata seolah tidak menyangka kalau Rara ternyata memiliki suara yang
indah dan pandai bernyanyi. Tentu saja termasuk Kwangmin dan Rizu didalamnya.
Yang mereka tau selama ini Rara adalah gadis biasa yang lebih suka berdiam diri
dan hanya tertarik pada buku pelajaran. Rizu sendiri selama ini tidak pernah
tau kalau adiknya ini ternyata memiliki kemampuan dalam bernyanyi. Itu karna
dia memang tidak pernah menunjukkannya pada siapapun. Termasuk pada Unnie nya.
Selesai bernyanyi, beberapa tepukan tangan
menghiasi tempat itu. Rara sendiri setelah mengucapkan terima kasih langsung
berlari kearah Youngmin lalu menariknya ke belakang tenda. Melihat itu entah
mengapa membuat Kwangmin berniat mengikuti mereka.
“Neo..katakan padaku~apa tadi siang kau…”
“Keurae..aku sudah mendengarmu lebih dulu..”
Kata Youngmin santai.
“Waeyo? Kenapa kau mau melakukan semua ini
untukku..?” Gadis itu menatap Youngmin dalam lalu kemudian menundukkan
kepalanya. Bukan karna sedih melainkan karna bahagia. Baginya tadi itu
merupakan saat yang paling indah dalam hidupnya. Dimana untuk pertama kalinya
ia bisa meluapkan keinginannnya untuk bernyanyi dihadapan semua orang.
Tanpa berkata apa-apa sebelumnya Youngmin
tiba-tiba saja maju dan memeluk Rara. Tentu saja hal itu membuat gadis itu
terkejut. “Karna aku percaya pada kemampuanmu. Aku..percaya padamu Rara~si”
Kwangmin yang baru saja tiba kini melihat
mereka berdua yang sedang berpelukan. Entah mengapa melihat pemandangan itu
membuat rahangnya mengeras dan dadanya terasa panas seketika.
“Kwa..Kwangmin~si!!” Rara terkejut saat
melihat Kwangmin yang menghampiri mereka. Segera ia melepaskan diri dari
pelukan Youngmin.
“Apa-apaan ini..?! Neo..berpelukan dengan
seseorang yang jelas-jelas kau tau adalah Hyung dari tunanganmu sendiri! Apa
kau tidak tau malu?! Apa kau segampang itu Hah?!” Bentak Kwangmin pada Rara,
membuat gadis itu tertegun. Ia sama sekali tidak menyangka kalau Kwangmin akan
berkata seperti itu.
“JO KWANGMIN!!!” Youngmin yang merasa ucapan
Kwangmin sudah keterlaluan gentian membentaknya.
“Dan kau Hyung!! Apa kau lupa kalau kau
sendiri juga sudah ditunangkan dengan Rizu! Tapi kenapa kau masih saja selalu
bersama dengan Rara. WAEYO?!! Apakah kalian saling menyukai?!!” Entah apa yang
terjadi dengannya, Kwangmin sendiri tidak tau mengapa emosinya begitu meledak
saat ini. Bahkan pertanyaan itu seakan meluncur begitu saja dari mulutnya.
“KEURAE!! Aku memang menyukainya!!” Sama
halnya dengan Kwangmin kalimat itu juga seolah meluncur begitu saja dari mulut
Youngmin. Dia benar-benar tidak tahan dengan perkataan Kwangmin terhadap Rara.
Namun tepat saat itu juga Youngmin terpaku dikala matanya menemukan sosok Rizu
yang berdiri disamping tenda. Gadis itu mendengar semuanya. Youngmin bisa
melihat setetes air mata jatuh di pipi gadis itu sebelum akhirnya ia berlari
meninggalkan tempat itu.
Saat ini baik Kwangmin maupun Rizu benar-benar
tidak berkata apa-apa. Mereka terlalu shock dengan apa yang didengarnya
barusan. Tiba-tiba saja sebuah pukulan mendarat di wajah Kwangmin membuat
pemuda itu tersungkur jatuh ditanah. Rara yang melihat itu spontan menghampiri
Kwangmin saking terkejutnya. Kwangmin sendiri menatap Hyungnya bingung sambil
memegang bibirnya yang berdarah.
“Brengsek!! Ini semua karnamu!!” Seru Youngmin
kesal. “Babo~ya!! Sekalipun aku ini sering bergonta-ganti kekasih. Aku bukanlah
orang yang tega merebut tunangan dongsaengku sendiri. Aku berbohong kalau aku
menyukai Rara. Dan kalau kau berpikir Rara menyukaiku. Dia tidak mungkin
langsung berlari kearahmu saat ini kalau bukan karna khawatir, Itu karna dia
MENYUKAIMU!! Apa kau tau itu Hah?!!” Bentak Youngmin lalu berlari meninggalkan Kwangmin
dan Rara.
Selama beberapa saat tidak ada yang berbicara
satu sama lain diantara mereka.
“Mianhae..~” Ucap Kwangmin pelan sambil
menunduk merasa bersalah.
Rara menatap pemuda itu.”Ah~gwencana..” Jawab
gadis itu singkat.
“Aku..aku sungguh..akkh~!!” Rintih Kwangmin
tiba-tiba saat merasakan perih di bibirnya. Melihat itu membuat Rara spontan
tanpa sengaja memegang bibir Kwangmin. Baru sesaat kemudian keduanya tersadar.
Dan saat Rara ingin menarik tangannya pemuda itu dengan sigap menahannya. “Neo?
Benarkah menyukaiku?!”
“Eum” Gumam Rara seraya mengangguk
pelan.”Walalupun aku tau kalau kau menyukai Rizu Unnie..” Terangnya cemberut.
Kwangmin menyipitkan matanya.” Apa
maksudmu..?”
“Kemarin aku lihat kau mengobati kaki
Unnie..jadi aku pikir..”
“Mwoya?! Aissh~jiinca..ya! Apa karna itu kau
sengaja menghindariku sejak tadi pagi..?!” Rara mengangguk membuat Kwangmin
tertawa seketika. Gadis itu menatapnya bingung. Setelah beberapa saat pemuda
itu menghentikan tawanya.
“Kim Rara! Orang yang kusukai selama ini itu
adalah Kau.” Ucapan Kwangmin membuat Rara tertegun. “Aku menyukai Kim Rara yang
pendiam namun memiliki hati yang mulia untuk membantu orang lain. Aku sungguh
menyukaimu.” Rara yang mendengar semua itu tidak mampu berkata apa-apa. Kalau
orang-orang bisa mengatakan hati dapat berbunga-bunga. Maka hal itulah yang
dirasakannya saat ini. Saat tengah menikmati kesenangannya,tiba-tiba saja
sebuah kecupan singkat mendarat di bibirnya.
“Akkh!! Aiish jiinca~ kondisi ini sama sekali
tidak mendukungku!!” Gerutu Kwangmin saat merasakan perih dibibirnya setelah
mengecup gadis itu. Rara yang melihat hal itu hanya tertawa kecil, lalu
membantu mengobati lukanya.
::::::::::::::::::::::::::::::::
Rizu terus berlari tanpa menyadari bahwa
dirinya sudah mulai memasuki hutan. Gadis itu tidak dapat berpikiran jernih
saat ini. Apa yang dilihat bahkan didengarnya tadi membuatnya benar-benar
merasa terpukul. Dadanya terasa sesak dan hatinya juga terasa sakit saat
mengetahui semua itu. Jo Youngmin menyukai adiknya Kim Rara. Kenyataan itu
benar-benar menyakiti perasaannya. Waeyo
Appa? Kenapa hal ini harus terjadi padaku..? Airmata kini mengalir deras di
pipinya.
Lari dan terus berlari, hanya itu yang
dilakukannya. Gadis itu sama sekali tidak berkonsentrasi pada jalan yang dilaluinya.
Hingga tidak menyadari kalau dirinya berada tepat dipinggiran jurang, saat itu
pula mendadak kakinya terpeleset dan nyaris jatuh kalau saja ia tidak
bergantung pada pinggir jurang. Rasa Terkejut,takut,dan sedih kini telah
menyatu. Suatu keadaan yang tidak seharusnya ada kini muncul dalam dirinya.
Putus asa.
Rizu benar-benar tidak mampu berpikiran
jernih saat ini. Gadis itu merasa tidak ada lagi yang perlu ia harapkan hingga
berniat melepaskan pegangannya. Dia sama
sekali tidak menyukaiku..aku juga tidak ingin menjadi orang bodoh yang terus
berharap kalau dia akan menyukaiku suatu saat nanti. Mianhaeyo~Appa..Eomma. nan
jeongmal mianhae~!
Tepat saat ia melepaskan tangannya,
sebuah tangan lain berhasil meraihnya. Dan dengan sigap menariknya naik ke atas.
“MICCEOSSO??!!! Mau mati hah?!!” Bentak Youngmin seraya mengatur nafasnya.
“KEURAE!! Aku memang ingin mati!! Agar
aku bisa melupakanmu!! Agar aku bisa lupa bahwa AKU MENYUKAIMU!!” Balas Rizu
dengan nada suara yang tak kalah tinggi. Gadis itu terisak sambil menatap
Youngmin kesal.”Dasar Brengsek!! Kenapa kau terus saja..”
Perkataan Rizu terhenti saat Youngmin
lebih dulu membungkamnya dengan mengecup bibir gadis itu. hingga membuatnya
terdiam terpaku.
“Saranghae..~” Ucap Youngmin pelan saat
melepas ciumannya setelah beberapa saat. Membuat Rizu tertegun mendengarnya. Apa-apaan dia? Bukankah tadi aku jelas-jelas
mendengar kalau dia bilang menyukai Rara..?
Baru saja Rizu berniat meminta
penjelasan. Pemuda itu mendadak terhuyung lemas dan kehilangan kesadaran.
::::::::::::::::::::::::::::::::::
Beruntung saat pingsan tadi, Kwangmin
dan Rara menemukan mereka. Jadi mereka bisa membawa Youngmin bersama-sama
kembali ke perkumpulan. Rupanya saat berusaha menolong Rizu, perban Youngmin
kembali terbuka dan itu menyebabkan dia kehilangan lumayan banyak darah dan
akhirnya jatuh lemas. Rizu sudah mendengar semuanya dari Kwangmin. Kini ia tahu
yang sebenarnya.
Youngmin membuak matanya perlahan dan
menyadari bahwa dirinya sedang berada dalam tenda yang lumayan luas. “Mwoya..~kupikir
saat bangun aku sudah berada dirumah sakit. Ternyata masih ditempat seperti
ini. Payah..” Ucapan Youngmin saat baru saja membuka matanya membuat
Rizu,Kwangmin dan Rara yang berada disana melongo parah seketika.
“Hoho daebak!! Yaa Hyung! Membawamu
kesini dari hutan saja sudah hampir membuatku mati kelelahan. Kau pikir ini
dimana hah?!! Aiish~jiinca..” Protes Kwangmin. Ia sama sekali tidak menyangka
Hyungnya masih bisa bersikap seperti itu bahkan disaat ia baru saja sadarkan
diri.
“Ya Cho Youngmin!! Neo jeongmal..hha~
kau ini bukannya bersyukur kami bisa membawamu tepat waktu malah mengeluh yang
aneh-aneh. Seharusnya kau berterima kasih pada kami semua.” Kini giliran Rizu
yang memarahinya.
“Mwoya~kenapa kau malah ikut-ikutan
memarahiku?!!” Tanya Youngmin kesal lalu bangkit hingga posisinya duduk
menghadap Rizu disebelahnya.
“Habisnya kau ini menyebalkan..!!” Sahut
Rizu tak kalah kesal. Dan tanpa diduganya sama sekali Youngmin tiba-tiba
mengecup bibir gadis itu lama. Membuat semuanya terkejut. Youngmin melakukannya
saat Kwangmin dan Rara masih berada disana.
“Yaa~Miccesso?!!!” Seru Rizu seraya
melepaskan ciumannya dari Youngmin.
“Hyung!! Kau ini keterlaluan sekali..kau
kan tau kami berdua masih disini!!” Kwangmin benar-benar tidak mengerti apa sebenarnya
yang ada dikepala Hyungnya itu. Baik bicara maupun tindakannya seolah
dilakukannya tanpa berpikir lebih dulu. Dan lagi ia bisa melakukannya dengan
santai.
“Waeyo?! Dia kan tunangan sekaligus
yeojachinguku!! Tidak lama lagi juga akan menjadi milikku sepenuhnya. Jadi
tidak ada salahnya kan aku melakukan itu?!!” Rizu yang mendengarkan hal itu
kini tersenyum bahagia. Kini ia tau kalau pemuda itu benar-benar menyayanginya.
Walaupun Youngmin menjawabnya dengan santai, Kwangmin dan Rara tau kalau yang dikatakannya
semuanya memang benar.
“Hyuung~setidaknya kau harus
menghargaiku sedikit. Aku kan juga sedang bersama yeojachinguku disini..~” Kata
Kwangmin lemas.
“Yaa~bukankah..kau juga bisa
melakukannya pada Rara?!!” Goda Youngmin membuat Rara menatap terkejut
kearahnya. Saat itu juga Kwangmin dengan semangat berbalik kearah Rara seraya
tersenyum lebar seolah meminta persetujuan.
“Andwae!! Aku tidak mau..” Namun yang
ditemukan pemuda itu hanyalah penolakan dari Rara. Mendengar jawaban Rara
membuat raut wajah Kwangmin yang awalnya begitu ceria perlahan berubah menjadi
cemberut. Youngmin dan Rizu yang melihatnya hanya terkekeh pelan.
Melihat Kwangmin yang menunduk lemas
seperti itu membuat hati gadis itu luluh juga. Dan akhirnya mengecup pipi
Kwangmin sekilas. Membuat pemuda itu berbalik menatapnya dan tersenyum ceria
seolah baru saja mendapatkan kekuatannya kembali. Hingga langsung menarik Rara
dalam pelukannya. “Gomawo..~!!” Katanya semangat. Mereka bertiga hanya dapat
tertawa melihat kelakuan Kwangmin.
Gomawo dah mau baca^^

2 comments:
nylam ffnya kereen trus berkarya...
Gomawo ^^
Posting Komentar