Don't Stare at Me Part 1




Cast:
Im Rainy
Cha Sun Woo aka Baro
Jung Jinyoung

Jeju Island~ 
Seorang Yeoja* sedang berdiri menatap hampa sesuatu yang berada di depannya. Sedikit demi sedikit orang-orang mulai meninggalkan tempat itu, sampai akhirnya kini tinggal ia sendiri.
  “Eomma~* ini terlalu cepat.”Kata Yeoja itu menghampiri makam dihadapannya lalu duduk.
  “Kau bahkan belum sempat melihatku lulus sma tahun ini..aq masih ingin melihatmu tersenyum..aq ingin mendengar tawamu..lagi.” Ucapnya seraya tersenyum lalu beberapa detik kemudian meneteskan air mata. Ia terisak.
  “Setelah Eomma tiada. Pergilah ke Seoul, cari orang yang memiliki alamat ini. Lalu berikan ini padanya. Katakan padanya maaf aku mendahuluinya”Ucap seorang wanita paruh baya lalu memberikan secarik kertas dan sebuah kalung berbentuk separuh hati pada anak Yeojanya yang setia menemaninya di samping tempat tidur. Yeoja itu kini hanya terisak dan tak berkata apapun. “Berjanjilah Rainy~ah..kau harus bahagia..”Ucap wanita itu sambil tersenyum lemah. Genggaman yang dirasakan Rainy kini melemah lalu akhirnya terjatuh. Saat itulah ia sadar, wanita itu telah pergi. Untuk selamanya.

Rainy sedang menatap rumah didepannya. Ia tau takkan bisa melihat rumah ini dalam waktu yang cukup lama. Bahkan mungkin selamanya. Rumah yang memiliki begitu banyak kenangan. Rumah yang dipenuhi berbagai tawa dan canda sebelumnya. Ia tersenyum simpul lalu berjalan meninggalkan rumah itu menuju ke sebuah tempat.

Seoul~South Korea
Setelah beberapa kali bertanya, Rainy akhirnya menemukan supir taksi yang bisa membawanya ke alamat yang tertera di kertas itu. Jujur, ia sendiri tak tau apa maksud ibunya memberikan alamat itu. Ia juga tak tau siapa pemilik alamat tersebut. Tak lama kemudian taksi yang ditumpanginya berhenti tepat didepan sebuah rumah besar dan luas. Begitu berbeda dengan rumah di Jeju. Ia pun melangkahkan kakinya menuju pintu dan menekan bel. Tak lama kemudian pintu terbuka. Nampak seorang wanita paruh baya dengan wajah segarnya berdiri didepannya. Wanita itu nampak bingung namun tetap tersenyum.
  “Aa..annyeong haseo*~saya Im Rainy. Apa benar anda pemilik rumah ini.”Tanyanya ragu.
  “Ya benar. Mm..memangnya ada perlu apa?”Tanya wanita itu ramah.
  “Itu..Ibuku menyuruhku untuk mencari anda dan memberikan ini..” Rainy lalu mengeluarkan sebuah kalung dari balik kantung bajunya.
  “Ini..!?”Wanita itu sepertinya langsung mengenali kalung itu saat ia mengambilnya.
  “Ahra~ya! Kalung ini adalah bukti persahabatan kita. Berjanjilah kau tidak akan pernah melepasnya,kita akan selalu memakainya. Kecuali salah satu dari kita meninggalkan dunia ini.”Ucap seorang Yeoja pada sahabat didepannya. Mereka tersenyum sambil memegang kalung hati yang bentuknya telah terbagi dua.
Bayangan itu seketika muncul di benak Cha Jieun. Ia teringat dengan kejadian masa lalunya.

  “Heegh..kenapa secepat ini?! Aq pikir dia akan mengembalikannya masih 50 tahun lagi”Ucap wanita itu mencoba tersenyum tapi malah terisak. Rainy yang mengerti itu langsung memeluknya. Ia tahu wanita ini pasti memiliki hubungan khusus dengan ibunya.
  “Eomma menderita Tumor ginjal. Sebelum dia pergi dia ingin aq menyampaikan sesuatu pada anda. Ia bilang Maaf...Karna Mendahuluimu.” Ucapan itu semakin menambah isakan wanita itu. Kini mereka berdua malah terisak bersama.
==========================

  “Haa~baiklah. Kalau begitu mulai sekarang ini adalah kamarmu.” Jieun  membawa Rainy ke sebuah kamar tidur yang mungkin lebih terlihat sebagai ruang tengah bagi Rainy karna ukurannya yang begitu luas. “Oh ya, Dirumah ini sebenarnya ada seorang supir dan pembantu. TapiAhjumma* minta maaf, karna selama seminggu nanti dia harus pulang ke Desa merawat anaknya yang sakit. Dan Ahjumma sendiri mungkin akan berangkat ke luar kota untuk beberapa hari. Jadi hanya tinggal kau dan Baro saja.” Jelasnya.
  “Eum?! Baro..?” Rainy menoleh kearah Jieun. Siapa Baro?
  “Ah~Baro itu anak Ahjumma.”Sahut Jieun seolah bisa membaca pikiran Rainy. “Dia mungkin akan sedikit menyebalkan dan susah diatur. Tapi dia anak yang baik. Tante yakin nanti kalian bisa akur bersama. Hm..kalau begitu kamu istirahatlah. Nanti malam kita makan bersama.”Jieun berniat beranjak keluar kamar sampai akhirnya Rainy memanggilnya.
  “Jieun Ahjumma..”Seru Rainy membuat Jieun menoleh. “Kamsahamnida*..”Tambahnya seraya tersenyum. Jieun lalu berjalan mendekatinya.
  “Rainy~ah! Semua ini tidak ada apa-apanya dibandingkan apa yang ibumu sudah lakukan untukku..” Ia tersenyum sambil mengelus kepala Rainy. Seketika Rainy merasakan kembali kehangatan Ibunya. Dan saat Jieun menutup pintu. Rainy kembali meneteskan airmatanya.
Tak terasa hari sudah malam. Rainy masih berada di kamarnya saat ia teringat perkataan JieunAhjumma tadi siang. Sebenarnya ia masih ragu keluar dari kamar ini. Saat ia tengah berpikir, pintu tiba-tiba saja terbuka. Seseorang muncul dari balik pintu. Seorang namja*.
  “Yaa!! Jangan seenaknya masuk kamar orang. Kau ini tidak tau malu ya?!!”Umpat Rainy sambil menutupi tubuhnya dengan selimut. Walau sebenarnya dia berpakaian lengkap.
  “Wah?! Hebat..aq sudah baik-baik kesini mau memanggilmu turun. Tapi kau malah marah-marah!!” Sahut namja itu tak terima lalu menatap Rainy dingin. Membuat gadis itu terenyak.
    “Eomma memanggilmu makan malam bersama.”Katanya lagi. Raut wajahnya masih dingin.
Rainy diam. Sejujurnya dia memang sangat lapar saat ini. Dia belum makan dari tadi siang. Tapi melihat tatapan namja didepannya saat ini. Dia merasa ragu. Lebih tepatnya takut.
  “Gwencana~*Aq tidak lapar kok!!” Katanya berbohong. Namja itu menatapnya sebentar lalu kemudian berjalan mendekati Rainy. Namja itu mendekatkan wajahnya pada Rainy, membuatnya langsung menundukkan wajahnya yang memanas. Tiba-tiba saja...Kriuuk..
Rainy spontan memegangi perutnya membuat namja itu tersenyum sinis. Puas karna ia tau kalauYeoja itu memang berbohong. Dia sudah tau dari awal.
  “Babo~ya..*cepatlah turun. Eomma menunggumu dibawah.” Ucap namja itu singkat lalu menghilang dari balik pintu. Sepertinya sekarang Rainy tau siapa namja barusan.
Rainy sampai di ruang makan. Di depannya sudah ada Jieun Ahjumma dan namja menyebalkan itu. Namja itu terkekeh pelan. Rainy hanya memanyunkan bibirnya..
  “Rainy~ah, dia ini Baro. Anak tante yang tadi kuceritakan.”Ucap Jieun lalu tersenyum.
  “Ah~nde* a..annyeong  Baro~si.” Sapa Rainy seraya tersenyum manis.
  Ugh..uhukk..uhuk..” Tiba-tiba saja Baro tersedak. Ia berusaha mencerna apa yang baru saja didengar..ah..lebih tepatnya dilihatnya. Ia melongo melihat Rainy sebentar lalu kembali melanjutkan makannya. “Benar-benar bermuka dua..”Gumammnya pelan sambil tersenyum simpul. Membuat Rainy seketika melototkan matanya. Namun Baro kelihatan tidak peduli. Jieun sendiri hanya bingung melihat mereka berdua.
  “Eum..oh ya, mulai besok kalian akan pergi sekolah bersama-sama.” Ucapan Jieun seketika membuat Baro dan Rainy menghentikan aktivitas makannya.
  “Ahjumma~aq kan belum...”Rainy heran. Bukankah dia belum mengurusnya?
  “Gwencanayo..Ahjumma sudah mengaturnya. Pakaian dan Peralatan sekolah juga sudah disiapkan. Sepertinya ukuran tubuhmu banyak yang sama dengan siswi disana jadi aq minta saja ukuran yang cocok denganmu.” Jelas Jieun. Rainy tidak berkomentar. Dia bingung mau mengatakan apa. “Baro~ya! Mulai besok kau berangkat bersama Rainy.”Perintah ibunya lalu menoleh ke Baro yang nampaknya tidak menginginkannya. Dan benar saja.
  “Shireo~*” Jawab Baro santai. “Eomma kan tau aq benci ada orang lain yang naik motorku. Apalagi dengan orang asing..” Baro melanjutkan makannya tanpa peduli sedikitpun dengan 2 orang yang menatapnya tak percaya. Termasuk Rainy.
  “Baro~ya!!! Kau ini...” Wanita itu jadi geram. Ia sadar anaknya ini memang keras kepala.
  “Ahjumma!! Gwe..gwencanayo. Aq bisa naik bus ke sekolah kan..” Rainy mecoba memberi solusi.Siapa juga yang mau pergi dengan orang menyebalkan seperti itu
  “Tapi kan kau belum pernah ke sekolah itu. Kau tidak tau dimana...”
    “Gwencana..aq bisa kok bertanya pada supir bus nya. Sama seperti waktu aq datang kesini.”
  “Hm..keurae*kalau begitu terserah padamu..” Jieun mengalah. Dia tau percuma memaksa Rainy kalau dia dan Baro sepertinya memang tidak akur. Mungkin Belum.
========================

Rainy sedang berjalan menuju Halte,mendadak sebuah motor berhenti didepannya. Baro.
  “Wah~hebat! Ternyata kau begitu bersemangat jika ingin naik Bus. Baguslah..itu berarti keputusanmu tidak salah. Selamat menikmati kota Seoul.” Ucapan Baro lebih terdengar sebagai ledekan di telinga Rainy. Ia hanya menatap Baro kesal. Rainy sedang tidak ingin merusak mood nya di hari pertamanya sekolah. “Oh ya,sampai ketemu di sekolah. Itupun...kalau kau menemukannya..!!” Pemuda itu tersenyum sinis lalu melajukan motornya meninggalkan Rainy yang kini benar-benar dalam keadaan kesal. Menyebalkan!!!
Lumayan sulit juga menemukan sekolah itu. Selain letaknya yang lumayan jauh dari rumah. Kendaraan umum juga jarang lintas disini. Kebanyakan siswa siswi disana menggunakan kendaraan pribadi mereka. Benar-benar hebat.
Rainy yang menyadari dirinya sudah terlambat segera berlari mencari kelasnya. Sampai akhirnya berhasil menemukannya. Ia pun melangkah masuk.
  “Permisi..” Ucap Rainy saat memasuki ruangan. Membuat semua mata menoleh padanya.
  “Eum?” Guru itu sedikit bingung lalu menyadari sesuatu.”Ah~kau anak baru itu..”
  “Nde~perkenalkan nama saya Im Rainy. Saya dari Jeju.Jwiseonghamnida*..”Sesalnya.
  “Gwencana..karna ini hari pertamamu saya maafkan. Tapi lain kali tolong jangan terlambat lagi.Arasseo*?!” Rainy hanya mengangguk sambil tersenyum.
   “Kalau begitu kau duduk disana..” Perintah gurunya. Rainy pun mengikuti perkataannya berniat duduk di tempat itu sampai ia terkejut saat melihat kearah tempat yang ditunjuk gurunya saat ini..

#To Be Cont

0 comments:

Posting Komentar