Aurora Part 6



Soohyun~si! Sepertinya aku menyukaimu..
Ucapan Aora sukses membuat Soohyun terpaku ditempatnya. “Mworago?! Mu..musun sorieya?!! Jangan bercanda! Mana mungkin kau...”
“Aku sama sekali tidak bercanda! Walaupun ini kedengarannya mendadak, tapi selama seharian ini bersamamu seolah membuatku sadar kalau aku..”
“GEUMANHAE!!!” Bentakan Soohyun membuat Aora spontan menghentikan ucapannya. Beruntung hanya tinggal beberapa orang yang berada disana, ada 3-4 orang yang menatap heran kearah mereka lalu akhirnya meninggalkan tempat itu.
“Neo..apa kau sadar posisimu saat ini seperti apa hah?! Kau ini adalah kekasih Kevin. Dan sekarang, kau dengan mudahnya mengucapkan kata ‘Aku Menyukaimu’ pada namja yang tidak lain adalah Hyung dari kekasihmu sendiri. Neo miceosso?!!” Aora tidak menjawab, gadis itu memandang kearah lain.
“Apa kau sadar?! Apa yang kau lakukan ini bisa membuat semuanya berantakan. Setelah ini kau dan aku mungkin saja akan kembali canggung seperti sebelumnya. Dan yang terpenting, kau akan menyakiti hati Kevin! Apa kau tau seperti apa perasaannya padamu..?! Kevin begitu menyayangimu Aurora~si.” Tutur Soohyun.
Aora sendiri masih diam ditempatnya. Ia tau kalau apa yang dikatakan Soohyun semuanya benar. Tapi ia sama sekali tidak bisa membohongi perasaannya sendiri. Bukan Kevin orang yang ada didalam hatinya, melainkan namja yang berada dihadapannya saat ini.
Mata gadis itu kini mulai memanas. “Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang..?” Tanyanya lirih
Soohyun diam sesaat kemudian menatap gadis itu. “Lupakan semuanya..”
Aora menatap pemuda itu tak percaya. Air mata yang menggenang dimatanya pun tumpah seketika. “Mwo?!”
“Lupakan perasaanmu padaku, dan anggap seolah hal ini tidak pernah terjadi.”
Airmata Aora kini semakin deras mengalir, ia lalu menutup matanya. Berusaha menahan sakit sekaligus sesak di dalam dadanya. Soohyun yang melihat itu mengalihkan pandangannya kearah lain.
“Mianhae. Keundae, menurutku ini adalah jalan terbaik untuk kita bertiga. Kevin orang yang baik. Dan dia juga sangat meyayangimu. Aku yakin suatu saat nanti kau bisa melupakan aku dan akhirnya membuka hatimu untuknya.”
Aora memandang Soohyun yang masih menatap lurus kearah lain. “Aku ingin tanya satu hal padamu. Apa pernah..sekali saja kau merasa menyukaiku?!” Tanyanya.
Soohyun tidak langsung menjawab. Tangan pemuda itu terkepal kuat disampingnya.
“Aniyo. Aku..tidak pernah menyukaimu.” Ucapnya kemudian berjalan pergi meninggalkan tempat itu.
Suara isakan kecil mulai terdengar dari gadis itu. Udara yang mulai dingin kini menambah sakit dan pilu di hatinya. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa saat ini. Ia hanya bisa menerima kenyataan yang ada. Mereka tidak bisa bersama.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Sudah setengah jam lebih Soohyun duduk disalah satu kursi yang terdapat di dekat pintu masuk menara. Tadinya ia berniat meninggalkan tempat itu, tapi mengingat Aora yang sendirian membuatnya mengurungkan niatnya. Ia tidak ingin meninggalkan gadis itu.
Ia kembali melihat jam tangannya. Pukul 9.50. Dalam menara sudah semakin sepi, hanya tinggal 1-2 orang yang berlalu lalang disana. Rasa gelisah kini mulai menyelimuti dirinya. Apa mungkin gadis itu masih menunggu disana? Ataukah Kevin sudah tiba sejak tadi tapi hanya ia yang tidak menyadari kehadiran pemuda itu?!. Memikirkan itu membuat Soohyun merasa penasaran hingga akhirnya berjalan kembali ke tempat tadi dimana ia meninggalkan Aora.
Soohyun menghentikan langkahnya. Dihadapannya kini terdapat seorang gadis yang duduk sendirian sedang bersandar di pinggir menara sambil menumpukan kepalanya pada kedua lututnya. Rahang Soohyun mengeras, tangannya pun kembali mengepal kuat. Ia sama sekali tidak menyangka kalau Aora ternyata masih menunggu Kevin sampai sekarang. Pemuda itu pun akhirnya berjalan kearah Aora. Gadis itu sepertinya tertidur karna kelelahan, itu sebabnya Soohyun langsung menggendongnya lalu membawa gadis itu pulang. Dan Kevin, pemuda itu ternyata tidak datang.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Keduanya akhirnya sampai dirumah, sambil menggendong Aora ia pun membawa gadis itu kedalam kamar.
“Ahjumma~nanti tolong berikan ia pakaian hangat.” Ujar Soohyun pada Lieun Ahjumma yang mengangguk mengerti lalu kemudian keluar dari sana.
Soohyun memandang wajah Aora yang tengah tertidur pulas dihadapannya.
“Kenapa kau begitu bodoh?! Kenapa juga kau harus menyukaiku? Kenapa kau harus melibatkan dirimu pada penderitaan yang baru?!” Ucapnya miris. Apa yang dialaminya saat berada di menara kini kembali dirasakannya. Hal yang sengaja disembunyikannya dari Aora, yang tidak lain adalah rasa sakit karna harus melukai perasaan gadis yang sangat disayanginya.
Kenyataannya, Pemuda itu juga menyukainya. Tapi ia sengaja berbohong pada Aora dan malah mengatakan hal yang sebaliknya. “Mianhae. Sejujurnya aku tidak ingin menyakiti perasaanmu, tapi aku..juga tidak bisa kalau harus melihat Kevin terluka. Ia adalah adikku satu-satunya.” Katanya mengakhiri kemudian berjalan keluar lalu akhirnya menutup pintu kamar.
Soohyun yang mengira bahwa Aora tertidur, ternyata salah besar. Gadis itu hanya berpura-pura. Dan ia mendengar semua yang dikatakan oleh pemuda itu barusan. Air mata gadis itu kembali menetes, detakan jantungnya masih sama setiap kali ia berada didekat Soohyun.
“Kau..harus melupakannya Aurora. Harus.”
♥:♥:♥
Hari masih terlalu pagi, saat Aora terbangun oleh alunan musik piano. Keingintahuan gadis itu membuatnya bangkit dari tempat tidur kemudian berjalan keluar kamar dan berniat mencari sumber suara.
Tepat saat dirinya tiba di halaman belakang, ia menemukan sosok Kevin yang sedang memainkan piano. Detik berikutnya pemuda itu lalu mulai menyanyikan sebuah lagu.
Na ajikdo noreul jiul su obso
(Aku masih tidak dapat menghapusmu)
Jakkujakku niga senggangna
(Lagi dan lagi aku memikirkanmu)
Niga nomu bogo sipo, Bamse hansumdo jal su obso
(Aku begitu merindukanmu, Aku tidak dapat tidur semalam)
Ne mam changmuneul dudeurineun bissori
(Air hujan yang jatuh mengetuk jendela hatiku)
Niga ttona borin geujari
(Tempat yang telah kau tinggalkan)
Nomunado geuriwoso, Bamse hansumdo jal su obso nan
(Aku sangat merindukanmu, Aku tidak dapat tidur semalam)
*0330- U kiss
Aora memandang kagum Kevin yang kini berjalan menghampirinya. Suara pemuda itu benar-benar indah. Tidak salah kalau Lieun Ahjumma mengatakan bahwa ia sering mendapat juara.
“Mianhae..” Ucap Kevin pelan. “Semalam, aku tidak menepati janjiku padamu. Mianhae” Ucapnya yang kedua kali. Aora menatap Kevin, nampak penyesalan yang dalam di wajah pemuda itu.
“Gwencana..” Jawab Aora tersenyum, membuat Kevin menatapnya lalu kemudian ikut tersenyum.
“Ah~iya!! Aku sampai lupa..” Seru Kevin tiba-tiba.
“Hm?! Lupa apa memangnya?!” Tanya Aora heran.
“Aku akan beri tahu padamu, tapi sebelumnya aku harus menutup matamu dulu!” Tanpa aba-aba Kevin langsung menutup mata Aora dengan kedua tangannya.
Kevin~ah! Apa yang kau lakukan?!” Seru Aora kaget saat Kevin tiba-tiba saja membawanya ke suatu tempat dengan keadaan mata tertutup.
“Nah~kita sudah sampai.” Kata Kevin saat mereka berhenti di suatu tempat. “Dalam hitungan ketiga aku akan membuka matamu. Siap ya! 1..2..3” Dan akhirnya ia pun melepaskan tangannya.
Betapa terkejutnya Aora saat ia membuka mata. Rupanya pemuda itu membawanya ke depan kolam renang, namun ada yang berbeda disana. Diatas kolam terdapat begitu banyak lilin yang sengaja ditaruh diatas piringan kecil agar mengapung di air hingga membentuk sebuah tulisan hangul yang berarti Aku Menyukaimu Aurora’.
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Soohyun baru saja berniat keluar untuk olahraga pagi, namun langkahnya mendadak terhenti saat mendengarkan suara piano.
“Suara ini..?! Apa mungkin gadis itu lagi..?” Gumamnya ragu. Demi memastikan hal itu ia pun akhirnya berjalan menuju halaman belakang. Belum juga kakinya sempat melangkah melewati pintu, ia sudah berhenti.
Ternyata dugaannya salah, orang yang memainkannya bukan Aora melainkan Kevin adiknya. Kevin mulai bernyanyi sambil terus memainkan piano. Dapat ia lihat kekaguman yang tampak dari wajah Aora saat ini.
Cukup lama Soohyun berada disana dan mendengarkan semua percakapan kedua orang tersebut. Sampai akhirnya ia melihat surprise yang diberikan adiknya pada Aora. Ia benar-benar tidak menyangka kalau Kevin yang menyiapkan semua itu. Dan melakukannya untuk Aora.
“Aku menyayangimu dan tidak ingin kehilangan dirimu.” Ujar Kevin seraya menatap gadis dihadapannya. “Aku tau kau bosan mendengar ini, tapi aku benar-benar menyayangimu Aora~ya. Joahaeyo..”
Soohyun memandang kedua orang tersebut dari balik pintu. Ia melihat Kevin mulai mencondongkan tubuhnya kearah Aora. Ia tau Kevin pasti berniat mencium gadis itu.
Rahang Soohyun mendadak mengeras dan tangannya pun seketika mengepal keras saat melihat Aora yang diam di tempatnya lalu menutup mata. Menandakan bahwa gadis itu siap untuk melakukannya.
Menyadari hal itu membuat Soohyun seketika memalingkan wajahnya lalu akhirnya pergi dari sana.
Soohyun terus berlari tanpa arah, menyusuri jalanan yang masih sepi dilalui orang-orang. Sampai akhirnya rasa lelah membuatnya menghentikan aktivitasnya.
Hosh..Hosh~
Pemuda itu menghembuskan nafasnya berat. Baru beberapa menit rasanya ia berlari tapi sebagian pakaiannya sudah basah. Bahkan keringat sudah bercucuran dari wajahnya. Kejadian di kolam renang kembali terlintas di benaknya, terutama saat Aora menutup matanya.
“Apa yang terjadi denganmu Soohyun~ah?!! Bukankah kau sendiri yang menyuruhnya untuk melupakan dirimu?! Ia sudah melakukannya. Itu berarti ia sudah berniat melupakan semuanya dan mulai membuka hatinya untuk Kevin. Tapi kenapa kau malah seperti ini?!” Seru Soohyun kesal pada dirinya sendiri. Berkali-kali pemuda itu berusaha menghilangkan wajah Aora dari benaknya, tapi semua itu sia-sia. Mengingat kejadian tadi membuat hatinya terasa sakit. Dia sudah terlanjur menyayangi gadis itu. Dan ia benci akan hal ini.
BUKK!!!
Pukulan Soohyun mendarat tepat pada batang pohon yang berada didepannya. Dadanya terasa sesak, membuatnya seolah sulit bernafas.
Aku...Apa yang harus kulakukan..?
#TBC

1 comments:

U-KISSHINee mengatakan...

Please jangan OC ;[

Posting Komentar