Soohyun
benar-benar tidak mengerti jalan pikiran adiknya yang satu ini. Bisa-bisanya
Kevin memintanya ikut bersama mereka untuk berjalan-jalan. Kalau saja bukan
karna Kevin yang terus memohon padanya. Ia pasti tidak akan mau pergi ke tempat
ini. Demi apa seseorang harus ikut dengan sepasang kekasih yang mungkin niat
berkencan, sekalipun orang itu adalah adiknya sendiri.
Setelah
berjalan-jalan ke beberapa tempat akhirnya mereka pun tiba di tujuan terkahir
jalan-jalan mereka untuk hari ini. Namsan. “Ottheyo?! Apa kau senang kuajak ke
tempat ini?!” Tanya Kevin pada Aora yang sedang berjalan sambil memandang
sekeliling.
Aora
lalu mengangguk senang, begitupun dengan Kevin yang tersenyum kearahnya.
Soohyun sendiri hanya berjalan dibelakang mereka, dengan headphone yang
terpasang ditelinga dan diiringi lagu-lagu kesayangan dari Ipod miliknya. Ia
sama sekali tidak berniat mengetahui percakapan antara kedua orang itu. Sesuai
dengan rencana mereka sebelumnya, Kevin sudah membeli tiket dan siap untuk
menaiki kereta gantung yang menuju ke Namsan tower dan harus menunggu hingga
kereta itu kembali lebih dulu.
Drrtt..Drrtt..
Mendadak
handphone Kevin bergetar hingga akhirnya pemuda itu pun menjawab telponnya.
“Yebeoseyo?”
Sapanya ramah. Entah apa yang dikatakan oleh suara di seberang telpon sana
hingga membuat raut wajah Kevin berubah seketika. “Mworago..?!! Jinjja?!
Baiklah..kalau begitu aku ke kampus sekarang!” Ucapnya lalu memutuskan
sambungan telpon.
“Aora~ya..mianhae.
Sepertinya sekarang aku harus pergi. Aku harus mengurus sesuatu yang penting di
kampusku. Aku..aku tidak bermaksud..” Kevin tidak tau harus bagaimana
menjelaskannya pada Aora. Dia tidak ingin meninggalkan gadis itu sendirian,
tapi disisi lain ia juga tidak mungkin membiarkan urusan di kampusnya begitu
saja.
Aora
menatapnya sambil tersenyum. “Gwencana~yo..aku mengerti jika kau ada urusan.
Ah~apa perlu kita batalkan saja..”
“Anii~bukankah
kau bilang kau senang bisa datang ke tempat ini. Lagipula sebentar lagi
keretanya akan tiba. Kau dan Soohyun Hyung pergi saja duluan. Nanti malam kita
bertemu di Namsan tower.” Tutur
Kevin. Walau sedikit khawatir Aora akhirnya tetap mengangguk. Membuat Kevin
tersenyum lalu mengecup dahinya sekilas kemudian berjalan pergi. Ia berusaha
mempercayai janji Kevin. Ia percaya pada pemuda itu.
“Hyung!!
Aku titip Aora sekali lagi ya! Tolong temani dia selama aku tidak ada. Kita
akan bertemu di Namsan tower nanti malam.” Kata Kevin cepat dan berniat pergi
sampai akhirnya Soohyun menahannya.
“Ya
waegurae?!! Memangnya kau mau kemana?!!” Tanya Soohyun heran.
“Laporan
yang kubuat ternyata belum sesuai dengan keinginan dosen, terpaksa aku harus
mengulang dan mengurusnya kembali hari ini juga. Jadi kumohon..bantu aku
menjaga Aora sekali lagi. Sampai jumpa nanti malam, ah~dan juga Gomawoyo
hyung!” Kata Kevin mengakhiri lalu akhirnya menghilang dari balik pintu masuk
seperti yang pernah dilakukannya.
Lagi?
Hanya itu kata yang telintas dibenak Soohyun saat ini. Kenapa juga ia lagi-lagi
harus dihadapkan dengan masalah seperti ini. Mengingat kejadian di Gym ditambah
lagi pertengkarannya dan Aora tadi pagi membuatnya tidak tau harus berbuat apa.
Mungkin saja saat ini gadis itu sudah tidak mau bicara dengannya lagi. Dan
Kevin dengan mudahnya malah menyuruh dirinya untuk menemani gadis itu.
Tak
lama kemudian Kereta gantung yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, tidak banyak
orang yang naik keatas sana. Jumlah mereka keseluruhan hanya 5 orang. Ada 4
orang gadis termasuk Aora, sedangkan Soohyun satu-satunya namja didalam sana.
Perlahan kereta pun akhirnya mulai berjalan. Selama perjalanan tidak ada kata
yang terucap dari bibir Soohyun maupun Aora. Sangat berbeda dengan ke3 anak
gadis didepan mereka yang begitu bersemangat melihat pemandangan kota Seoul dari
atas sana sambil sesekali berfoto.
Soohyun
akhirnya mencoba berbalik menatap Aora yang duduk disampingnya. Gadis itu hanya
diam sambil bersandar di pinggir kereta. Tapi sepertinya ada yang aneh
dengannya.
“Ya~ada
apa?! Neo waeirae..?!” Tanya Soohyun khawatir. Aora sendiri tidak menjawab.
Soohyun menatap gadis itu kesal. Sampai seperti itukah ia marah kepadanya?
Sampai-sampai menjawab pertanyaan kecil saja ia tidak mau dan bahkan tidak
ingin berbalik melihatnya.
“Ya~aku
mengerti kalau kau marah padaku! Tapi setidaknya jangan..” Ucapan pemuda itu
mendadak terhenti saat matanya tanpa sengaja terarah pada tangan Aora. Gadis
itu mengepalkan kedua tangannya bersamaan. Tampak seperti gemetaran. Mencoba
memastikan Soohyun akhirnya memberanikan diri menyentuh tangan Aora. Dan betapa
terkejutnya ia saat merasakan dinginnya tangan gadis itu. Bukan itu saja, tubuh
Aora kini gemetar hebat.
“Yaa~gwencana?!!
Kenapa tubuhmu gemetaran seperti ini?!” Kali ini Aora akhirnya berbalik. Wajah
gadis itu Nampak pucat.
“Aku..takut
pada ketinggian.” Kata Aora jujur sambil berusaha tersenyum.

0 comments:
Posting Komentar