Aurora Part 5


Soohyun benar-benar tidak mengerti jalan pikiran adiknya yang satu ini. Bisa-bisanya Kevin memintanya ikut bersama mereka untuk berjalan-jalan. Kalau saja bukan karna Kevin yang terus memohon padanya. Ia pasti tidak akan mau pergi ke tempat ini. Demi apa seseorang harus ikut dengan sepasang kekasih yang mungkin niat berkencan, sekalipun orang itu adalah adiknya sendiri.
Setelah berjalan-jalan ke beberapa tempat akhirnya mereka pun tiba di tujuan terkahir jalan-jalan mereka untuk hari ini. Namsan. “Ottheyo?! Apa kau senang kuajak ke tempat ini?!” Tanya Kevin pada Aora yang sedang berjalan sambil memandang sekeliling.
Aora lalu mengangguk senang, begitupun dengan Kevin yang tersenyum kearahnya. Soohyun sendiri hanya berjalan dibelakang mereka, dengan headphone yang terpasang ditelinga dan diiringi lagu-lagu kesayangan dari Ipod miliknya. Ia sama sekali tidak berniat mengetahui percakapan antara kedua orang itu. Sesuai dengan rencana mereka sebelumnya, Kevin sudah membeli tiket dan siap untuk menaiki kereta gantung yang menuju ke Namsan tower dan harus menunggu hingga kereta itu kembali lebih dulu.
Drrtt..Drrtt..
Mendadak handphone Kevin bergetar hingga akhirnya pemuda itu pun menjawab telponnya.
“Yebeoseyo?” Sapanya ramah. Entah apa yang dikatakan oleh suara di seberang telpon sana hingga membuat raut wajah Kevin berubah seketika. “Mworago..?!! Jinjja?! Baiklah..kalau begitu aku ke kampus sekarang!” Ucapnya lalu memutuskan sambungan telpon.
“Aora~ya..mianhae. Sepertinya sekarang aku harus pergi. Aku harus mengurus sesuatu yang penting di kampusku. Aku..aku tidak bermaksud..” Kevin tidak tau harus bagaimana menjelaskannya pada Aora. Dia tidak ingin meninggalkan gadis itu sendirian, tapi disisi lain ia juga tidak mungkin membiarkan urusan di kampusnya begitu saja.
Aora menatapnya sambil tersenyum. “Gwencana~yo..aku mengerti jika kau ada urusan. Ah~apa perlu kita batalkan saja..”
“Anii~bukankah kau bilang kau senang bisa datang ke tempat ini. Lagipula sebentar lagi keretanya akan tiba. Kau dan Soohyun Hyung pergi saja duluan. Nanti malam kita bertemu di Namsan tower.” Tutur Kevin. Walau sedikit khawatir Aora akhirnya tetap mengangguk. Membuat Kevin tersenyum lalu mengecup dahinya sekilas kemudian berjalan pergi. Ia berusaha mempercayai janji Kevin. Ia percaya pada pemuda itu.
“Hyung!! Aku titip Aora sekali lagi ya! Tolong temani dia selama aku tidak ada. Kita akan bertemu di Namsan tower nanti malam.” Kata Kevin cepat dan berniat pergi sampai akhirnya Soohyun menahannya.
“Ya waegurae?!! Memangnya kau mau kemana?!!” Tanya Soohyun heran.
“Laporan yang kubuat ternyata belum sesuai dengan keinginan dosen, terpaksa aku harus mengulang dan mengurusnya kembali hari ini juga. Jadi kumohon..bantu aku menjaga Aora sekali lagi. Sampai jumpa nanti malam, ah~dan juga Gomawoyo hyung!” Kata Kevin mengakhiri lalu akhirnya menghilang dari balik pintu masuk seperti yang pernah dilakukannya.
Lagi? Hanya itu kata yang telintas dibenak Soohyun saat ini. Kenapa juga ia lagi-lagi harus dihadapkan dengan masalah seperti ini. Mengingat kejadian di Gym ditambah lagi pertengkarannya dan Aora tadi pagi membuatnya tidak tau harus berbuat apa. Mungkin saja saat ini gadis itu sudah tidak mau bicara dengannya lagi. Dan Kevin dengan mudahnya malah menyuruh dirinya untuk menemani gadis itu.
Tak lama kemudian Kereta gantung yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, tidak banyak orang yang naik keatas sana. Jumlah mereka keseluruhan hanya 5 orang. Ada 4 orang gadis termasuk Aora, sedangkan Soohyun satu-satunya namja didalam sana. Perlahan kereta pun akhirnya mulai berjalan. Selama perjalanan tidak ada kata yang terucap dari bibir Soohyun maupun Aora. Sangat berbeda dengan ke3 anak gadis didepan mereka yang begitu bersemangat melihat pemandangan kota Seoul dari atas sana sambil sesekali berfoto.
Soohyun akhirnya mencoba berbalik menatap Aora yang duduk disampingnya. Gadis itu hanya diam sambil bersandar di pinggir kereta. Tapi sepertinya ada yang aneh dengannya.
“Ya~ada apa?! Neo waeirae..?!” Tanya Soohyun khawatir. Aora sendiri tidak menjawab. Soohyun menatap gadis itu kesal. Sampai seperti itukah ia marah kepadanya? Sampai-sampai menjawab pertanyaan kecil saja ia tidak mau dan bahkan tidak ingin berbalik melihatnya.
“Ya~aku mengerti kalau kau marah padaku! Tapi setidaknya jangan..” Ucapan pemuda itu mendadak terhenti saat matanya tanpa sengaja terarah pada tangan Aora. Gadis itu mengepalkan kedua tangannya bersamaan. Tampak seperti gemetaran. Mencoba memastikan Soohyun akhirnya memberanikan diri menyentuh tangan Aora. Dan betapa terkejutnya ia saat merasakan dinginnya tangan gadis itu. Bukan itu saja, tubuh Aora kini gemetar hebat.
“Yaa~gwencana?!! Kenapa tubuhmu gemetaran seperti ini?!” Kali ini Aora akhirnya berbalik. Wajah gadis itu Nampak pucat.
“Aku..takut pada ketinggian.” Kata Aora jujur sambil berusaha tersenyum.

0 comments:

Posting Komentar