“Woohyun~si..” Ucap Ieru pelan.
“Menyenangkan bukan?! Masuk kekamar seseorang dengan
seenaknya disaat pemiliknya tidak berada didalam.”
“Mwo?! Ya~jangan bicara sembarangan!” Seru Ieru kesal.
“Ahjumma sendiri yang memberiku izin untuk masuk kedalam sana.”
“Kau pikir aku ini apa?! Apa kau kira aku tidak memiliki
privacy! Hanya karna Eommaku sudah mengizinkan maka seseorang bisa seenaknya
masuk kedalam kamarku dan melakukan apapun yang ia suka tanpa harus lebih dulu
meminta izin juga pada pemiliknya, begitu?!”
Ieru tidak membalas. Apa yang dikatakan oleh namja itu
memang benar. Tidak seharusnya ia masuk tanpa memberitahu Woohyun terlebih
dulu.
“Mi..Mianhae.” Ucap Ieru akhirnya. Sejujurnya ia sangat
tidak ingin mengatakan ini, tapi mengingat kali ini ia merasa dirinya bersalah
maka ia rela melakukannya. Walau dengan begitu harus mengalah pada namja itu.
“Shireo!!” Jawaban Woohyun membuat Ieru melongo seketika.
“Mwo?!!”
“Nan shireo!! Aku paling malas memaafkan orang sepertimu.
Biar saja kau tetap diliputi rasa bersalah. Hha~!!” Woohyun tertawa pelan lalu
berbalik dan berniat meninggalkan tempat itu sampai mendadak menghentikan
langkahnya.
Ieru yang merasa kesal dengan sikap Woohyun, mendadak
menendang air laut hingga cipratannya mengenai tubuh Woohyun bagian belakang.
Perlahan Woohyun pun membalikkan tubuhnya. Rasa kesal kini terpancar dari
wajahnya.
“Oh?! Mianhae Woohyun~si, aku tidak sengaja! Eum..tapi
kau pasti tidak akan memaafkanku jadi...memangnya aku peduli!! Aku sama sekali
tidak peduli kau mau memaafkanku atau tidak! Karna itu tidak penting untukku.
Arra!!” Ucap Ieru santai.
Habis sudah kesabaran Woohyun. “Neo jinjja~~ kemari
kau..!!!” Pemuda itu baru saja ingin mengejar Ieru namun gadis itu kembali menyipratkan
air hingga mengenai tepat diwajahnya. Woohyun yang tak ingin kalah kini ikut
menendang air dan juga berhasil mengenai wajah Ieru. Keduanya pun akhirnya
terlihat seperti sedang melakukan perang air. Tubuh mereka kini sudah basah
sepenuhnya.
Sedikit demi sedikit Ieru berenang menghindari Woohyun
yang terus menyerangnya, namun tanpa ia sadari dirinya sudah terlalu jauh dari
daratan.
“Mwoya?! Sudah mengaku kalah kah?! Cih..dasar namja
lemah!” Cibir Ieru saat melihat Woohyun berhenti berenang mengejarnya.
“Hha~jinjja!! Aku baru sadar sejak tadi aku hanya
membuang-buang waktuku karna mengikuti permainanmu. Menyebalkan.” Ucap Woohyun
lalu mulai berenang kembali ke daratan.
“Ya~neo cham..Akkh!!” Ieru yang baru saja berniat
berenang mengikuti Woohyun mendadak merasa kakinya keram. Berkali-kali ia
berusaha menggerakan kakinya tapi sama sekali tidak berhasil. Kini sedikit demi
sedikit tubuhnya pun mulai tenggelam. “Woohyun~si!! Tolong aku!” Pekiknya.
Woohyun yang sudah sampai diatas, melihat Ieru yang
meronta-ronta di air. “Mwoya!! Tidak usah berakting didepanku. Kau tidak akan
berhasil!” Tawa Woohyun. Namun Ieru masih tetap meronta. “Ya~Geumanhae..cepat
naik!!”. Melihat Ieru yang mendadak menghilang dari permukaan membuat raut
wajah Woohyun berubah seketika. “Aissh Jinjja!!! Dasar bodoh!” Seketika pemuda
itu kembali melompat masuk kedalam air.
Setelah berhasil menyelamatkan Ieru, Woohyun pun
membaringkannya diatas pasir. Gadis itu tidak sadarkan diri.
“Ya~sadarlah!! Yaa Song Ieru!!” Seru Woohyun seraya
menekan perut gadis itu berkali-kali, namun tak ada respon sama sekali. Rasa
khawatir mulai muncul dalam diri pemuda itu. Mata Woohyun lalu memandang kearah
Ieru. Hanya ada satu cara.
Pada akhirnya Woohyun pun terpaksa memberikan nafas
buatan kepada gadis itu sambil terus menekan perutnya. Dan ternyata cara itu berhasil.
Sayangnya, Ieru membuka matanya tepat saat bibir Woohyun masih menempel
dibibirnya. Membuat tatapan keduanya bertemu seketika. Detik selanjutnya mereka
sama-sama terkejut dan langsung melepaskannya.
Uhukk! Uhhukk!!
Ieru terbatuk, namun air laut yang tertelan olehnya kini
berhasil keluar sedikit demi sedikit.
DEG!!
Keduanya kini sama-sama terdiam. Rasa canggung kini
menyelimuti mereka. Dan tanpa mengatakan apa-apa Ieru langsung berdiri, berniat
melangkah pergi sampai mendadak terjatuh.
“Akkh!!” Pekiknya seraya memegang pergelangan kakinya
yang sempat terkena karang saat tenggelam tadi.
“Jinjja babo~ya..” Woohyun yang menghampirinya berniat
membantunya namun Ieru menepisnya.
“Nan gwencanayo..aku bisa melakukannya.” Baru saja Ieru
berniat jalan sampai tubuhnya kembali ambruk. Untung saja Woohyun dengan sigap
menahannya lalu mendadak menggendong gadis itu, membuat Ieru terkejut.
“Mianhaeyo..” Ucap Woohyun membuat Ieru menatapnya. “Aku
tau kau pasti merasa kesal padaku saat ini karna tanpa izin telah melakukan itu
padamu. Tapi aku tidak punya jalan lain lagi.” Jelasnya.
Ieru sendiri tidak berkomentar. Sejujurnya ia sama sekali
tidak kesal pada pemuda itu, ia bahkan ingin berterima kasih padanya karna
kalau Woohyun tidak menolongnya tadi ia pasti sudah mati tenggelam saat ini.
Alasan mengapa tadi ia berniat pergi secepatnya dari
tempat itu, tidak lain adalah karna berusaha menghindari pemuda itu. Lebih
tepatnya berusaha menghindari detakan jantungnya yang mendadak berubah jadi
aneh saat bersama dengan Woohyun tadi.
Tak lama kemudian mereka akhirnya sampai didalam kamar
Ieru. Perlahan Woohyun pun membaringkan gadis itu diatas ranjangnya.
“Udara mulai dingin. Sebaiknya cepat ganti pakaianmu,
nanti akan kupanggilkan Jiae Ahjumma untuk membantumu. Sekarang istirahatlah.”
Kata Woohyun mengakhiri dan berniat menutup pintu kamar sampai Ieru
memanggilnya.
“Woohyun~si..Gomawoyo..” Ucap Ieru akhirnya. Woohyun
sendiri hanya menatapnya sebentar lalu tersenyum kecil dan akhirnya menutup
pintu kamar.
Ieru mengenggam kerah bajunya yang basah, detik berikutnya
ia berubah terkejut. Detakan aneh itu belum berhenti.
♥~♥~♥
Mata kuliah hari ini baru saja selesai, namun Ieru sudah
keluar dari ruangan lebih dulu. Sungyeol yang melihatnya berniat memanggil
gadis itu namun mendadak mengurungkan niatnya. Ada yang aneh dengan Ieru, tidak
biasanya ia pergi secara diam-diam seperti ini. Merasa penasaran membuat
Sungyeol berniat mengikutinya dari jauh.
Dan benar saja, selama perjalanan pemuda itu terus
mengikuti kearah mana Ieru pergi. Hingga akhirnya Ieru masuk kedalam sebuah
rumah yang cukup besar. Rasa penasaran dalam diri Sungyeol pun semakin menjadi.
Mungkinkah ini adalah rumah..?
Ting..Tong..
Sungyeol mencoba menekan bel rumah tersebut, hingga
akhirnya seseorang membuka pintu. Orang itu tidak lain adalah Jiae Ahjumma.
“Annyeong haseyo..” Sapa Sungyeol ramah.
Jiae Ahjumma tersenyum.”Nde..ada yang bisa saya bantu?”
“Apa gadis bernama Song Ieru tinggal disini?”
“Iya benar. Nona Ieru memang tinggal disini.” Jiae
Ahjumma mengangguk
“Ah~jadi ternyata benar ini rumah sepupunya Ieru yah..?!”
Ucap Sungyeol lega
Namun Jiae Ahjumma mendeliknya. “Nde?! Ah~aniiya, ini
bukan rumah sepupu Nona Ieru tapi ini adalah rumah Nam Woohyun.” Sungyeol
menatap wanita itu bingung. Mengerti akan maksud tatapan pemuda itu Jiae
Ahjumma lalu menambahkan. “Dia adalah tunangan Nona Ieru.”
Ucapan wanita itu seketika membuat Sungyeol terpaku di
tempatnya. Dan tepat saat itu pula Ieru yang baru saja dari dapur menghentikan
langkahnya. Hati gads itu serasa mencelos saat melihat Sungyeol yang kini
menatapnya dari jauh. Ieru bisa melihat amarah dan kekesalan yang dalam dimata
pemuda itu. Ia sadar kalau Sungyeol tau akan sesuatu.
“Su..Sungyeol~ah..”
#TBC


0 comments:
Posting Komentar