♥~♥~♥
Hari ini adalah hari libur, itu sebabnya Ieru bangun
lebih cepat. Setiap libur biasanya ia membantu Eommanya menyiapkan sarapan pagi.
Walaupun saat ini ia tidak berada dirumahnya sendiri, ia tetap ingin
melakukannya.
Satu demi satu makanan kini telah dipersiapkan diatas
meja. Beruntung Ieru sering menemani Eommanya saat memasak di dapur, dengan
begitu ia memiliki kemampuan yang bisa dibilang mahir dalam memasak.
“Oh?! Ieru~ya..apa yang sedang kau lakukan?!” Tanya
Nyonya Nam saat melihat Ieru yang baru saja selesai meletakkan mangkuk yang
berisikan sup buatannya.
“Ah~Selamat pagi Ahjumma!!” Sapa Ieru seraya tersenyum.
Nyonya Nam menatap makanan diatas meja. Sepertinya
menyadari sesuatu. “Ini semua..kau sendiri yang memasaknya?! Wah~Ahjumma tidak
menyangka kau yang melakukan semua ini. Kau benar-benar pintar memasak.”
Pujinya.
“Aha~aniiyo!! Semua ini kukerjakan bersama-sama dengan Jiae
Ahjumma. Aku bahkan hanya bisa membuat sup ini saja.” Timpal Ieru.
Keduanya pun kini duduk di depan meja makan dan berniat
menikmati hidangan yang telah tersedia sampai akhirnya Nyonya Nam teringat akan
sesuatu.
“Hm..anak itu. Semalam dia pasti pulang larut malam lagi.
Dasar!! Sebentar Ieru~ya..Ahjumma ingin membangunkan Woohyun dulu.” Ujarnya
berniat bangkit namun segera ditahan oleh Ieru.
“Ahjumma! Biar...saya saja yang membangunkan dia.” Sesaat
Nyonya Nam terkejut dengan apa yang didengarnya barusan, namun detik kemudian
ia tersenyum lalu mengangguk. “Baiklah kalau begitu..”
Ieru berjalan menaiki tangga menuju kamar Woohyun. Gadis
itu memang tidak menyukai Woohyun dan mungkin masih belum bisa menerima
pertunangan mereka, tapi bukan berarti dia kehilangan sopan santunnya. Ia tidak
mungkin membiarkan Nyonya Nam pergi memanggil Woohyun sedangkan dirinya
enak-enakan makan dibawah sana. Apalagi ia sedang berada dirumah orang itu saat
ini.
Ieru menatap sebentar pintu kamar didepannya saat ini
lalu menghela nafas pelan kemudian mulai mengetuk pintunya. “Woohyun~si..!”
Tok..Tok..
“Woohyun~si!! Ireonaseyo..!” Ulangnya. Namun tetap tak
ada jawaban. Merasa cara ini tidak akan berhasil membuat Ieru memberanikan diri
masuk kedalam.
Terlihat Woohyun yang masih tertidur pulas diranjang
dengan selimut yang menutupi tubuhnya.
“Woohyun~si~” Ieru mencoba memanggil pemuda itu namun tak
ada respon. “Woohyun~si..ireona! Nam Ahjumma sedang menunggumu untuk sarapan
dibawah!” Ulang Ieru. Kali ini mulai mendorong pelan tubuh pemuda itu. Dan
ternyata berhasil, Woohyun mulai membuka matanya pelan.
“Yaa! Mwohaneun geoya?! Jangan mengangguku!” Seru Woohyun
malas lalu kembali menutupi wajahnya dengan selimut.
Woah! Apa-apaan dia itu?!
Aku sudah capek-capek naik kesini hanya untuk membangunkannya dan dia malah
seenaknya bilang jangan mengangguku! Andwae!
“Ya~Nam Woohyun!! Palli Ireonaaa!!!” Seru Ieru seraya
menarik selimut Woohyun. Namun ia terkejut karna ternyata Woohyun sama sekali
tidak mengenakan baju. Spontan saja Ieru membalikkan tubuhnya dan membelakangi
pemuda itu.
“Aissh~neo jinjja!! Menyebalkan sekali!” Gerutu Woohyun
sambil mengacak pelan rambutnya. “Lagipula bisa-bisanya kau seenaknya masuk kamar
orang lain dan menganggu tidur seseorang!!”
Ieru yang merasa tidak terima dengan perkataan Woohyun
barusan membuatnya langsung membalikkan tubuhnya. Baru saja ia ingin mengatakan
sesuatu sampai matanya mendadak tertuju pada tubuh Woohyun. Tubuh namja itu
ternyata cukup kekar, Ieru bahkan bisa melihat abs yang nampak ditubuhnya.
“Mwoya?! Terpesona dengan tubuhku kah?! Hha~” Ucap
Woohyun tiba-tiba membuat Ieru tersadar.
“Mw..mwo?! Hha~Jangan sembarangan bicara!!” Sergah Ieru
berbohong. Gadis itu berusaha menyembunyikan rasa gugupnya. “Ya~Yaa Cepatlah
turun!! Kami sudah lelah menunggumu sejak tadi!!” Tanpa berkata apa-apa lagi
Ieru pun berjalan keluar kamar meninggalkan Woohyun yang hanya tersenyum kecil
menatap gadis itu. Diluar kamar Ieru memukul kepalanya pelan. “Aissh~Babo Ieru! Tadi itu benar-benar
memalukan!”
Tidak ingin berlam-lama dikamarnya, Woohyun pun akhirnya
turun dan langsung duduk didepan meja makan. “Mwoya?! Waegurae? Tumben menu
pagi ini Sup.” Ucapnya seraya mulai mencicipi sup yang ada di mangkuknya.
“Bagaimana rasanya Woohyun~ah?!” Tanya Nyonya Nam
tiba-tiba.
“Hm..Mashitta! Sup ini benar-benar enak!!”
“Kau menyukainya?!” Tanya Nyonya Nam lagi.
Woohyun mengangguk sambil tersenyum lebar. “Joha! Aku
sangat menyukainya!”
“Keurae?! Ah~baguslah kalau begitu. Sup itu Ieru yang
memasaknya.”
Uhuk! Uhukk!!
Seketika Woohyun tersedak saat mendengar ucapan Eommanya
barusan. Sesaat ia melongo ditempatnya, lalu kemudian mengambil tisu diatas
meja. Woohyun benar-benar malu saat ini. Dia sama sekali tidak tau kalau ternyata
gadis itu yang memasaknya. Padahal tadi dengan santainya ia tersenyum sambil
memuji-muji makanan ini. Woohyun berdehem sebentar lalu kemudian kembali
melanjutkan makannya dan berusaha terlihat biasa didepan semuanya. Ieru dan
Nyonya Nam sendiri hanya tertawa kecil melihatnya.
::::::::::::::::::::::::::::::
Hari sudah beranjak sore, dan Ieru sama sekali tidak tau
harus melakukan apa. Itulah sebabnya saat ini ia hanya duduk diteras depan
sambil mendengarkan musik melalui Ipod nya.
“Kau merasa bosan yah?!” Nyonya Nam yang mendadak muncul
dari balik pintu membuat Ieru segera melepas headsetnya.
“Oh~Ahjumma!!” Ucapnya sedikit terkejut. “Ah~aniiya
Ahjuma! Bukan begitu..”
Nyonya Nam tersenyum pelan.”Gwencanayo..Ahjumma tau, karna
ini bukan rumahmu jadi kau pasti merasa bingung harus melakukan apa.” Ieru
tidak menjawab. “Hm..sebenarnya kalau kau merasa bosan, kau bisa berjalan-jalan
di belakang. Karna dibelakang rumah ini terdapat sebuah pantai. Mungkin dengan begitu rasa bosanmu bisa
berkurang.”
Ieru cukup terkejut mendengarnya.”Nde?! Pantai?!”Tanyanya
memastikan.
Nyonya Nam mengangguk.”Iya benar. Karna Woohyun sangat
menyukai laut makanya kami sengaja mencari rumah yang bisa berdekatan dengan
laut secara langsung. Keundae..kalau kau mau kesana, kau harus melalui kamar
Woohyun dulu. Kamarnya memang satu-satunya jalan untuk menuju kesana.”
“Ah..begitu yah. Kamsahaeyo Ahjumma.”Ucap Ieru tersenyum.
::::::::::::::::::::::::::::::
Ieru sedikit ragu saat memasuki kamar Woohyun. Tapi
mengingat ia sudah mendapatkan izin dari pemilik rumah iapun melanjutkan
langkahnya. Beruntung namja itu sedang tidak berada dikamarnya jadi Ieru dengan
mudah masuk kedalam. Gadis itu lalu menemukan sebuah pintu menuju balkon yang
terbuat dari kaca. Dan saat ia membukanya, seketika ia terpaku ditempatnya. Ieru
benar-benar tidak menyangka kalau dibelakang rumah ini ternyata benar-benar
terdapat sebuah pantai. Bahkan Ieru bisa melihatnya dari atas balkon ini. Mata
gadis itu mendadak tertuju pada sebuah tangga yang berada di samping balkon.
Tanpa membuang waktu lagi ia pun turun kebawah.
Tepat saat itu pula Woohyun masuk kedalam kamar dan
sempat melihat Ieru saat menuruni tangga. Awalnya ia ingin meneriaki Ieru, tapi
mendadak ia mengurungkan niatnya. Ia ingin tau apa yang ingin dilakukan oleh gadis
itu. Karna itu Woohyun memilih untuk mengikutinya.
Ieru terus berjalan menuju pantai. Ia sengaja melepas
alas kakinya demi merasakan lembutnya pasir pantai. Gadis itu lalu mendekat ke
air dan merasakan ombak kecil yang menyapu pergelangan kakinya. Ieru mengambil nafas
dalam kemudian melepaskannya, detik kemudian ia merentangkan kedua tangannya
sambil menutup mata. Angin laut benar-benar terasa sejuk dan nyaman.
“Menyenangkan bukan..?!” Sebuah suara yang dikenalnya
mendadak mengejutkan Ieru hingga gadis itu membalikkan tubuhnya. Dan benar
saja, Nam Woohyun kini sedang memandanginya dengan tangan bersilang di dada.
“Woohyun~si..” #TBC


0 comments:
Posting Komentar