Fiance Part 3



♥~♥~♥
Hari ini adalah hari libur, itu sebabnya Ieru bangun lebih cepat. Setiap libur biasanya ia membantu Eommanya menyiapkan sarapan pagi. Walaupun saat ini ia tidak berada dirumahnya sendiri, ia tetap ingin melakukannya.
Satu demi satu makanan kini telah dipersiapkan diatas meja. Beruntung Ieru sering menemani Eommanya saat memasak di dapur, dengan begitu ia memiliki kemampuan yang bisa dibilang mahir dalam memasak.
“Oh?! Ieru~ya..apa yang sedang kau lakukan?!” Tanya Nyonya Nam saat melihat Ieru yang baru saja selesai meletakkan mangkuk yang berisikan sup buatannya.
“Ah~Selamat pagi Ahjumma!!” Sapa Ieru seraya tersenyum.
Nyonya Nam menatap makanan diatas meja. Sepertinya menyadari sesuatu. “Ini semua..kau sendiri yang memasaknya?! Wah~Ahjumma tidak menyangka kau yang melakukan semua ini. Kau benar-benar pintar memasak.” Pujinya.
“Aha~aniiyo!! Semua ini kukerjakan bersama-sama dengan Jiae Ahjumma. Aku bahkan hanya bisa membuat sup ini saja.” Timpal Ieru.
Keduanya pun kini duduk di depan meja makan dan berniat menikmati hidangan yang telah tersedia sampai akhirnya Nyonya Nam teringat akan sesuatu.
“Hm..anak itu. Semalam dia pasti pulang larut malam lagi. Dasar!! Sebentar Ieru~ya..Ahjumma ingin membangunkan Woohyun dulu.” Ujarnya berniat bangkit namun segera ditahan oleh Ieru.
“Ahjumma! Biar...saya saja yang membangunkan dia.” Sesaat Nyonya Nam terkejut dengan apa yang didengarnya barusan, namun detik kemudian ia tersenyum lalu mengangguk. “Baiklah kalau begitu..”
Ieru berjalan menaiki tangga menuju kamar Woohyun. Gadis itu memang tidak menyukai Woohyun dan mungkin masih belum bisa menerima pertunangan mereka, tapi bukan berarti dia kehilangan sopan santunnya. Ia tidak mungkin membiarkan Nyonya Nam pergi memanggil Woohyun sedangkan dirinya enak-enakan makan dibawah sana. Apalagi ia sedang berada dirumah orang itu saat ini.
Ieru menatap sebentar pintu kamar didepannya saat ini lalu menghela nafas pelan kemudian mulai mengetuk pintunya. “Woohyun~si..!”
Tok..Tok..
“Woohyun~si!! Ireonaseyo..!” Ulangnya. Namun tetap tak ada jawaban. Merasa cara ini tidak akan berhasil membuat Ieru memberanikan diri masuk kedalam.
Terlihat Woohyun yang masih tertidur pulas diranjang dengan selimut yang menutupi tubuhnya.
“Woohyun~si~” Ieru mencoba memanggil pemuda itu namun tak ada respon. “Woohyun~si..ireona! Nam Ahjumma sedang menunggumu untuk sarapan dibawah!” Ulang Ieru. Kali ini mulai mendorong pelan tubuh pemuda itu. Dan ternyata berhasil, Woohyun mulai membuka matanya pelan.
“Yaa! Mwohaneun geoya?! Jangan mengangguku!” Seru Woohyun malas lalu kembali menutupi wajahnya dengan selimut.
Woah! Apa-apaan dia itu?! Aku sudah capek-capek naik kesini hanya untuk membangunkannya dan dia malah seenaknya bilang jangan mengangguku! Andwae!
“Ya~Nam Woohyun!! Palli Ireonaaa!!!” Seru Ieru seraya menarik selimut Woohyun. Namun ia terkejut karna ternyata Woohyun sama sekali tidak mengenakan baju. Spontan saja Ieru membalikkan tubuhnya dan membelakangi pemuda itu.
“Aissh~neo jinjja!! Menyebalkan sekali!” Gerutu Woohyun sambil mengacak pelan rambutnya. “Lagipula bisa-bisanya kau seenaknya masuk kamar orang lain dan menganggu tidur seseorang!!”
Ieru yang merasa tidak terima dengan perkataan Woohyun barusan membuatnya langsung membalikkan tubuhnya. Baru saja ia ingin mengatakan sesuatu sampai matanya mendadak tertuju pada tubuh Woohyun. Tubuh namja itu ternyata cukup kekar, Ieru bahkan bisa melihat abs yang nampak ditubuhnya.
“Mwoya?! Terpesona dengan tubuhku kah?! Hha~” Ucap Woohyun tiba-tiba membuat Ieru tersadar.
“Mw..mwo?! Hha~Jangan sembarangan bicara!!” Sergah Ieru berbohong. Gadis itu berusaha menyembunyikan rasa gugupnya. “Ya~Yaa Cepatlah turun!! Kami sudah lelah menunggumu sejak tadi!!” Tanpa berkata apa-apa lagi Ieru pun berjalan keluar kamar meninggalkan Woohyun yang hanya tersenyum kecil menatap gadis itu. Diluar kamar Ieru memukul kepalanya pelan. “Aissh~Babo Ieru! Tadi itu benar-benar memalukan!”
Tidak ingin berlam-lama dikamarnya, Woohyun pun akhirnya turun dan langsung duduk didepan meja makan. “Mwoya?! Waegurae? Tumben menu pagi ini Sup.” Ucapnya seraya mulai mencicipi sup yang ada di mangkuknya.
“Bagaimana rasanya Woohyun~ah?!” Tanya Nyonya Nam tiba-tiba.
“Hm..Mashitta! Sup ini benar-benar enak!!”
“Kau menyukainya?!” Tanya Nyonya Nam lagi.
Woohyun mengangguk sambil tersenyum lebar. “Joha! Aku sangat menyukainya!”
“Keurae?! Ah~baguslah kalau begitu. Sup itu Ieru yang memasaknya.”
Uhuk! Uhukk!!
Seketika Woohyun tersedak saat mendengar ucapan Eommanya barusan. Sesaat ia melongo ditempatnya, lalu kemudian mengambil tisu diatas meja. Woohyun benar-benar malu saat ini. Dia sama sekali tidak tau kalau ternyata gadis itu yang memasaknya. Padahal tadi dengan santainya ia tersenyum sambil memuji-muji makanan ini. Woohyun berdehem sebentar lalu kemudian kembali melanjutkan makannya dan berusaha terlihat biasa didepan semuanya. Ieru dan Nyonya Nam sendiri hanya tertawa kecil melihatnya.
::::::::::::::::::::::::::::::
Hari sudah beranjak sore, dan Ieru sama sekali tidak tau harus melakukan apa. Itulah sebabnya saat ini ia hanya duduk diteras depan sambil mendengarkan musik melalui Ipod nya.
“Kau merasa bosan yah?!” Nyonya Nam yang mendadak muncul dari balik pintu membuat Ieru segera melepas headsetnya.
“Oh~Ahjumma!!” Ucapnya sedikit terkejut. “Ah~aniiya Ahjuma! Bukan begitu..”
Nyonya Nam tersenyum pelan.”Gwencanayo..Ahjumma tau, karna ini bukan rumahmu jadi kau pasti merasa bingung harus melakukan apa.” Ieru tidak menjawab. “Hm..sebenarnya kalau kau merasa bosan, kau bisa berjalan-jalan di belakang. Karna dibelakang rumah ini terdapat sebuah pantai.  Mungkin dengan begitu rasa bosanmu bisa berkurang.”
Ieru cukup terkejut mendengarnya.”Nde?! Pantai?!”Tanyanya memastikan.
Nyonya Nam mengangguk.”Iya benar. Karna Woohyun sangat menyukai laut makanya kami sengaja mencari rumah yang bisa berdekatan dengan laut secara langsung. Keundae..kalau kau mau kesana, kau harus melalui kamar Woohyun dulu. Kamarnya memang satu-satunya jalan untuk menuju kesana.”
“Ah..begitu yah. Kamsahaeyo Ahjumma.”Ucap Ieru tersenyum.
::::::::::::::::::::::::::::::
Ieru sedikit ragu saat memasuki kamar Woohyun. Tapi mengingat ia sudah mendapatkan izin dari pemilik rumah iapun melanjutkan langkahnya. Beruntung namja itu sedang tidak berada dikamarnya jadi Ieru dengan mudah masuk kedalam. Gadis itu lalu menemukan sebuah pintu menuju balkon yang terbuat dari kaca. Dan saat ia membukanya, seketika ia terpaku ditempatnya. Ieru benar-benar tidak menyangka kalau dibelakang rumah ini ternyata benar-benar terdapat sebuah pantai. Bahkan Ieru bisa melihatnya dari atas balkon ini. Mata gadis itu mendadak tertuju pada sebuah tangga yang berada di samping balkon. Tanpa membuang waktu lagi ia pun turun kebawah.
Tepat saat itu pula Woohyun masuk kedalam kamar dan sempat melihat Ieru saat menuruni tangga. Awalnya ia ingin meneriaki Ieru, tapi mendadak ia mengurungkan niatnya. Ia ingin tau apa yang ingin dilakukan oleh gadis itu. Karna itu Woohyun memilih untuk mengikutinya.
Ieru terus berjalan menuju pantai. Ia sengaja melepas alas kakinya demi merasakan lembutnya pasir pantai. Gadis itu lalu mendekat ke air dan merasakan ombak kecil yang menyapu pergelangan kakinya. Ieru mengambil nafas dalam kemudian melepaskannya, detik kemudian ia merentangkan kedua tangannya sambil menutup mata. Angin laut benar-benar terasa sejuk dan nyaman.
“Menyenangkan bukan..?!” Sebuah suara yang dikenalnya mendadak mengejutkan Ieru hingga gadis itu membalikkan tubuhnya. Dan benar saja, Nam Woohyun kini sedang memandanginya dengan tangan bersilang di dada.
“Woohyun~si..” 


#TBC

0 comments:

Posting Komentar