Cast:
Nam Woohyun (Infinite)
Lee Sungyeol (Infinite)
Song Ieru
Tok..Tok..Tok!!
“Sungyeol~ah!” Seru seorang gadis sedang mengetuk pintu kamar.
“Masuk saja langsung Ieru~ya, anak itu sudah tidak mempan dengan panggilan saja. Masuklah!” Ujar seorang wanita paruh baya yang sedang mempersiapkan sarapan pagi di meja makan. Merasa sudah mendapat izin dari pemilik rumah Ieru pun memasuki kamar tersebut.
Nampak seorang namja yang masih tertidur lelap di ranjangnya. Perlahan Ieru pun berjalan mendekatinya.
“Sungyeol~ah..ireona..”Ucapnya seraya mengguncang tubuh namja itu pelan. Tidak ada respon sama sekali, Ieru mencoba memanggilnya sekali lagi. “Sungyeol~aaah!!”
Merasa kesal tidak ada respon sejak tadi, Ieru pun berteriak. “Ya Lee Sungyeol!! Ireonaa!!!” Namun namja itu masih tetap tidak bergerak.
“Mwoya?! Dia ini tidur atau pingsan sih?! Aissh~ya..ireonaa!!! Pallli~nanti kita terlambat ke kampus!” Seru Ieru sambil mengguncang tubuh Sungyeol sekuat tenaga. Kali ini usaha gadis itu memang berhasil, tapi sesuatu yang tidak diduganya malah terjadi. Sungyeol tiba-tiba saja menariknya hingga ia terjatuh tepat disamping pemuda itu.
“Eum..Eomma~biarkan aku tidur sebentar lagi..” Gumam Sungyeol seraya memeluk Ieru yang tampak syok.
DEG!
“Omo~Su..Sungyeol~ah..” Ucap Ieru pelan. Sungyeol yang merasa ada yang aneh membuka matanya dan mendapati wajah Ieru yang berjarak hanya beberapa senti darinya. Menyadari itu membuatnya spontan bangkit dan melepaskan pelukannya.
“Mw..mwoya?! Ieru~ya..kenapa kau bisa ada dikamarku?!” Tanya Sungyeol yang juga sama terkejutnya dengan gadis itu.
“Mianhae..sebenarnya tadi aku hanya ingin membangunkanmu dari luar, tapi Ahjumma menyuruhku untuk masuk langsung kedalam. Jadi..”
“Babo~” Ucap Sungyeol tiba-tiba membuat Ieru memandangnya heran. “Seharusnya aku yang minta maaf..karna tadi..aku tidak sengaja memelukmu. Mianhae..”
“Ah?! Oh~ne..gwencanayo..” Jawab gadis itu seraya tersenyum. “Aah~iya!! Cepatlah mandi! Kita sudah hampir terlambat ke kampus..”
“Arasseo..~” Sungyeol mengedipkan sebelah matanya lalu berjalan masuk kedalam kamar mandi. Ieru sendiri hanya tersenyum melihat hal itu, ia sudah terbiasa dengan sikap Sungyeol yang seperti itu.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Ieru dan Sungyeol sudah bersahabat sejak smp, tak heran kalau saat ini mereka sudah sangat dekat.
Motor Sungyeol yang melaju kencang hampir saja membuat Ieru jatuh ke belakang kalau saja mendadak ia tidak cepat menarik sweater Sungyeol. Menyadari sesuatu membuat Sungyeol menghentikan motornya.
Pemuda itu menghela nafas. “Cukup sudah. Sekarang berpeganganl!” Ucapnya tanpa membalikkan tubuhnya.
“Mwo?! Ah~keundae” Tanya Ieru memastikan.
“Ieru~ya..selama ini aku selalu membiarkanmu. Tapi untuk kali ini aku tidak bisa diam saja, bagaimana kalau tadi kau sampai jatuh hah?!!” Ujar Sungyeol sedikit kesal. Ia sadar mungkin karna umur mereka yang tidak lagi terbilang remaja seperti saat Smp dan Sma makanya Ieru merasa sungkan untuk melakukan hal-hal yang dulu sering mereka lakukan dengan mudahnya. Sungyeol bisa mengerti hal itu, walau sebenarnya sedikit khawatir. Atau mungkin bahkan tidak menginginkannya.
“Mianhae..” Ieru merasa bersalah.
“Dwaesso..sekarang berpeganganlah!” Perintah Sungyeol. Ieru sendiri menatap pinggang Sungyeol sejenak. Kekhawatiran muncul dalam dirinya, khawatir akan sesuatu yang sudah susah payah dilupakannya harus kembali. “Ya~Palli!!” Teguran Sungyeol kali ini membuatnya mau tak mau terpaksa melakukannya. Perlahan iapun melingkarkan lengannya pada pinggang pemuda itu.
Selama motor melaju, Ieru tidak mengatakan apa-apan dan hanya menatap punggung Sungyeol. Ini pertama kalinya ia berpegangan pada pemuda itu sejak 3 tahun lalu. Lebih tepatnya sejak Sungyeol memiliki seorang Yeojachingu.
Alasan Ieru tidak ingin melakukannya tidak lain adalah karna ia dulu menyukai pemuda dihadapannya ini. Tingkah Sungyeol yang selalu menjahili sekaligus membuatnya tertawa berhasil menumbuhkkan sebuah rasa dalam diri gadis itu. Perasaan yang lebih dari sekedar sahabat. Namun semua itu musnah saat Sungyeol tiba-tiba saja memperkenalkan Yeojachngunya pada Ieru. Dan yang lebih menyakitkan hari itu adalah hari ulang tahun Song Ieru. Sekalipun sakit, Ieru tetap berusaha mendukung mereka. Itu karna ia melihat Sungyeol yang begitu bahagia saat bersama yeoja itu. Sejak saat itulah Ieru berusaha menghilangkan perasaannya pada Sungyeol. Mulai dari menjaga jarak dari pemuda itu hingga sedikit mengubah kebiasaan yang dilakukannya. Walaupun hubungan Sungyeol dan yeojachingunya itu hanya berlangsung setahun. Ia hanya tidak ingin terus berharap pada pemuda itu agar bisa membalas perasaannya. Karna ia tau hal itu tidak akan pernah terjadi. Mungkin.
Ieru berhasil melakukannya, walau sejujurnya tidak sepenuhnya. Perasaannya pada Sungyeol yang ia pendam sejak Smp tidak akan mudah terhapus begitu saja. Dan saat ini, dimana ia sudah mulai terbiasa ia harus kembali berhadapan dengan salah satu hal yang sengaja dihindarinya selama ini.
“Kau bisa melakukannya Song Ieru!!” Ucap gadis itu dalam hati berusaha meyakinkan dirinya sendiri. Itu tidak akan terjadi untuk kedua kalinya. Tidak boleh.
::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Hari mulai beranjak sore saat Ieru baru saja menyelesaikan mata kuliah terakhirnya. Sambil menunggu Sungyeol yang sedang menemui salah seorang dosen, ia pun berjalan menuju halaman belakang kampus. Namun baru saja tiba disana, ia sudah harus mendapati pemandangan yang tak terduga. Sepasang kekasih dengan santainya sedang berciuman disalah satu kursi taman.
Ieru sendiri hanya melongo ditempatnya, gadis itu sama sekali tidak menyangka akan menemukan hal seperti ini. Menyadari kehadiran seseorang menatap mereka membuat namja itu menghentikan aktifitasnya. Ia lalu menatap kearah Ieru. Gadis itu sendiri kini bisa melihat dengan jelas wajah namja dihadapannya, mata yang sipit namun tajam. Hal yang pertama kali tertangkap oleh mata Ieru hingga tanpa disadarinya matanya terus terarah pada pemuda itu.
Tiba-tiba saja pemuda yang ditatapnya itu tersenyum, dan hal itu seketika membuyarkan lamunan Ieru. Takut sekaligus malu karna kedapatan sedang memandangi pasangan yang sedang berciuman membuat gadis itu langsung berlari meninggalkan tempat itu.
Sambil berjalan Ieru terus berbicara sendiri.“Apa-apaan itu?! Memangnya mereka pikir ini dimana? Berciuman dihalaman kampus. Apa mereka tidak malu?! Dasar! Dan lagi..kenapa juga aku sampai menatap namja tadi sampai seperti itu?! Aagh~memalukan!!” Pekiknya seraya memukul pelan kepalanya sendiri.
BUKK!!
Mendadak tanpa sengaja seseorang menabrak Ieru hingga gadis itu jatuh ke lantai. “Aoww!! Aiish~” Rintih Ieru seraya memperbaiki posisinya.
“Oh?! Ieru~ya!!” Pekik namja yang menabraknya yang tidak lain ternyata adalah Sungyeol. Sesaat pemuda itu memandang Ieru lalu detik kemudian ia malah tertawa terbahak. Ieru yang melihat itu merasa kesal.
“Yaa~Memangnya apa yang lucu hah?!”
“Haha!! Anii~ini pertama kalinya kau terjatuh saat aku menabrakmu. Bukankah biasanya tubuhmu itu mampu menahan hantaman dariku. Kau ini kan bukan gadis biasa..haha!” Canda Sungyeol sambil terus tertawa.
“Mworago?! Ya Lee Sungyeol, kemari kau!!” Sungyeol yang tau hal itu akan terjadi lebih dulu berlari menghindari Ieru.
:::::::::::::::::::::::::::::
“Eomma~waegurae?! Kenapa tadi tiba-tiba menyuruhku bersiap-siap. Memangnya kita mau kemana?!” Tanya Ieru heran karna sepulang kampus tadi orangtuanya tiba-tiba saja menyuruhnya untuk berganti pakaian. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan yang Ieru sendiri tak tau kemana arahnya.
“Malam ini kita akan makan malam dirumah seseorang.”Ucap Eommanya singkat
“Rumah siapa?”
Kali ini Appanya yang sedang menyetir ikut menjawab. “Kediaman keluarga Nam. Mereka adalah sahabat lama Appa dan Eomma.”
Ieru hanya mengangguk pelan walau sebenarnya tidak mengenal orang yang dimaksud oleh Appa nya itu.
Tak lama kemudian mobil mereka pun berhenti didepan sebuah rumah yang terbilang besar. Dan tanpa membuang waktu lagi mereka pun masuk kedalam. Kedatangan mereka langsung disambut hangat oleh pemilik rumah. Ieru hanya bisa memandang ke-empat orang yang begitu bersemangat saat mereka baru bertemu.
“Oh?! Dia ini..Ieru kan?!” Seru Nyonya Nam saat menyadari kehadiran Ieru.
“Nde..annyeong haseyo..” Sapa Ieru sopan seraya menundukkan kepalanya.
Nyonya Nam sendiri langsung memeluk Ieru membuat gadis itu sedikit terkejut.
“Ah~Kau sudah besar sekarang! Menjadi gadis yang cantik..”Ucap Wanita itu. Ieru mengerling heran.Apa mereka pernah bertemu sebelumnya?!
Semua orang sudah berkumpul di depan meja makan, semua makanan pun telah tersedia dengan rapi diatasnya.
“Eh?! Sepertinya ada seseorang yang kurang disini..” Ucap Nyonya Song saat menyadari sesuatu.
Nyonya Nam tersenyum pelan. “Ah~iya benar. Woohyun masih didalam kamar, biar aku panggil dulu.” Ujarnya berniat bangkit dari tempatnya.
“Tidak perlu Eomma..aku ada disini.” Seorang namja kini dari belakang Ieru berjalan mendekat kearah mereka. Mata Ieru langsung membulat saat namja itu tiba didepan mereka. Ternyata dia adalah namja yang tadi siang ia lihat dikampus.
“OMO! Bukankah namja itu?! Kalau Woohyun yang dimaksud adalah dia, itu artinya..?!! Maldo andwae!” Pekik Ieru dalam hati.
“Semuanya..maafkan saya karna sedikit terlambat.” Namja bernama Woohyun itu menunduk pelan dihadapan semuanya. Ieru sendiri sudah menundukkan kepala, berusaha menyembunyikan wajahnya.
“Wah~ tanpa terasa Woohyun sudah beranjak dewasa, kau kelihatan lebih tampan.” Puji Appa Ieru.
“Ah~aniiya Ahjussi..” Sergah Woohyun tersenyum. Begitupula Ayah Ieru.
“Ieru~ya..apa yang kau lakukan?!” Tanya Eommanya heran melihat kelakuan anaknya yang mendadak jadi aneh. Gadis itu sendiri tidak menjawab dan tetap berusaha menyembunyikan wajahnya.
“Hmm..baiklah, karna semua sudah berkumpul maka saya ingin mengumumkan sesuatu.” Ucap Tuan Nam tiba-tiba. “Tujuan dari pertemuan malam ini sebenarnya tidak lain adalah untuk membahas pertunangan antara Woohyun dan Ieru.”
Ieru yang saat itu sedang minum, mendadak tersedak karna terkejut. “MWO?!”
Woohyun yang berada dihadapannya ikut terkejut. “NEO..?!!”
#TBC


0 comments:
Posting Komentar