Fiance Part 9 (Final)


"Hyewon~ah..."
“Sepenting itukah dia bagimu..?” Tanya Hyewon pada Woohyun yang berdiri diahadapannya.
“Ieru adalah tunanganku. Jadi saat ini dia merupakan tanggung jawabku.”
“Waeyo? Kenapa semuanya mendadak jadi seperti ini?! Neo..apakah kau menyukainya?!”
Woohyun diam sejenak, detik kemudian ia memandang lirih kearah gadis itu. “Mianhae..”
Jantung Hyewon serasa mencelos saat mendengar jawaban yang dilontarkan Woohyun. Hyewon kini menatap miris pada pemuda itu, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Tapi Woohyun sama sekali tidak bergeming. Saat itulah airmatanya menetes. Ia tau apa jawabannya. Tanpa berkata apa-apa lagi Hyewon pun membalikkan tubuhnya lalu berjalan meninggalkan Woohyun dibelakangnya. Untuk selamanya.
:::::::::::::::::::::::::::::::::
Ieru sedang duduk sendirian di taman. Pandangannya sedang menerawang kedepan sampai panggilan seseorang membuatnya menoleh.
“Ieru~ya..” Sungyeol menatap Ieru lama. Ia tau ada sesuatu yang terjadi dengan gadis itu. Perlahan ia pun berjalan menghampirinya. “Waegurae? Musun irisseo?!”
Ieru tersenyum sesaat. “Apa tuhan sedang mempermainkan aku?”
Sungyeol menatapnya heran. “Mwo?!”
“Disaat aku tidak menginginkannya, tuhan seolah memaksaku untuk menerimanya. Tapi disaat aku sudah mulai menginginkannya dia malah menghancurkannya dan tidak membiarkanku memilikinya.” Ucap Ieru lirih
“Ya~waeirae?! Kenapa kau berkata seperti itu?!!” Tanya Sungyeol khawatir, tidak biasanya ia melihat Ieru bersikap seperti ini.
“Aku menyukainya Sungyeol~ah..”
Mata Sungyeol langsung membulat saat mendengarkan apa yang baru saja dikatakan gadis itu. Sungyeol tidak pernah menyangka kalau Ieru akhirnya benar-benar menyukai tunangannya. Karna menurutnya, melihat sikap Ieru yang akan menyukai sesuatu yang benar-benar tidak disetujuinya dan bahkan dibencinya bukanlah sifat dari seorang Ieru. Tapi ternyata dugaannya salah besar, gadis itu kini menyukai Nam Woohyun. Dan melihat keadaan Ieru saat ini membuatnya yakin akan sesuatu. Gadis itu benar-benar menyukainya.
Mendadak namja itu merasakan sesuatu yang bergejolak dalam dirinya. Rahangnya kini mengeras, bahkan hatinya mulai terasa panas. Pernyataan Ieru membuatnya sakit.
Sungyeol menelan ludah seolah baru tersadar dari lamunannya. “Mwoya?! Apa kau menyuruhku datang kesini hanya untuk melihatmu sedih karna telah ditolak olehnya hah?!”
“Mwo..?!” Tanya Ieru berusaha memastikan yang didengarnya tadi.
“Keurae. Tujuanmu sebenarnya memang itu kan?!!”
Ieru tidak menjawab. Sejujurnya ia tak pernah berniat untuk meluapkan semua masalahnya pada Sungyeol. Hanya saja saat ini ia membutuhkan seseorang untuk menemaninya. Dan ia merasa Sungyeol lah orang yang tepat untuk ini. Hanya itu.
“Kkaja!” Tiba-tiba saja Sungyeol menarik tangan Ieru lalu membawanya naik ke motor.
“Su..Sungyeol~ah..?! Apa yang akan kau lakukan?! Sebenarnya kita mau kemana?!” Tanya Ieru
“Ke tempat dimana aku bisa melihat senyumanmu lagi.”
“Mwo?!” Tanya Ieru lagi semakin bingung. Namun sepertinya Sungyeol menolak untuk menjawab.
“Baiklah!! Sekarang berpeganganlah erat-erat. Karna kita..akan pergi ke tempat yang menyenangkan!! Kkaja!!!” Tiba-tiba saja Sungyeol melajukan motornya dengan kecepatan tinggi membuat Ieru terkejut dan langsung memeluk pinggangnya erat. Sedikit menakutkan memang, tapi menyenangkan. Dan Ieru menyukai hal itu.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::
Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai disana. Tempat yang tidak lain adalah taman hiburan, yang letaknya cukup jauh dari kota Seoul.
Ieru memandang takjub taman hiburan yang berada dihadapannya saat ini. Tempat itu mungkin tidak begitu luas, tapi pohon- pohon dengan bunga yang jatuh satu demi satu yang tumbuh di sekelilingnya membuat taman ini terlihat begitu berbeda. Mereka seolah bermain langsung di alam bebas.
“Hha~acara kagumnya nanti saja dilanjutkan. Sekarang, ayo kita bersenang-senang.” Seru Sungyeol lagi-lagi menarik tangan Ieru tanpa permisi lebih dulu. Ieru sendiri hanya mengikuti apapun yang dilakukan namja itu.
“Shireoo!! Ah~andwae!!! Itu terlalu tinggi Sungyeol~ah..bagaimana kalau kita sampai terhempas keluar dari tempat duduk saat permainannya mengayun?!!” Tolak Ieru sekuat tenaga saat Sungyeol menyuruhnya untuk mencoba permainan Viking.
“Ya neo~jinjja!! Sebenarnya kau mau coba permainan yang mana?!! Sejak tadi kau terus menolak yang permainan yang aku pilih. Alasanmu karna terlalu tinggi lag, gelap lah, sekarang kau bilang kita akan terhempas dari tempat duduk?! Tidak lama lagi kau pasti akan bilang kalau nanti kita akan jatuh dan tewas seketika dari atas sana.!!” Gerutu Sungyeol kesal karna sejak tadi Ieru terus saja menolak.
Ieru yang melihat Sungyeol yang mulai kesal seketika merasa bersalah. Ia sadar namja itu kan membawanya kesini untuk membuatnya merasa senang dan agar bisa melupakan kesedihannya, tapi yang dilakukannya malah merusak semua rencana Sungyeol. Dan ia tak ingin hal itu terjadi.
“Baiklah kalau begitu!!” Ucapan Ieru membuat Sungyeol seketika menoleh kearahnya dan menatap gadis itu tidak percaya.
“Jinjja?!!” Tanya ungyeol memastikan. Dan Ieru langsung mengangguk mantap sambil tersenyum, membuat sudut bibir Sungyeol terangkat. “Kkaja!!” Ucapnya semangat lalu menarik Ieru menuju permainan itu.
Ieru mungkin sedikit takut dengan permainan itu. Tapi ia yakin, selama Sungyeol tetap bersamanya ia akan baik-baik saja. Dan juga agar namja yang bersamanya ini bisa terus tersenyum.
::::::::::::::::::::::::::::::::::
Hampir satu jam lamanya mereka bermain. Hari sudah beranjak malam. Dan akhirnya mereka pun duduk di salah satu bangku yang terdapat di dekat taman hiburan tersebut.
“Ini ambillah..” Ucap Sungyeol yang baru saja tiba. Ia lalu menyodorkan minuman kaleng hangat pada Ieru. “Kau kedinginan yah?!”
Sejujurnya pertanyaan Sungyeol tepat sasaran. Tapi Ieru mencoba untuk tetap terlihat baik-baik saja. “Ah..aniyo. Nan gwencana.” Ujarnya berbohong. Sungyeol sendiri hanya diam menatapnya. “Neomu gomawoyo..Sungyeol~ah!!” Kata Ieru tersenyum kecil. “Karna selalu ada disaat aku membutuhkan seseorang. Selalu berhasil membuatku tersenyum. gomawo..karna sudah mau menjadi sahabatku yang paling baik selama ini.”
Tiba-tiba saja Sungyeol menarik Ieru dalam dekapannya membuat gadis itu terkejut. “Su..Sungyeol~ah..”
“Tidak bisakah..? Tidak bisakah aku menjadi seseorang yang lebih dari sekedar sahabat dimatamu..?!” Ujar Sungyeol tanpa melepaskan pelukannya.
“Ap..apa maksudmu..?!” Tanya Ieru gugup. Mungkinkah...?
Sungyeol menatap Ieru dalam. “Aku menyukaimu.”
::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Woohyun menatap kosong langit-langit kamarnya. Rumah itu benar-benar terasa sepi saat ini. Pandangan Woohyun beralih pada meja kecil disamping tempat tidurnya. Bayangan saat Ieru membawakan sup kesukaannya dan menyimpannya diatas meja itu kembali terlintas. Ia merindukan gadis yang berhasil membuatnya sangat menyukai makanan itu. Ia sangat merindukannya.
“Mulai sekarang aku akan pergi dari kehidupanmu. Terimakasih untuk semua yang telah kau lakukan untukku selama ini..”
Woohyun tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Ia benar-benar ingin bertemu dengan Ieru saat ini. Sekalipun ia tau kalau gadis itu mungkin sudah tidak ingin menemuinya lagi. Ia akan tetap menemuinya. Saat ini juga.
 “Woohyun~ah! Mau kemana kau malam-malam begini?!” Seru Tuan Nam saat melihat anaknya itu berlari keluar rumah sambil memakai sweaternya dengan tergesa-gesa. Woohyun sendiri tidak menghiraukan pertanyaan Ayahnya. Yang ada dipikirannya saat ini hanyalah menemukan Ieru. Hanya itu. Tapi dimana?! Dan bagaimana caranya ia bisa menemukannya?!.
Ting..Tong..
Woohyun baru saja menekan bel. Saat ini pemuda itu tengah berada didepan sebuah pintu rumah berwarna putih yang cukup besar. Tak lama kemudian seseorang pun membuka pintu tersebut.
“Apa yang kau lakukan disini?!” Tanya orang itu sedikit terkejut yang tidak lain adalah Lee Sungyeol. Yah benar, karna bingung Woohyun pun akhirnya memutuskan untuk bertanya pada Sungyeol. Ia tau kalau namja itu adalah sahabat dari Ieru. Yah benar, orang yang paling dekat dengan gadis itu.
“Kau tau..dimana ia berada saat ini?!” Woohyun balik bertanya.
Sungyeol yang mengerti siapa orang yang dimaksud pemuda itu, tidak langsung menjawab.
BUKK!!
Tiba-tiba saja Sungyeol melayangkan pukulan hingga tepat mengenai wajah Woohyun membuat pemuda itu jatuh tersungkur di tanah. Sungyeol tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Melihat Woohyun benar-benar membuatnya emosi sekaligus kesal. Mengingat apa yang telah dilakukannya terhadap Ieru pada hari ini.
Woohyun bangkit sambil menyentuh sudut bibirnya yang berdarah. “Waeyo?! Kau ingin melakukannya lagi?! Lakukan sa..” Sesuai perkataannya Sungyeol yang terlanjur emosi kini menghampirinya dan kembali memukuli tubuh Woohyun berkali-kali. Sedangkan Woohyun sendiri tidak melawan dan hanya membiarkannya.
Akkh!!!” Woohyun susah payah bangun dari posisinya saat ini. “Hah~Sudah puas?! Atau masih mau lagi?! Lakukan saja! Asalkan setelah itu kau beritahu aku dimana Ieru berada.”
Sungyeol mengambil nafas pelan lalu menatap namja dihadapannya itu. Matanya terarah pada noda kecil berwarna merah di kaos biru Woohyun. Ia sedikit terkejut saat melihatnya. “Taman yeouido..”
Woohyun yang merasa sudah mendapatkan apa yang diinginkannya berbalik dan berniat pergi.
“Neo?!! Apa kau menyukainya..?” Tanya Sungyeol membuat langkah Woohyun terhenti.
“Aku...mencintainya.” Ucap Woohyun lalu kembali berjalan dan akhirnya melajukan mobilnya pergi dari sana.
Sesaat Sungyeol tertegun mendengar pernyataan pemuda itu. Detik berikutnya ia teringat akan sesuatu. Ucapan Ieru saat mereka berada di taman hiburan tadi sore.
“Mianhae. Dulu aku memang pernah menyukaimu Sungyeol~ah. Tapi saat ini...aku mencintainya. Aku mencintai Woohyun.”
Mengingat hal itu membuat Sungyeol tertawa kecil. Seolah tidak percaya dengan semua yang terjadi saat ini. Ia menatap kearah jalanan yang kosong kemudian tersenyum lega. “Aku terlambat..
♥~♥~♥
Ieru menatap kolam besar yang berada dihadapannya. Air mancur yang disinari oleh lampu-lampu kecil yang berada dibawahnya benar-benar terlihat indah. Mendadak matanya terarah pada sepasang kekasih yang duduk tidak jauh dari tempatnya berada.
“Ini untukmu..” Kata sang namja lalu memberikan sebuah gantungan hp pada si yeoja. “Dan ini untukku..” katanya lalu memasangkan gantungan yang sama di hpnya.
Si yeoja nampak sedikit terkejut. “Oh?! Ini..?”
“Itu adalah tanda untuk hubungan kita saat ini. Jagalah dengan baik.”
“Keuromyeon! Aku tidak akan pernah melepasnya sampai kapanpun. Karna aku menyayangimu. Dan kita akan terus bersama. Benar kan?!” Tanya sang yeoja antusias dan langsung dibalas senyuman oleh kekasihnya. Kedua orang itupun lalu berjalan pergi dari sana.
Ieru mendadak teringat akan sesuatu. Gadis itu lalu menatap cincin perak yang masih melingkar di jarinya.. Cincin yang membuatnya harus menerima sesuatu yang tidak pernah dibayangkannya sebelumnya. Cincin yang membuatnya harus berhadapan dengan semua ini. Cincin inilah yang memulai semuanya. Dan kini saatnya ia harus mengakhirinya. Ia lalu berjalan menuju kolam. Perlahan Ieru menenggelamkan jarinya lalu kemudian berusaha memutar-mutar cincin itu agar mau terlepas. Tapi sayang, usahanya sama sekali tidak berhasil. Cincin itu mungkin bisa berputar, tapi entah kenapa sama sekali tidak dapat keluar dari jari gadis itu.
“Ah~jebalyo!! Kenapa cincin ini tidak bisa terlepas sama sekali?! Apa yang harus kulakukan?!” Teriak Ieru frustasi.
“Kalau begitu jangan lepaskan.” Sebuah suara berasal dari belakang membuat Ieru terpaku ditempatnya. Ia kenal suara itu siapa itu dan ia takkan pernah bisa melupakannya. Akhirnya Ieru berbalik dan mendapati Woohyun yang sedang berdiri sambil tersenyum kearahnya.
“Ieru~ya..” Ucap Woohyun tersenyum lalu kemudian jatuh berlutut. Ieru yang melihatnya langsung menghampirinya. Gadis itu melihat kaos Woohyun yang sebagian berwarna merah. Kini ia tau apa penyebabnya.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
“Babo~ya!! Kau ini sebenarnya kenapa?! Kenapa kau selalu saja bertindak bodoh seperti ini?! Apa kau pikir tubuhmu ini terbuat dari batu hah?! Yang jika terluka tidak merasakan sakit sama sekali!!” Gerutu Ieru seraya memperban luka ditubuh Woohyun.
“Aku akan merasa lebih sakit jika tidak bertemu denganmu.” Aktifitas Ieru mendadak terhenti saat mendengar ucapan Woohyun barusan.
. Ieru benar-benar tidak menyangka bisa bertemu dengan pemuda itu lagi. Ia bisa mendengar suaranya dan bisa melihat wajahnya lagi. Seketika airmata gadis itu kembali menetes, membuatnya segera mengusapnya agar berhenti, namun gagal.
“Neo waeirae?! Bukankah kau sendiri yang bilang kalau kau tidak suka melihatku menangis?! Tapi kenapa kau selalu saja mengatakan hal-hal yang membuatku meneteskan airmataku! Kumohon hentikan! Jangan selalu membuatku berharap seolah-olah bahwa kau..”
CUP!!
Sebuah kecupan tiba-tiba saja mendarat di bibir Ieru. Membuatnya begitu terkejut hingga membelalakkan matanya.
DEG!!
Detakan jantung Ieru benar-benar tidak terkendali saat ini. Gadis itu kini terpaku di tempatnya Ia sama sekali tidak menyangka kalau Woohyun akan melakukan itu.
Disaat yang sama Woohyun juga melepaskan ciumannya. Lalu menatap Ieru dalam.
Saranghaeyo Song Ieru. Aku sangat mencintaimu..
Bukannya berhenti, airmata Ieru malah semakin deras mengalir. Sulit bagi Ieru untuk mempercayai semua ini, tapi inilah kenyataannya. Woohyun benar-benar mencintainya.
Melihat Ieru yang terisak membuat Woohyun tersenyum lalu menarik gadis itu dalam dekapannya. “Mianhae. Selama ini aku berkata tidak ingin melihatmu menangis lagi, tapi yang ada malah aku yang paling sering membuatmu meneteskan airmata.”
Woohyun menarik nafasnya pelan. “Ieru~ya..kau mau kan menikah denganku?!”
“........”
Ieru tidak mengatakan apa-apa. Bibirnya terlalu lemah untuk bicara karna terlalu bahagia saat ini. Gadis itu hanya mempererat pelukannya pada Woohyun. Membuat pemuda itu tertawa pelan.
“Hhaha! Keurae..kuanggap itu sebagai jawaban ya.” Katanya tersenyum tanpa melepaskan pelukannya, begitupula dengan Ieru. Gadis itu lalu memandang kearah langit malam yang penuh bintang. 
Eomma..Appa..aku akan hidup dengan bahagia.


♥ THE END ♥

0 comments:

Posting Komentar