Seperti biasa semua orang sudah bersiap-siap untuk sarapan pagi. Namun ada yang berbeda di hari ini. Menu makanan yang tersedia diatas meja tidak seperti biasanya, kali ini terdapat nasi goreng yang bisa dibilang cukup meriah karna tampilannya.
“Selamat pagi semuanya!” Sapa Ieru sambil tersenyum pada semuanya.
Nyonya Nam menatap Ieru lekat. “Ieru~si..”
“Aku sengaja membuat ini untuk berterima kasih pada kalian semua, karna masih mau mengizinkanku untuk tinggal dirumah ini. Dan juga sekaligus meminta maaf atas sikapku sebelumnya. Jeongmal jwiseonghamnida!!” Ujar Ieru lalu membungkuk pelan.
“Kau tidak perlu meminta maaf pada kami.” Kali ini giliran Tuan Nam yang bicara. “Kami bisa mengerti sepenuhnya kenapa kau sampai bersikap seperti itu..kau tidak salah sama sekali.” Katanya tersenyum pada gadis itu. Begitupula dengan Nyonya Nam yang langsung menghampiri Ieru lalu memeluknya. “Kami juga sangat senang kau bisa terus bersama kami dirumah ini. Kau sudah Ahjumma anggap seperti anakku sendiri Ieru~si..” Ieru pun kini membalas pelukannya.
“Woohyun~ah! Katakan sesuatu, jangan diam saja!” Seru Tuan Nam tiba-tiba membuat Woohyun sedikit gelagapan.
Namja itu lalu memakan sesendok nasi goreng yang ada dipirangnya. Lalu berdehem pelan.”Ehm..nasi gorengnya enak.”
“Nam Woohyun!!” Seru kedua orangtuanya serempak karna kesal anaknya ini hanya mengatakan hal itu.
Woohyun menatap kedua orangtuanya heran.“Agh~waeee?!! Bukankah Appa menyuruhku mengatakan sesuatu? Aku kan sudah melakukannya..” Sergah Woohyun pada Appanya karna merasa tidak ada yang salah. Nyonya Nam dan Ieru sendiri hanya tersenyum mendengarnya.
“Gomawoyo...Woohyun~si.” Ucap Ieru tersenyum membuat Woohyun sedikit terkejut kemudian akhirnya ikut tersenyum kecil.
Akhirnya dia kembali...
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Sudah setengah jam lamanya sejak Woohyun terus saja bolak-balik kesana kemari didalam kamarnya. Pemuda itu sejak tadi kesal memikirkan Ieru yang sampai malam ini belum juga pulang kerumah. Ia tau kalau dirinya tidak berhak mengatur kehidupan gadis itu, tapi perasaannya saat ini benar-benar tidak enak. Woohyun menatap layar hpnya lama, kemudian akhirnya menekan sebuah nomor.
“Yeoboseyo?!” Sebuah suara yang dikenalnya menjawab dari seberang telpon. Song Ieru.
“Babo~ya!! Neo eodiya?!” Tanya Woohyun ketus.
“Mwo?! Aku masih dikampus. Memangnya ke..”
“Tunggu aku disana dan jangan kemana-mana sampai aku datang. Arra!!” Ucap Woohyun mengakhiri sambungan telepon lalu mengambil sweater beserta kunci mobil dan kemudian berlari cepat keluar kamar.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Ieru akhirnya menyelesaikan kuliah terakhirnya hari ini. Hari selasa memang satu-satunya hari yang memiliki mata kuliah hingga malam hari. Itu sebabnya tadi ia tidak pulang bersama dengan Sungyeol saat ini. Gadis itu baru saja berniat pulang sampai handphonenya tiba-tiba saja berdering. Ia menatap nomor yang tertera dilayar, ia sama sekali tidak mengenalnya. Walaupun begitu Ieru akhirnya tetap menjawabnya.
“Yeoboseyo?!”
“Babo~ya!! Neo eodiya?!” Seketika Ieru melongo ditempatnya. Ia tau suara namja menyebalkan ini. Nam Woohyun.
“Mwo?!” Serunya tak terima. “Aku masih di kampus. Memangnya ke..”
“Tunggu aku disana dan jangan kemana-mana sampai aku tiba. Arra!!”
“Ya~neo cham..”
Tiitt.!!
Suara sambungan telpon yang terputus membuat Ieru menghembuskan nafasnya keras. “Houfft!! Jinjja!! Tiba-tiba menelponku lalu kemudian marah-marah tanpa sebab. Dan sekarang malah menyuruhku menunggunya disini?! Sebenarnya ada apa dengannya?!” Gerutu Ieru tanpa henti. Meskipun begitu gadis itu tetap mengikuti perkataan Woohyun, yakni menunggunya.
Sudah hampir setengah jam Ieru menunggu Woohyun yang hingga kini belum juga tiba. Gadis itu menunggunya di taman kampus. Salju yang turun membuat Ieru mengusap kedua telapak tangannya demi berushaa menghilangkan rasa dinginnya. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam dan kampus benar-benar sudah terlihat sepi saat ini.
Tiba-tiba saja ada 2 orang mahasiswa yang tak dikenalnya duduk masing-masing di kiri kanan Ieru. Membuat gadis itu sedikit terkejut.
“Annyeong..” Sapa salah satu namja tersebut. “Sedang apa mahasiswi duduk sendirian ditempat seperti ini malam-malam begini?!. Ieru tidak menjawab, merasa firasatnya buruk akan hal ini membuat Ieru berniat pergi sampai kedua namja itu berhasil menahannya dan memegangi kedua lengannya.
“Mwoya?! Kalian mau apa hah?!! Jangan macam-macam!!” Ieru berusaha untuk terlihat tenang namun usahanya gagal.
“Mau kemana huh?! Gadis cantik tidak baik berjalan sendirian malam hari. Lebih baik ikut kami saja. Biar kami yang mengantarmu. Bagaimana?!” Ucap namja itu tersenyum seraya menyentuh wajah Ieru.
“Issh~Lepaskan aku!!” Ieru berusaha melepaskan dirinya sambil meronta, namun sayangnya kekuatan 2 orang namja tidaklah sebanding dengannya. Kedua namja tersebut kini menarik Ieru dan membawanya ke suatu tempat. Sesampainya disana mereka langsung menjatuhkan Ieru ke lantai. Ruangan itu tidak lain adalah gudang belakang kampus, tempat yang begitu sempit dan hanya ada sebuah lampu kecil yang menyinari.
“TOLONG!!! Tolong aku!!!” Teriak Ieru berusaha meminta pertolongan. Namun kedua namja itu hanya tertawa.
“Hhaha!! Percuma saja kau teriak sampai suaramu habis pun tidak akan mungkin ada yang mendengarmu. Tempat ini sangat kecil dan sudah tidak digunakan jadi tidak akan ada orang yang mengira kau ada ditempat ini” Ucap salah seorang dari namja itu.
“Keurae..lebih baik kau diam dan temani saja kami berdua malam ini. Bagaimana?”
PLAKKK!!
Tiba-tiba saja Ieru melayangkan sebuah tamparan dan tepat mengenai wajah namja yang berada didepannya itu. “Dasar kalian brengsek!! Mahasiswa tidak berguna!!”
Sayangnya hal itu malah membuat namja tersebut menjadi marah hingga akhirnya berbalik menampar Ieru.
Plakk!!
“Akkh!!!” Rintih Ieru memegangi bibirnya yang mengeluarkan darah.
“Dasar gadis tolol!! Aku sudah bicara baik-baik tapi kau malah membuatku kesal!! Kemari kau!!” Bentak namja itu lalu menahan kedua tangan Ieru, sedangkan namja yang satunya lagi mulai membuka kancing baju gadis itu.
“Mwoya?! Apa yang kalian lakukan?!! Andwae!! Lepaskan aku!!!” Teriak Ieru sekuat tenaga. Namun usahanya sia-sia.
Ieru mulai menangis. Ia benar-benar ketakutan saat ini. Ottokhae?! Appa..Eomma!! Selamatkan aku..Kumohon!! Hiks..
BRAKK!!!
Tiba-tiba saja pintu gudang terbuka keras. Seseorang mucul dari balik pintu.
“Woohyun~si!!” Seru Ieru pelan.
Woohyun menatap kedua namja yang sedang mengerumuni Ieru, melihat itu membuat Rahang pemuda itu mengeras seketika.
“Hmm..rupanya Nam Woohyun?! Menarik! Apa kau ada hubungannya dengan gadis ini?! Ah!! Atau mungkin kau juga ingin menikmati tubuh ga..”
BUKK!!!
Sebuah pukulan keras dari Woohyun tepat mengenai wajah namja itu hingga ia jatuh tersungkur dilantai. “Aissh~Brengsek!!!” Namja itu lalu menatap kearah temannya seolah memberi isyarat, dan benar saja keduanya pun langsung berusaha memukuli Woohyun secara bersamaan.
Akhirnya mereka bertiga pun terlibat perkelahian satu sama lain. Beruntung Woohyun selalu bisa menghindari dan menangkis pukulan yang mengarah padanya. Namun dalam keadaan ruangan yang remang seperti ini sungguh membuat Woohyun maupun Ieru kesulitan melihat.
JLEBB!!!
Sesuatu yang tajam tiba-tiba saja menancap ke perut Woohyun tanpa sempat dihindarinya.
“Akkh!!” Rintihnya lalu jatuh terduduk dilantai.
“Dasar bodoh!! Apa yang sudah kau lakukan?!!!” Pekik salah seorang namja.
“Aa..aku tidak sengaja. Aku..” Namja yang sudah menusuk Woohyun kini membuang pisau ditangannya. Kedua namja itupun lalu pergi meninggalkan tempat itu.
“Woohyun~si..eodiya?!” Tanya Ieru yang sama sekali belum tau apa-apa.
Sambil memegangi perutnya yang terluka, Woohyun pun mendekat kearah Ieru. Sesampainya didepan Ieru ia langsung membuka sweternya lalu memakaikannya pada Ieru untuk menutupi tubuh gadis itu.
“Kkaja~kita pulang..” Ucap Woohyun sambil berusaha menahan sakit di perutnya. Woohyun memandang ke sekeliling ruangan. Mendadak nafasnya terasa sesak dan tubuhnya kini mulai mengeluarkan keringat dingin. Dia benci tempat seperti ini.
“Woohyun~si waeirae?! Kenapa suaramu kedengaran aneh?!! Neo gwencana?!!” Tanya Ieru merasa ada yang aneh dengan nada suara pemuda itu.
“Gwencanayo~kkaja..” Sesuai perkataan Woohyun, Ieru pun bangkit dan berniat meninggalkan tempat itu sampai tiba-tiba tubuh Woohyun ambruk. Untunglah Ieru dengan sigap menahannya.
“Ya~waegurae?!!” Tanpa sengaja tangan Ieru menyentuh sesuatu yang basah di kaos pemuda itu. Betapa terkejutnya ia saat menyadari sesuatu. Dalam sekali cium saja Ieru bisa tau kalau yang ditangannya saat ini adalah darah.
“Ka..kau terluka..?!!”
#TBC


0 comments:
Posting Komentar